PSV Eindhoven hanya meraih seri pada partai pembuka Eredivisie Belanda 2026/2027, Sabtu (8/8/2026). Juara bertahan itu bermain 2-2 dengan Fortuna Sittard di kandang, Philips Stadion. Salah satu catatan dari penampilan PSV pada laga ini adalah skema 3-4-3 yang mereka gunakan. Lantas, seperti apa nasib formasi tersebut setelah hasil yang mengecewakan?
Menanti Nasib Skema 3-4-3 di PSV Eindhoven pada 2026/2027

1. PSV Eindhoven imbang dengan Fortuna setelah sempat tertinggal dan berbalik unggul
PSV Eindhoven imbang 2-2 dengan Fortuna Sittard pada laga perdana Eredivisie 2026/2027 setelah sempat tertinggal dan berbalik unggul. Mereka kecolongan gol Ole Romeny pada menit 42. Ryan Flamingo membantu striker Timnas Indonesia itu mendapatkan gol. Bek tengah PSV tersebut menanduk bola untuk memberikan backpass kepada kipernya, Matej Kovar. Namun, eksekusinya terlalu lemah sehingga Romeny mampu mencurinya.
Tim asuhan Peter Bosz kemudian menyamakan kedudukan usai Flamingo menyundul umpan sepak pojok Ivan Perisic pada menit 55. Mereka lantas memimpin 2-1 berkat aksi Noah Fernandez menuntaskan serangan balik dengan cip pada menit 74. Sayangnya, PSV akhirnya gagal menang akibat tendangan Edouard Michut beberapa detik sebelum laga usai. Gelandang asal Prancis itu menghajar second ball di luar kotak penalti.
2. Pemain PSV sering kehilangan bola di area sepertiga lapangan sendiri
PSV Eindhoven mungkin menelan kekalahan pada pertandingan perdana di Eredivisie 2026/2027 andai Fortuna Sittard lebih klinis pada babak pertama. Sebab, performa defensif mereka memang begitu buruk pada periode tersebut. Sebelum kecolongan gol Ole Romeny pada menit 42, gawang PSV bahkan lebih dulu kebobolan oleh pemain yang sama pada menit ketujuh. Beruntung, Romeny offside saat menerima umpan dari Yassin Oukili. Namun, yang perlu dicatat, peluang gagal Fortuna itu berasal dua umpan keliru Ruben van Bommel di area sepertiga permainan sendiri.
Kesalahan seperti yang dilakukan Van Bommel lantas terulang dua kali. Beberapa detik setelah momen tersebut, Fernandez menerima bola dari Matej Kovar dan langsung memindahkan permainan ke kiri. Namun, umpannya bisa dipotong Mohammed Ihattaren dan berujung dengan tembakan tepat sasaran. Kovar berhasil menepis bola ke luar lapangan. Pada menit 17, giliran Paul Wanner yang kehilangan bola di area yang sama. Beruntungnya, Kovar lagi-lagi mampu mengamankan tembakan Ihattaren. Kali ini, ia menangkapnya dengan sempurna.
Tiga eror itu seakan mengindikasikan ketidaknyamanan para pemain PSV dalam menguasai bola di wilayah depan kotak penalti sendiri. Mereka seolah tidak terbiasa melakukannya. Sebagai catatan, PSV sebetulnya sudah bermain dengan skema 3-4-3 6 hari sebelum berjumpa Fortuna. Mereka berhadapan dengan AZ Alkmaar untuk melakoni laga Johan Cruyff Shield. Namun, PSV harus tampil dengan sepuluh orang dari menit 9 akibat Joey Veerman yang mendapat kartu merah. Mereka pun akhirnya kalah 0-4 dan tidak sempat mengaplikasikan formasi anyar tersebut secara maksimal.
3. Kodai Sano dan Filip Kostic menjadi solusi PSV untuk bermain dengan skema 3-4-3
Dalam konferensi pers setelah mengawali Eredivisie 2026/2026 dengan imbang 2-2 versus Fortuna Sittard, Peter Bosz menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan skema 3-4-3 yang tengah dicobanya. Juru taktik asli Belanda itu menyatakan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para pemainnya murni merupakan eror individu dan bukan dampak dari sistem yang berubah. Noah Fernandez mengamini ucapan pelatihnya. Winger asal Belgia ini sama sekali tidak merasa kagok dengan sistem anyar. Menurutnya, ia dan rekan-rekan setimnya sudah mengetahui tugas masing-masing dan memang telah melatihnya sepanjang pramusim.
Intensi Bosz pun bisa dilihat dari perekrutan Kodai Sano. Mereka memboyong gelandang bertahan asal Jepang itu dari NEC Nijmegen. Earnest Stewart yang menjabat Direktur Sepak Bola PSV mengungkapkan, klub memang telah memantau Sano cukup lama. Mereka menilainya sebagai sosok paling sesuai untuk memainkan peran pemain nomor 6. Selain gelandang bertahan, PSV juga merekrut wing-back kiri baru agar skema 3-4-3 yang direncanakan Bosz berjalan. Mereka memilih Filip Kostic yang didapat secara gratis usai dilepas Juventus. Namun, Sano dan Kostic tidak dapat bermain dalam laga kontra Fortuna karena masalah administrasi yang belum tuntas.
Bosz berhasil membawa PSV menjuarai Eredivisie dalam 3 musim terakhir. Ia melakukannya dengan pakem 4-2-3-1 atau 4-3-3. Bosz lantas mengirim sinyal bakal mengubah gaya bermainnya menjadi 3-4-3 pada 2026/2027 ini. Sayangnya, percobaan pertama mereka gagal usai hanya imbang 2-2 dengan Fortuna Sittard. Oleh karenanya, menarik untuk menantikan perkembangan tersebut. Terlebih setelah Kodai Sano dan Filip Kostic bisa bermain.
Curated For You
- 5 Fakta Colo-Colo, Klub Papan Atas Chile yang Merekrut Vozinha09 Agu 2026, 19:14 WIB
- Alasan Leeds United Pecahkan Rekor Transfer untuk James Trafford09 Agu 2026, 18:14 WIB
- 3 Tim Promosi Premier League 2026/2027, Ada yang Dilatih Frank Lampard09 Agu 2026, 17:14 WIB