Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Jadon Sancho Tak Kunjung Menemukan Klub Baru?

potret stadion Old Trafford, kandang Manchester United (unsplash.com/colinandmeg)
potret stadion Old Trafford, kandang Manchester United (unsplash.com/colinandmeg)
Intinya sih...
  • Negosiasi gaji jadi masalah utama Jadon Sancho sulit menemukan klub baru.
  • Reputasi Jadon Sancho meredup akibat inkonsistensi performa dan terlalu selektif.
  • Alotnya negosiasi dengan AS Roma makin membuat masa depan Jadon Sancho menggantung.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jadon Sancho memulai karier profesionalnya dengan reputasi mentereng berkat performa gemilang di Borussia Dortmund. Manchester United membelinya pada 2021 dengan biaya 73 juta pound sterling (Rp1,59 triliun) dengan harapan ia menjadi solusi kreatif di lini sayap. Namun, kini situasinya berubah drastis dengan Sancho yang terjebak dalam ketidakpastian.

Bursa transfer musim panas 2025 menjadi gambaran kebuntuan kariernya. Tawaran dari klub-klub peminat datang silih berganti, tetapi tak ada kesepakatan yang tercapai. Di tengah berbagai spekulasi, masa depan pemain berusia 25 tahun ini semakin sulit diprediksi. Apa faktor yang membuat Sancho kesulitan menemukan klub baru?

1. Negosiasi gaji jadi masalah utama Jadon Sancho sulit menemukan klub baru

Dilansir The Mirror, Jadon Sancho memiliki kontrak hingga 2026 dengan gaji sekitar 250.000 pound sterling (Rp5,4 miliar) per minggu. Jika bertahan di Old Trafford, Manchester United harus menanggung biaya total sekitar 35 juta pound sterling (Rp766,6 miliar) per tahun hanya untuk gajinya. Beban finansial ini membuat banyak klub ragu untuk melangkah lebih jauh dalam negosiasi.

AS Roma, Juventus, dan Atletico Madrid termasuk klub yang sempat menunjukkan ketertarikan, tetapi mundur setelah menghitung konsekuensi finansial. Struktur gaji yang tinggi, ditambah biaya tambahan berupa komisi agen, menjadikan transfer Sancho tidak ekonomis bagi klub-klub tersebut. Situasi ini membuat kesepakatan peminjaman pun sulit terwujud.

Sancho sendiri enggan menerima pemotongan gaji besar meski ada peluang untuk bermain lebih reguler di tempat lain. Chelsea dan Napoli sempat masuk dalam pembicaraan, tetapi negosiasi gagal karena perbedaan pandangan soal nilai kontrak. Faktor ini memperkuat anggapan masalah gaji merupakan penghalang utama dalam saga transfernya.

2. Reputasi Jadon Sancho meredup akibat inkonsistensi performa dan terlalu selektif

Sejak bergabung dengan Manchester United pada 2021, Jadon Sancho gagal memenuhi ekspektasi besar yang melekat kepadanya. Konflik internal dengan Pelatih Erik ten Hag pada 2023/2024 membuatnya terisolasi dari skuad utama dan kembali dipinjamkan kepada Borussia Dortmund. Situasi itu berlanjut saat ia menghabiskan 2024/2025 di Chelsea.

Meski mencatatkan 5 gol dan 10 assist di Stamford Bridge, performanya dianggap belum cukup untuk mengembalikan reputasinya sebagai salah satu winger terbaik. The Blues bahkan memilih membayar penalti 5 juta pound sterling (Rp109,5 miliar) daripada mempermanenkan statusnya. Catatan tersebut menjadi sinyal kepercayaan terhadap kualitasnya mulai memudar.

Keputusan Sancho untuk menolak tawaran dari Roma dan Besiktas juga mengundang kritik. Banyak pihak menilai, sikap selektifnya dalam memilih klub justru mempersempit peluangnya untuk kembali bermain reguler. Penurunan kepercayaan publik dan pelatih turut memengaruhi psikologi Sancho yang menghambat kebangkitannya.

3. Alotnya negosiasi dengan AS Roma makin membuat masa depan Jadon Sancho menggantung

Manchester United secara aktif berupaya melepas Jadon Sancho secara permanen demi mengurangi beban finansial. Tawaran konkret datang dari AS Roma senilai 20 juta pound sterling (Rp438,05 miliar), tetapi kesepakatan personal dengan sang pemain hingga saat ini belum tercapai. Situasi ini membuat masa depannya semakin tidak menentu menjelang penutupan bursa transfer.

Bayern Munich sempat dikabarkan mempertimbangkan opsi untuk mendatangkan Sancho. Namun, peluang tersebut semakin kecil karena minimnya waktu, tingginya biaya transfer, serta gaji yang harus ditanggung. Hal ini membuat opsi bertahan di Old Trafford menjadi kemungkinan terbesar bagi pemain berusia 25 tahun itu.

Jika Sancho tetap di Manchester United, risiko tidak mendapatkan menit bermain sangat besar. Pilihan lainnya yaitu mencari peluang di liga nonelite atau mencoba jalur kebangkitan di kompetisi seperti Serie A Italia, sebagaimana dialami para mantan pemain Premier League sebelumnya. Apa pun keputusan yang diambilnya, langkah berikutnya akan sangat menentukan apakah ia bisa kembali ke level permainan tertinggi.

Perjalanan karier Jadon Sancho kini menjadi ironi. Berawal dari wonderkid di Borussia Dortmund hingga menemui kebuntuan di Manchester United. Dengan waktu yang kian menipis untuk membalikkan keadaan, masa depannya masih penuh tanda tanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Hafizhuddin
EditorMuhammad Hafizhuddin
Follow Us