Ceirta Pep Guardiola Menangis Usai Cekcok dengan Kyle Walker di ManCity

- Pep Guardiola dan Kyle Walker terlibat perselisihan panas setelah Manchester City kalah 0-2 dari Liverpool pada Desember 2024.
- Walker mempertanyakan kritik Guardiola, sementara sang pelatih mencurahkan perasaannya di hadapan para pemain.
- Walker kemudian meninggalkan Manchester City, sedangkan kepergian Guardiola dikonfirmasi setelah musim 2025/26.
Jakarta, IDN Times - Pep Guardiola ternyata pernah berada dalam situasi emosional saat melatih Manchester City. Guardiola disebut nyaris tak mampu menahan air mata saat terlibat perselisihan panas dengan Kyle Walker.
Ini terjadi setelah kekalahan 0-2 dari Liverpool pada Desember 2024 lalu. Kala itu, hubungan antara Guardiola dan Walker digambarkan sangat tegang.
Ini menjadi sorotan setelah muncul dalam dokumenter empat bagian Prime Video, A Beautiful Obsession. Percakapan emosional yang akhirnya ikut mengantarkan Walker meninggalkan klub terekam dan kini tersiar.
1. Kyle Walker meledak di ruang ganti

Potret bendera Manchester City. (pixabay/@jorono) Melansir Daily Star, Kyle Walker meledak di ruang ganti Anfield setelah kekalahan Man City dari Liverpool. Walker yang kala itu berstatus sebagai kapten tim, merasa namanya terus-menerus menjadi samsak kritik Guardiola.
Walker bahkan secara terbuka mempertanyakan cara sang pelatih memperlakukannya sebagai pemain dan kapten. Bahkan, ketika Guardiola menjelaskan alasan dirinya kerap menyebut nama Walker lantaran dia berstatus sebagai kapten, Walker makin meledak.
“Kamu terus-terusan menyebut namaku, di setiap rapat. Di setiap rapat, selalu namaku. Kamu memang nggak mau aku jadi kapten. Aku bereaksi terhadap orang lain, aku kehilangan bola, entah bagaimana kamu selalu membawa-bawa namaku ke dalam masalah itu,” kata Walker mengutip Daily Star.
2. Emosi Guardiola tumpah

Manajer Manchester City, Enzo Maresca (AFP / Glyn Kirk) Di tengah ketegangan tersebut, Guardiola berusaha mempertahankan ketenangannya di hadapan para pemain. Situasi berubah menjadi emosional ketika pelatih asal Spanyol itu mencurahkan isi hatinya dan menjelaskan sudut pandangnya kepada para pemain.
Guardiola bahkan membawa-bawa alasan dirinya memilih bertahan di Manchester City kala itu.
“Kalau aku memang jadi masalah, kamu harus bilang kepadaku. Aku nggak akan bertahan di sini hanya demi uang atau sekadar karena ingin tetap tinggal. Aku memperpanjang kontrak karena aku ingin bersama kalian, aku ingin berjuang di posisi itu. Aku nggak mau kamu merasa seolah-olah aku pergi dan lari dari kalian. Aku nggak mau merasa semuanya mulai berantakan. Dan aku merasa, ‘Tidak, aku ingin membantu kalian.’,” kata Guardiola kala itu.
Sisi emosional Guardiola tak tertahankan. Guardiola bahkan disebut meminta maaf jika keputusan yang selama ini dipilihnya dirasa menjadi masalah pada tim.
“Tapi kalau menurutmu, para kapten lebih dulu, kemudian yang lainnya, dan itu menjadi masalah? Bilang kepadaku. Itu gak akan mengubah rasa cinta yang aku punya untuk kalian semua. Sedetik pun tidak. Tapi aku ingin berjuang. Itu saja. Maaf,” ujar Guardiola menambahkan.
3. Berujung kepergian Walker

Parade tim Manchester City saat perpisahan Pep Guardiola dipadati fans yang turun ke jalanan Kota Manchester. (AFP/PAUL ELLIS) Daily Star mencatat, Walker hanya tampil dalam tujuh laga untuk Manchester City setelah perselisihan tersebut. Sebanyak tiga di antaranya sebagai kapten.
Pada Januari 2025, Guardiola mengungkapkan, Walker telah meminta kesempatan untuk mencari klub di luar Inggris menjelang akhir kariernya. Ini membuat Guardiola memilih memainkan pemain lain yang menurutnya memiliki fokus penuh kepada Manchester City.
"Dua hari lalu Kyle meminta untuk menjajaki opsi bermain di luar negeri pada akhir kariernya. Karena alasan itu, saya lebih memilih memainkan pemain lain yang pikirannya ada di sini,” kata Guardiola.
Walker kemudian diketahui bergabung dengan AC Milan dengan status pinjaman untuk paruh kedua musim 2024/25. Setelah lebih dari 300 penampilan bersama City, sang bek akhirnya meninggalkan klub secara permanen pada musim panas 2025 dan bergabung dengan Burnley.
Sementara itu, Guardiola masih bertahan hingga penghujung musim 2025/26. Setelah pertandingan terakhir musim tersebut, kepergian Guardiola dari klub akhirnya dikonfirmasi, satu tahun lebih cepat dari masa berlaku kontraknya.
Guardila meninggalkan Manchester City dengan koleksi enam gelar Premier League, tiga FA Cup, lima League Cup, dan satu trofi Champions League.



















