Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Manajer Premier League yang Hengkang pada Akhir 2025/2026
ilustrasi bola berlogo Premier League (pixabay.com/KelvinStuttard)

  • Pep Guardiola menutup era 10 tahun bersama Manchester City dengan total 20 trofi, termasuk rekor empat gelar Premier League beruntun dan pencapaian historis di berbagai kompetisi domestik maupun Eropa.
  • Andoni Iraola membawa Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sebelum memilih hengkang, sementara Oliver Glasner pamit dari Crystal Palace usai mempersembahkan trofi Liga Konferensi Eropa.
  • Liverpool mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah performa naik turun, sedangkan Marco Silva meninggalkan Fulham usai lima tahun membangun tim hingga stabil di papan tengah Premier League.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

English Premier League 2025/2026 berakhir. Sejumlah perpisahan di jajaran kepelatihan menyusul pada ujung musim. Itu termasuk perpisahan Pep Guardiola dengan Manchester City dan Arne Slot dengan Liverpool.

1. Pep Guardiola mengakhiri masa sedekade bersama Manchester City

Pep Guardiola resmi mengakhiri masa baktinya bersama Manchester City setelah 10 tahun. Pelatih asal Spanyol tersebut menutup perjalannya di Etihad Stadium dengan raihan juara domestik berupa Piala FA dan Piala Liga Inggris. Manchester City sejatinya punya kans treble winners. Sayangnya, Manchester City hanya finis kedua di bawah Arsenal yang juara. 

Kendati begitu, Guardiola telah membawa Manchester City bersaing di level elite selama sedekade terakhir. Tercatat, 20 trofi berhasil dipersembahkan. Ini termasuk catatan bersejarah torehan lima gelar juara dalam setahun pada 2023, di antaranya Premier League, Liga Champions Eropa, Piala FA, Piala Liga Inggris, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antarklub. 

Secara statistik, Guardiola banyak menghadirkan rekor ketika menukangi Manchester City. Pada 2017/2018, Guardiola meraih trofi Premier League pertamanya dengan catatan 100 poin, terbanyak dalam sejarah liga. Tentunya, prestasi mewahnya adalah membantu tim menjuarai Liga Champions pertama. Pelatih berusia 55 tahun ini juga membawa Manchester City menjadi tim pertama yang menjuarai Premier League dalam 4 musim beruntun pada 2020–2024. 

Guardiola memimpin Manchester City dalam 593 laga di berbagai ajang. Di bawah asuhannya, Manchester City mampu meraih 423 kemenangan, 77 keimbangan, dan 93 kekalahan. Guardiola meninggalkan Etihad Stadium sebagai pelatih Manchester City dengan raihan trofi terbanyak. Secara individu, Guardiola 5 kali terpilih sebagai manajer terbaik Premier League. Dengan kontribusi tersebut, Guardiola meninggalkan legasi besar di sepak bola Inggris.

2. Andoni Iraola meninggalkan Bournemouth setelah membawa tim ke ajang Eropa

Andoni Iraola memungkasi petualangannya bersama Bournemouth setelah 3 tahun. Datang pada 2023, juru taktik asal Spanyol ini membawa Bournemouth kompetitif. Dari yang semula medioker, The Cherries berkembang sebagai tim yang diperhitungkan di Premier League. 

Catatan gemilang Iraola adalah mengantarkan Bournemouth untuk pertama kalinya lolos ke kompetisi Eropa untuk musim 2026/2027. Keberhasilan ini diperoleh setelah Bournemouth finis keenam di Premier League 2025/2026. Dari 38 pertandingan, Bournemouth mampu mengumpulkan 57 poin, hasil dari 13 kali menang, 18 kali imbang, dan 7 kali kalah. 

