Selain karena usianya yang belia, kehadiran Thiago Pitarch juga membuat Real Madrid segar secara taktik. Mereka kini memiliki tambahan karakter di lini tengah. Pitarch tidak seperti Aurelien Tchouameni atau Eduardo Camavinga yang bertipe bertahan. Ia berbeda dengan Jude Bellingham atau Federico Valverde yang merupakan box-to-box. Pitarch juga bukan seorang playmaker layaknya Arda Guler. Jika harus menyebut nama, ia mirip dengan Toni Kroos, salah satu sosok di balik kemunduran Real Madrid akibat keputusannya pensiun pada 2024.
Gaya bermain serta statistik menunjukkan, Pitarch memang tipe gelandang yang menjalankan tugas menjaga keseimbangan. Dilansir Fotmob, ia menorehkan akurasi umpan 90,2 persen (367) di LaLiga dan 92,5 persen (98) di Liga Champions pada 2025/2026. Gambaran lainnya, Pitarch sangat jarang menyentuh bola di penalti lawan. Ia cuma melakukannya 15 kali dari total 625 sentuhan. Pitarch juga tercatat cuma 7 kali melakukan dribble sukses di LaLiga dan 1 kali di UCL. Namun, dua assist kontra Athletic Club pada 23 Mei 2026 merupakan sinyal kuat kreativitasnya.
Alvaro Arbeloa tidak akan lagi menukangi Real Madrid pada 2026/2027. Sejumlah laporan menyebut, kursi pelatih bakal diisi Jose Mourinho. Nasib Pitarch pada 2026/2027 pun menjadi salah satu hal yang menarik untuk ditunggu. Apakah ia tetap mendapat kesempatan atau justru bakatnya tersia-siakan?