Marie-Louise Eta, Pelatih Perempuan Pertama dalam Sejarah Bundesliga

- Marie-Louise Eta resmi ditunjuk sebagai pelatih interim Union Berlin pada April 2026, menjadi perempuan pertama yang melatih tim laki-laki di Bundesliga dan lima liga top Eropa.
- Eta memulai kariernya sebagai pemain sukses bersama Turbine Postdam, menjuarai Liga Champions Eropa Perempuan 2009/2010 dan tiga kali juara Bundesliga sebelum pensiun dini pada usia 26 tahun.
- Setelah meraih lisensi pelatih profesional DFB pada 2022, Eta meniti karier dari level junior hingga dipercaya menangani tim utama Union Berlin yang masih berjuang menghindari degradasi.
FC Union Berlin membuat gebarakan. Mereka menunjuk pelatih interim pengganti Stefan Baumgart yang dipecat pada 11 Aprill 2026. Manajemen Union Berlin mempercayakan posisi tersebut kepada Marie-Louise Eta. Ia menjadi pelatih perempuan pertama yang menangani tim laki-laki di Bundesliga Jerman dan sepak bola Eropa.
Eta mengemban tugas berat untuk mempertahankan posisi Union Berlin di papan tengah Bundesliga. Secara matematis, klub berjuluk Die Eisernen itu belum dipastikan selamat dari ancaman degradasi meski berjarak 8 poin dari peringkat ke-17, VfL Wolfsburg. Lantas, seperti apa rekam jejak karier kepelatihan Marie-Louise Eta?
1. Kiprahnya sebagai pesepak bola terbilang cukup sukses
Marie-Louise Eta lahir di Dresden pada 7 Juli 1991. Ia mengawali kariernya sebagai pesepak bola ketika membela tim perempuan Turbine Postdam. Eta dipromosikan ke tim senior Postdam kala berusia 17 tahun pada 2008/2009. Hanya butuh semusim, ia sukses menjadi bagian dari kesuksesan Postdam kala menjuarai Liga Champions Eropa Perempuan 2009/2010.
Eta kala itu bermain sebagai pemain pengganti dalam laga tersebut. Postdam mengalahkan tim kuat Eropa lainnya, Olympique Lyon, lewat adu penalti. Ia kemudian mengantarkan Postdam menjuarai Bundesliga perempuan dalam 3 tahun beruntun pada 2009--2011. Eta kemudian sempat membela beberapa klub Jerman, seperti Hamburger SV, Cloppenburg, dan Werder Bremen.
2. Pensiun sebagai pemain ketika berusia 26 tahun demi fokus berkarier sebagai pelatih pada 2018
Marie-Louise Eta memutuskan pensiun dini sebagai pemain ketika usianya baru menginjak 26 tahun pada 2018. Ia terakhir kali membela tim perempuan Werder Bremen. Keputusan Eta gantung sepatu lebih cepat demi bisa fokus membangun karier sebagai pelatih. Ia mengawali karier kepelatihannya ketika menjadi bagian dari tim pelatih Werder Bremen U-15. Eta lalu ditunjuk sebagai asisten pelatih tim perempuan Jerman U-15 yang kala itu ditangani Bettina Wiegmann.
Sembari menjadi asisten pelatih, Eta menyelesaikan program pelatihan dari asosiasi sepak bola Jerman, DFB, dan mendapatkan lisensi pelatih profesional pada 2022. Dilansir laman resmi Bundesliga, ia mengungkapkan tekadnya untuk membangun karier sebagai pelatih profesional dan menghadapi segala tantangan. Setelah mendapatkan lisensi, Eta bergabung dengan tim kepelatihan Jerman U-17.
3. Berawal dari asisten, Marie-Louise Eta menjabat sebagai pelatih interim Union Berlin pada April 2026
Marie-Louise Eta bergabung dengan tim kepelatihan Union Berlin pada musim panas 2023. Ia kala itu ditunjuk sebagai asisten Marco Grote untuk Union Berlin U-19. Eta dan Grote kemudian sempat menangani tim utama Union Berlin ketika Urs Fischer hengkang pada November 2023. Ketika Union Berlin menunjuk Nenad Bjelica sebagai pelatih kepala, Eta tetap dipertahankan sebagai asisten pelatih sampai Sebastian Bonig kembali dari cuti.
Ia sempat meninggalkan Union Berlin setelah kontraknya tidak diperpanjang pada Juni 2024. Eta kemudian melakoni profesi sebagai pelatih individual untuk sepak bola perempuan pada Juli 2024--Juni 2025. Ia kembali ke Union Berlin sebagai pelatih kepala untuk tim U-19 pada musim panas 2025. Setelah manajemen klub memecat Stefan Baumgart, Eta secara mengejutkan diangkat sebagai pelatih interim untuk tim utama pada April 2026.
Dilansir laman resmi Bundesliga, Eta mengaku senang telah diberikan kepercayaan manajemen Union Berlin untuk menangani tim utama sampai akhir 2025/2026. Ia menegaskan posisi Union Berlin belum aman dari ancaman degradasi sehingga tim perlu bekerja keras dan saling berkolaborasi. Sayangnya, debut Eta sebagai pelatih interim tidak begitu cemerlang usai Union Berlin menelan kekalahan 1-2 dari Wolfsburg pada pekan 30 Bundesliga 2025/2026 pada 18 April 2026.
Marie-Louise Eta menciptakan sejarah sebagai pelatih perempuan pertama yang menangani tim utama laki-laki di lima liga top Eropa. Ia membuktikan kesempatan melatih tim utama sepak bola laki-laki terbuka kepada siapapun tanpa memandang jenis kelamin. Eta menjadi inspirasi bagi pelaku sepak bola perempuan yang bermimpi untuk menjadi pemain dan melanjutkan karier sebagai pelatih usai gantung sepatu.
















