5 Laga Terakhir Juventus di Serie A 2025/2026, Gagal ke UCL

- Juventus gagal total di musim 2025/2026 setelah tersingkir dari Coppa Italia, UCL, dan gagal finis empat besar Serie A.
- Lima laga terakhir jadi penentu: dua imbang beruntun, satu kemenangan tipis atas Lecce, lalu kalah dari Fiorentina dan ditahan Torino.
- Hasil buruk itu membuat Juventus finis di peringkat enam klasemen akhir Serie A dan hanya lolos ke Liga Europa musim depan.
Juventus terbilang gagal total pada 2025/2026. Bianconeri tak meraih prestasi berarti di tiga ajang yang mereka ikuti. Juventus tersingkir dari Coppa Italia dan UEFA Champions League (UCL) pada Februari. Mereka juga tak mampu bersaing juara Serie A Italia dan hanya bisa berharap finis empat besar demi lolos ke UCL musim depan.
Sialnya, target terakhir itu pun gagal mereka dapatkan. Juventus sebenarnya sempat nyaman di empat besar klasemen Serie A hingga pekan 33. Saat itu, mereka unggul lima angka atas tim di peringkat kelima. Namun, hasil buruk dalam lima laga terakhir membuat mereka tergusur ke peringkat enam dan batal ke UCL. Inilah hasil lima laga tersebut.
1. Juventus bermain imbang tanpa gol di markas AC Milan pada pekan 34
Pada pekan 34, Juventus melakoni laga berat di kandang AC Milan. Partai itu sejak awal berpotensi membuat mereka kehilangan poin. Pasalnya, duel Juventus dan AC Milan senantiasa berlangsung ketat dan tak jarang berakhir sama kuat. Benar saja, kedua tim pada akhirnya harus puas dengan skor imbang 0-0.
Hasil itu terbilang layak karena laga cukup berimbang. Juventus lebih banyak menguasai bola tetapi tidak signifikan. Selesai pertandingan, Juventus masih tetap berada di peringkat empat klasemen. Namun, jarak mereka dengan Como di peringkat lima mengecil jadi tiga poin.
2. Juventus tertahan di kandang sendiri oleh Hellas Verona yang terpuruk di zona degradasi
Juventus kembali ke kandang sendiri pada laga pekan 35. Mereka menjamu Hellas Verona yang saat itu terpuruk di peringkat 19. Soal kualitas, Juventus tentu diunggulkan menang. Apalagi, Bianconeri selalu menang dalam empat kesempatan sebelumnya menjamu Hellas Verona.
Sialnya, rentetan bagus itu gagal berlanjut. Juventus secara mengejutkan ditahan tim tamu 1-1. Gawang mereka bahkan dibobol lebih dulu oleh Kieron Bowie pada babak pertama. Juventus menyamakan skor via Dusan Vlahovic pada babak kedua. Namun, mereka tak mampu membuat gol tambahan hingga lagi-lagi hanya meraih satu poin.
3. Kemenangan atas Lecce pada pekan 36 sempat membawa Juventus ke peringkat tiga
Setelah dua kali tertahan imbang, Juventus kembali ke jalur kemenangan pada pekan 36. Bertamu di markas Lecce, Si Nyonya Tua unggul tipis 1-0. Juventus hanya butuh 12 detik untuk mencetak gol. Serangan pertama mereka setelah kickoff langsung diselesaikan Dusan Vlahovic melalui sepakan dari dalam kotak penalti.
Sepanjang sisa laga, Juventus terus tampil dominan dan membuat beberapa peluang. Meski gagal membuat gol tambahan, mereka tetap pulang dengan tiga poin. Hasil itu sempat mengangkat mereka ke peringkat ketiga. Namun, posisi Bianconeri tetap belum aman karena hanya berjarak satu angka dari dua tim di bawah mereka.
4. Juventus turun ke peringkat enam usai dikalahkan Fiorentina
Juventus akhirnya tergusur dari empat besar pada pekan 37. Sebabnya adalah hasil buruk yang mereka terima dari Fiorentina. Bermain di kandang sendiri, Juventus digebuk 0-2. Skor itu makin memalukan bagi tuan rumah karena Fiorentina sebenarnya sempat kehilangan satu pemain karena kartu merah.
Fiorentina sudah unggul sejak babak pertama berkat gol Cher Ndour. Setelah itu, mereka harus bermain dengan sepuluh orang karena Luca Ranieri diusir wasit. Namun, Juventus yang unggul jumlah pemain malah kebobolan lagi jelang laga usai. Kekalahan itu membuat posisi Bianconeri melorot ke peringkat enam dan terancam gagal dapat tiket ke UCL.
5. Juventus gagal mengalahkan Torino pada pekan terakhir hingga dipastikan gagal ke UCL
Jelang laga penutup Serie A 2025/2026, Juventus sebenarnya masih punya kans finis empat besar. Namun, mereka harus memenuhi dua syarat, yaitu menang atas Torino sambil berharap para rival tersandung. Pada akhirnya, bahkan syarat pertama pun gagal dipenuhi karena Juventus malah ditahan imbang Torino.
Laga bertajuk Derbi Turin itu digelar di markas Torino. Juventus sempat unggul dua gol lebih dulu berkat brace Dusan Vlahovic. Namun, mereka gagal menang setelah Torino mencetak dua gol balasan. Hasil imbang 2-2 pun memastikan Juventus tetap di peringkat enam klasemen. Mereka gagal ke UCL musim depan dan hanya akan bermain di Liga Europa.
Sebagai klub tersukses di Italia, absennya Juventus di UCL 2026/2027 tentu mengecewakan. Namun, hal itu mungkin bisa membuka kesempatan bagi Bianconeri untuk lebih fokus mengejar prestasi di Serie A musim depan. Mampukah mereka melakukannya?


















