Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mampukah Ronald Araujo Bangkit bersama Liverpool di Premier League?
potret logo Liverpool (pexels.com/jaralol)

Liverpool resmi merampungkan proses peminjaman Ronald Araujo dari FC Barcelona selama semusim dengan opsi permanen sebesar 47,1 juta pound sterling (Rp1,135 triliun). Keputusan ini diambil The Reds untuk memperkokoh benteng pertahanan yang musim lalu menjadi titik terlemah tim. Kehadiran pemain asal Uruguay itu diharapkan langsung memberikan dampak positif bagi stabilitas lini belakang.

Kepindahan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Araujo yang sebelumnya mengalami pasang-surut performa di LaLiga Spanyol. Pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, melihat potensi besar dalam diri sang bek untuk melebur ke dalam skema permainan agresif yang ia usung. Publik Anfield kini sangat menantikan dinamika baru duet bek tengah sepeninggal Ibrahima Konate yang merapat ke Real Madrid.

1. Dengan postur tinggi besar, Ronald Araujo unggul dalam duel udara dalam bertahan maupun menyerang

Ronald Araujo dikenal sebagai bek dengan tinggi badan yang ideal setinggi 192 sentimeter. Postur tubuh tinggi besar itu menjadikannya sosok yang sangat dominan ketika mengantisipasi bahaya situasi bola mati maupun duel udara di dalam area penalti. Dilansir The Athletic, ia memiliki tingkat keberhasilan duel udaranya mencapai persentil ke-94 di antara seluruh bek tengah di lima liga top Eropa.

Ketangguhan fisik Araujo juga menghadirkan ancaman gol yang signifikan saat situasi set-piece dengan berada pada persentil ke-82. Ia membuktikan efektivitas skema serangan udara tersebut dengan berhasil mengemas total 7 gol selama mengenakan seragam FC Barcelona. Selain keunggulan udara, kecepatan akselerasinya memungkinkan sang pemain mencatatkan pemulihan bola liar di persentil ke-81 serta rasio kesuksesan tekel pada persentil ke-67.

Araujo berlabuh ke Inggris dengan mengantongi pengalaman bertanding yang menjanjikan melalui raihan lebih dari 200 penampilan bersama Blaugrana. Jiwa kepemimpinannya yang kuat di atas lapangan bahkan membuat dirinya sempat dipercaya mengemban amanat sebagai kapten tim. Fleksibilitas perannya memungkinkan ia bermain sebagai bek kanan dalam porsi 8 persen dari total menit bertandingnya di LaLiga, termasuk saat menjalankan tugas khusus menetralisir pergerakan Vinicius Junior.

2. Gaya pertahanan Ronald Araujo yang proaktif dan agresif dinilai cocok dengan skema Andoni Iraola

Kedatangan Ronald Araujo dengan opsi pembelian senilai 47,1 juta pound sterling menjadi jawaban instan untuk mengatasi krisis lini belakang Liverpool. Klub terpaksa mengambil keputusan cepat setelah kehilangan Ibrahima Konate yang memutuskan hengkang ke Real Madrid secara gratis. Masalah kian diperparah oleh badai cedera yang menimpa Joe Gomez, Giovanni Leoni, Conor Bradley, hingga pemain baru Jeremy Jacquet.

Rangkaian nasib buruk itu praktis menyisakan sosok Virgil van Dijk sebagai satu-satunya bek tengah senior yang berada dalam kondisi bugar. Araujo hadir membawa karakteristik permainan yang proaktif dan berani keluar dari garis pertahanan untuk langsung merebut bola dari penguasaan lawan. Gaya bertahan agresif berprinsip front-foot defending ini bakal melengkapi peran Van Dijk yang cenderung bermain pasif sembari fokus membaca arah permainan sebagai seorang sweeper.

Gaya bermain Araujo juga dinilai sejalan dengan filosofi sepak bola high-pressing yang diterapkan oleh Pelatih Andoni Iraola. Taktik Iraola mewajibkan para bek tengah untuk berani melakukan penekanan man-to-man secara intensif hingga ke area sepertiga tengah. Skema permainan ini identik dengan gaya main Marcos Senesi di AFC Bournemouth serta instruksi Marcelo Bielsa yang pernah dirasakan Araujo di tim nasional Uruguay.

Dalam hal skema pembangunan serangan, taktik Iraola sering menginstruksikan barisan pertahanan untuk melepaskan umpan lambung jauh guna meregangkan garis pertahanan lawan. Araujo terbukti memiliki akurasi umpan jarak jauh yang baik dengan jangkauan operan mencapai 65 yard. Skema build-up yang lebih direct ini sekaligus menutupi keterbatasan teknis sang bek ketika melakukan umpan-umpan pendek berisiko di daerah sendiri.

3. Riwayat cedera serta masalah mental Ronald Araujo patut mendapat perhatian penuh Liverpool

Langkah FC Barcelona melepas Ronald Araujo berkaitan dengan kelemahannya saat menguasai bola di area permainan sendiri. Ia kerap kesulitan sewaktu mendapatkan tekanan tinggi dari lawan, sebuah celah yang pernah dimanfaatkan Paris Saint-Germain (PSG) saat perempat final Liga Champions Eropa 2023/2024. Pergeseran filosofi permainan di bawah arahan Hansi Flick yang mengutamakan penguasaan bola dan garis pertahanan tinggi membuat posisinya tergeser oleh Pau Cubarsi.

Selain kendala teknis, kritik tajam kerap menyoroti masalah kecerobohan serta kontrol emosi Araujo dalam laga-laga krusial di pentas Eropa. Ia menerima kartu merah langsung yang merugikan tim pada leg kedua perempat final Liga Champions 2023/2024 antara FC Barcelona dan PSG. Masalah kedisiplinan tersebut kembali terulang ketika ia mendapat kartu kuning kedua kala menghadapi Chelsea pada November 2025.

Menurut ESPN, salah satu alasan utama Blaugrana melepas Araujo karena riwayat 17 kali cedera sejak 2018 dengan rata-rata masa absen mencapai 103 hari per musim, hingga terpaksa melewatkan gelaran Piala Dunia 2026 akibat cedera betis. Ia juga sempat absen lama karena mengalami gangguan kecemasan akibat kritik tajam hingga menerima ancaman pembunuhan dari oknum suporter. Kondisi emosional yang menyakitkan itu memaksa sang pemain mengambil cuti panjang dari dunia sepak bola hingga 18 bulan sejak Desember 2025.

Merumput di Premier League menjadi momentum penting bagi Araujo untuk merestorasi mentalitasnya sekaligus menata kembali arah karier profesionalnya. Dalam proses adaptasi ini, ia perlu belajar dari kompatriotnya, Darwin Nunez, mengenai cara menyikapi dan mengelola gempuran kritik tajam dari media Inggris secara bijak. Berbekal dukungan hangat publik Anfield, ia diharapkan memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi kerasnya sorotan industri sepak bola Inggris.

Kepindahan Ronald Araujo menuju Liverpool merupakan solusi atas krisis lini pertahanan sekaligus panggung pembuktian untuk membangkitkan kembali potensi terbaiknya. Jika Andoni Iraola sanggup memadukan keunggulan fisiknya serta meminimalisir keterbatasan teknisnya, kepindahan ini berpeluang besar menjadi salah satu kesuksesan transfer paling krusial di Premier League.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article