Penyerang murni seperti Viktor Gyokeres biasanya menghabiskan sebagian besar waktunya menunggu bola di dalam kotak penalti. Namun, Mikel Arteta tidak sekadar mencari pencetak gol, tetapi seorang penggerak yang sanggup menaikkan level permainan tim. Kai Havertz dianggap memenuhi kriteria ini karena ia aktif terlibat dalam tiap fase penyerangan Arsenal.
Ia pandai menarik perhatian bek tengah lawan keluar dari posisinya untuk menciptakan celah berbahaya. Umpan dan pergerakan tanpa bolanya memudahkan Martin Odegaard, Bukayo Saka, dan Christos Tzolis agar bisa masuk menusuk ke area penalti. Cara bermain Havertz ini terbukti membuat variasi serangan Arsenal menjadi lebih sulit ditebak.
Kehadiran Havertz memberi keseimbangan penting saat The Gunners kehilangan bola dan harus langsung bertahan. Kemampuannya menutup ruang dengan cepat sulit ditandingi oleh penyerang bergaya konvensional. Rotasi posisinya yang cair saat menyerang juga menjaga ritme permainan tim tetap stabil sepanjang laga.
Pandit Sky Sports, Jamie Carragher sempat menegaskan pentingnya peran Havertz dalam sistem permainan Arsenal. Menurutnya, dibutuhkan penyerang kelas dunia dengan kemampuan serbabisa untuk menggeser Havertz dari tim utama. Pandangan ini membuktikan betapa krusialnya posisi Havertz di bawah arahan Arteta saat ini.
Pilihan Mikel Arteta menjadikan Kai Havertz sebagai penyerang utama terbukti menjadi langkah taktis yang tepat dan matang. Kerja keras serta kecerdasannya membaca permainan menjadi alasan kuat mengapa ia begitu diandalkan di lini serang Arsenal.