GP Bahrain sejatinya masuk sebagai seri keempat pada kalender balap Formula 1 2026. GP Bahrain dijadwalkan melangsungkan pekan balap pada 10--12 April 2026. Namun, Pekan balap itu batal digelar lantaran konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Tidak hanya GP Bahrain yang gagal digelar pada April 2026. GP Arab Saudi juga terkena imbas akibat konflik. Alhasil, Formula 1 tidak mengisi kekosongan selama bulan tersebut.
Peluang GP Bahrain atau Arab Saudi kembali ke kalender balap musim ini terbuka pada Juni 2026. Ketika itu, Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan kerangka kerja untuk gencatan senjata. Situasi tersebut membawa angin segar bagi Formula 1, mengingat sejumlah peralatan milik kejuaraan masih berada di Bahrain setelah digunakan saat tes pramusim pada Februari. Akan tetapi, situasi berubah pada awal Juli.
Konflik kembali pecah di Timur Tengah menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan gencatan senjata telah berakhir. Praktis, rencana melangsungkan balapan di Bahrain International Circuit pun pupus. Formula 1 harus mengambil langkah cepat untuk menentukan kelanjutan GP Bahrain. Apalagi, para tim balap membutuhkan kepastian rencana perjalanan sebelum jeda musim panas.
Permintaan untuk menjadi tuan rumah balapan Formula 1 mengalami peningkatan sejak 2017. Ini memberi mereka sejumlah pendekatan untuk memutuskan sirkuit pengganti. Salah satu yang faktor yang menentukan adalah aspek geografis.
Faktor itulah yang turut memengaruhi pemilihan Sirkuit Sepang sebagai tuan rumah GP Bahrain. Penerbangan dari Kuala Lumpur ke Singapura hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Selain itu, lokasi Sirkuit Sepang juga dekat dengan bandara International Kuala Lumpur. Hal ini jelas membantu tim dalam mengangkut logistik di tengah padatnya jadwal triple-header.