4 Laga Terakhir Otto Addo Bersama Ghana, Selalu Kalah!

- Federasi Sepak Bola Ghana resmi memecat Otto Addo setelah kekalahan 1-2 dari Jerman, menutup masa jabatannya menjelang Piala Dunia 2026.
- Dalam empat laga terakhir, Ghana selalu kalah beruntun melawan Jepang, Korea Selatan, Austria, dan Jerman dengan total kebobolan sepuluh gol.
- GFA kini menghadapi tantangan mencari pelatih baru untuk memimpin Ghana di Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan mereka dengan Inggris dan Kroasia.
Otto Addo harus rela kehilangan jabatannya sebagai pelatih Ghana pada akhir Maret 2026. Dilansir BBC Sports, Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) memilih memecat juru taktik berusia 50 tahun itu setelah mengawal anak asuhnya dalam kekalahan 1-2 dari Jerman. Situasi tersebut cukup menarik perhatian karena Ghana akan bertarung di Piala Dunia pada Juni 2026 mendatang.
Munculnya keputusan itu tak bisa dilepaskan dari rentetan hasil negatif dalam beberapa laga terakhir. Sebelum kalah dari Jerman, Ghana yang diisi oleh Antoine Semenyo juga mengalami kekalahan dalam tiga laga sebelumnya. Berikut empat laga terakhir Otto Addo bersama Timnas Ghana.
1. Pada laga terakhir bersama Otto Addo, Ghana takluk 1-2 dari Timnas Jerman
Ghana datang ke MGP Arena Stuttgart untuk menantang Timnas Jerman pada 31 Maret 2026 WIB. Ini menjadi pertandingan terakhir yang dijalani Ghana sebelum unjuk gigi di Piala Dunia 2026. Dengan skuad yang diisi Jordan Ayew, Antoine Semenyo, dan Thomas Partey, Otto Addo harus melihat anak asuhnya takluk dengan skor tipis 1-2.
Tampil di hadapan pendukung sendiri, Der Panzer mampu unggul lebih dahulu lewat gol Kai Havertz dari titik penalti pada penghujung babak pertama. Usaha Ghana untuk menyamakan kedudukan menemui titik temu ketika Abdul Fatawu mencatatkan namanya di papan skor pada menit 70. Namun, tuan rumah memberikan respons ciamik dengan kembali unggul 18 menit berikutnya. Deniz Undav mencetak gol pada menit 88 dan membuat keunggulan Jerman 2-1 bertahan hingga akhir.
2. Ghana dibantai Austria pada 28 maret 2026
Ghana memulai jeda internasional Maret 2026 dengan datang ke Ernst-Happel Stadion untuk berduel dengan Austria. Sayangnya, usaha Otto Addo untuk mempersembahkan kemenangan tak berjalan sesuai yang diinginkan. Ghana tak mampu berbuat banyak hingga takluk dengan skor telak 1-5, yang sekaligus menjadi kekalahan terbesar Ghana selama dilatih Addo.
Austria awalnya hanya mampu unggul 1-0 lewat gol Marcel Sabitzer pada babak pertama. Mereka lalu memulai babak kedua dengan penampilan meyakinkan, mencetak dua gol dalam 9 menit lewat aksi Michael Gregoritsch (51’) dan Stefan Posch (59’). Lewat skema counter attack, Jordan Ayew mencetak sebuah gol untuk Ghana pada menit 77 dan membuat skor menjadi 3-1 untuk Austria. Namun, tuan rumah mampu menghukum pertahanan Ghana yang tampil rapuh dengan mencetak dua gol lainnya melalui Carney Chukwuemeka (79’) dan Nicolas Seiwald (90+2’).
3. Ghana kalah 0-1 saat datang ke markas Timnas Korea pada 18 November 2025
Ghana menjalani laga yang cukup sengit menghadapi Korea Selatan pada 18 November 2025. Kedua tim hanya bermain imbang 0-0 selama babak pertama. Lalu, Korea Selatan mencetak sebuah gol lewat aksi Lee Tae Seok yang membuat mereka menutup laga dengan kemenangan tipis 1-0.
Dalam duel di Seoul World Cup Stadium itu, Otto Addo tak melakukan banyak perubahan sepanjang laga. Ia hanya melakukan dua pergantian yang terjadi pada menit 62 dan 74. Dua pemain yang ditarik keluar merupakan penyerang, Prince Owusu dan Prince Adu.
4. Ghana dikalahkan Jepang 0-2 pada 14 November 2025
Sebelum bertemu Korea Selatan, Ghana lebih dahulu mencoba kemampuan Jepang di Toyota Stadium 4 hari sebelumnya. Tim yang dipimpin oleh Antoine Semenyo gagal mencetak satu gol pun sebagai tim tamu. Di sisi lain, Jepang yang memainkan sejumlah talenta terbaiknya sukses mencetak gol dan menutup laga dengan kemenangan dua gol tanpa balas.
Jepang telah unggul sejak menit 16. Takumi Minamino membobol gawang Ghana dengan sepakan kaki kanan memanfaatkan assist Kaishu Sano. Lalu, giliran penyerang Eintracht Frankfurt, Ritsu Doan, yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit 60. Dalam laga ini, Otto Addo juga melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk menarik keluar Semenyo pada menit 56.
Hasil dari empat laga tersebut menjadi alasan kuat yang mendorong federasi untuk berhenti melakukan kerjasama dengan Otto Addo. Namun, mereka kini justru memiliki tugas lainnya. Dengan posisi kosong di kursi pelatih, GFA dituntut memilih sosok yang tepat untuk mengawal Antoine Semenyo dalam persaingan ketat di Piala Dunia 2026 seiring keberadaan mereka di satu grup yang sama dengan Inggris dan Kroasia.
