Sejatinya, manajemen Bournemouth telah berupaya memberikan kontrak baru kepada Iraola. Namun, pelatih berusia 43 tahun ini memutuskan untuk tidak melakukannya. Ia meninggalkan Vitality Stadium setelah memberikan fondasi kuat sebagai tim yang bisa bersaing. Selama menukangi Bournemouth, Iraola mencatatkan 127 pertandingan di berbagai kompetisi. Bournemouth mampu memenangkan 48 laga, imbang 38 kali, dan mengalami 41 kekalahan.

3. Oliver Glasner pergi dari Crystal Palace usai juara Liga Konferensi Eropa

Oliver Glasner menutup cerita manis bersama Crystal Palace dengan memberikan gelar juara Liga Konferensi Eropa 2025/2026. Setelah 2,5 tahun di Selhurst Park, juru taktik berpaspor Austria ini memutuskan pergi dan memilih rehat sejenak setelah melatih Crystal Palace.

Sejak menukangi Crystal Palace pada awal 2024, Glasner memberikan nyawa baru terhadap tim ibu kota. Dari yang semula tim semenjana, Crystal Palace dibawanya kompetitif. Di Premier League, pencapaian terbaiknya adalah finis kesepuluh pada akhir musim 2023/2024.

Kendati performa naik turun, Glasner membawa mental juara ke dalam skuad Crystal Palace. Sejarah kemudian tercipta ketika Crystal Palace menjuarai Piala FA 2025. Ini merupakan trofi mayor perdana sepanjang berdirinya klub. Setelah itu, torehan ini dilengkapi dengan Community Shield. Terakhir, Glasner memberikan trofi Eropa pertama berupa Liga Konferensi.

Secara statistik, Glasner memimpin Crystal Palace memainkan 121 pertandingan di lintas kompetisi. Tercatat, Crystal Palace meraih 53 kemenangan, 33 keimbangan, dan 35 kekalahan. Kendati masa baktinya hanya singkat, Glasner meninggalkan Crystal Palace sebagai legenda.

4. Liverpool mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah musim yang naik turun

Liverpool memutuskan untuk memungkasi kerja sama dengan Arne Slot setelah musim berakhir. Ini tidak terlepas dari performa tim yang naik turun sepanjang musim 2025/2026. Sempat didukung penuh untuk bertahan, manajemen akhirnya mendepaknya. 

Kendati musim lalu inkonsisten, prestasi pada 2024/2025 tidak boleh dilupakan begitu saja. Juru taktik asal Belanda ini sukses membawa Liverpool juara Premier League pada musim debutnya. Dengan minim pembelian, Liverpool mampu meraih gelar liga yang ke-20. 

Keberhasilan tersebut membuat Liverpool belanja besar-besaran pada musim panas 2025. Sayangnya, Slot gagal memanfaatkannya untuk membawa Liverpool kompetitif. Slot meninggalkan Anfield setelah 2 tahun mengabdi dengan telah memimpin dalam 113 laga. Bersama Slot, Liverpool mencatatkan 66 kemenangan, 18 imbang, dan 29 kekalahan.

5. Marco Silva meninggalkan Fulham setelah 5 tahun mengabdi

Marco Silva memutuskan tidak memperpanjang kontraknya bersama Fulham. Setelah 5 tahun berada di Craven Cottage, sosok asal Portugal ini datang pada 2021 ketika Fulham bermain di Championship atau kasta kedua. Ia lalu membawa tim kembali promosi ke Premier League. 

Secara perlahan, Silva mengangkat performa Fulham dengan bermain konsisten hingga bersaing di zona Eropa. Kendati pada 2025/2026 hanya finis kesebelas, ini tak menihilkan perannya dalam 5 tahun terakhir. Tercatat, ia memimpin tim dalam 223 laga di seluruh ajang. Dari jumlah ini, Silva memberikan 104 kemenangan, 42 keimbangan, dan 83 kekalahan. 

Lima nama di atas telah meramaikan persaingan Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran  mereka memberikan warna tersendiri dan membantu klub yang dilatihnya kompetitif hingga mampu berprestasi. Menarik dinantikan karier para pelatih tersebut ke depannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article