Mengenal Turnamen di Bawah Naungan FIFA selain Piala Dunia

- FIFA mengelola turnamen regional dan lintas benua dalam jeda internasional, sehingga klub profesional wajib melepas pemain tim nasional dan kualitas pertandingan meningkat.
- FIFA Arab Cup menjadi turnamen regional pertama yang dikelola penuh FIFA sejak 2021, sementara FIFA Series mempertemukan empat negara dari konfederasi berbeda di lokasi terpusat.
- FIFA ASEAN Cup akan digelar perdana pada 24 September–5 Oktober 2026 dengan 14 peserta; SAFF Championship juga menjajaki kerja sama FIFA untuk masuk kalender resmi.
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) aktif menggagas dan mengelola berbagai turnamen, termasuk kompetisi regional, agar masuk agenda resmi jeda internasional (FIFA International Match Window). Lewat status resmi, klub-klub profesional di seluruh dunia wajib melepas pemain mereka untuk membela tim nasional masing-masing sekaligus meningkatkan level pertandingan. Apa saja ajang tersebut?
1. FIFA Arab Cup jadi pelopor turnamen regional yang dikelola induk organisasi sepak bola dunia
FIFA Arab Cup adalah pelopor turnamen regional yang dikelola langsung FIFA. Dilansir Al Jazeera, kejuaraan ini mempertemukan negara-negara anggota Uni Asosiasi Sepak Bola Arab (UAFA) yang tersebar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Selama dalam naungan UAFA (1963–2012), Arab Cup dihelat sebanyak sembilan kali.
Edisi perdana yang dikelola penuh FIFA digelar di Qatar pada Desember 2021 sebagai uji coba kesiapan tuan rumah menjelang Piala Dunia 2022. Melihat antusiasme penonton dan kualitas persaingan yang sangat tinggi, FIFA secara resmi mengadopsi Arab Cup sebagai turnamen 4 tahun sekali. Turnamen ini menjadi panggung adu gengsi tim-tim kuat seperti Aljazair, Maroko, Mesir, hingga Qatar.
FIFA Arab Cup 2021 dimenangi Aljazair setelah mengalahkan Tunisia dengan skor 2-0 di final. Sedangkan, pada 2025, Maroko meraih gelar juara berkat kemenangan 3-2 atas Yordania pada laga puncak. Qatar sendiri menjadi tuan rumah FIFA Arab Cup pada 2021–2033.
2. FIFA Series mempertemukan tim-tim dari benua lain dalam sebuah turnamen terpusat
Meski tidak terbatas pada satu kawasan geografi, FIFA Series menjadi inisiatif terbaru FIFA dalam menggelar turnamen yang diadakan di satu tempat (centralized venue). Turnamen ini mempertemukan 4 negara dari konfederasi atau kawasan yang berbeda dalam 1 grup selama jeda internasional. Dilansir situs resmi FIFA, tujuan utama FIFA Series adalah memberikan kesempatan bertanding bagi tim-tim yang sebelumnya sangat jarang bertemu. Contohnya, wakil Asia Tenggara akhirnya berkesempatan menghadapi tim asal Afrika, Eropa, bahkan Karibia.
Edisi perdana FIFA Series ini diluncurkan pada Maret 2024 di beberapa negara tuan rumah, yakni Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka. Lalu, edisi kedua berlangsung pada akhir Maret 2026 di 8 negara dengan melibatkan 34 tim dari 6 konfederasi. Indonesia sendiri berpartisipasi di FIFA Series 2026 sebagai tuan rumah dan peserta. Tim asuhan John Herdman tersebut menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis sebelum ditaklukkan Bulgaria 0-1 pada laga final yang berlangsung di Jakarta.
3. FIFA ASEAN Cup terbilang istimewa karena diadakan pada masa jeda internasional
Yang terbaru tentu saja FIFA ASEAN Cup, kompetisi sepak bola internasional di kawasan Asia Tenggara yang digagas dan diselenggarakan langsung FIFA. Berbeda dengan ASEAN Championship (dulu Piala AFF), turnamen ini diadakan pada masa jeda internasional. Ini membuat klub wajib melepas para pemainnya untuk membela tim nasional, sesuatu yang selama ini sulit terjadi di ASEAN Championship.
Dilansir situs resmi FIFA, edisi perdana FIFA ASEAN Cup digelar pada 24 September–5 Oktober 2026. Pesertanya terdiri dari 14 negara dan terbagi ke 2 divisi (Division 1 dan Division 2). Indonesia dan Hong Kong ditunjuk sebagai tuan rumah turnamen ini. Selain diikuti negara-negara anggota Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF), kompetisi ini juga menghadirkan tim-tim undangan, yakni Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong. FIFA ASEAN Cup sendiri diharap bisa mendongkrak kualitas sepak bola Asia Tenggara, termasuk persaingan antarnegara di kawasan tersebut.
4. SAFF Championship sedang menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan FIFA untuk turnamen regional
Keberhasilan FIFA Arab Cup dan FIFA ASEAN Cup membuat Federasi Sepak Bola Asia Selatan (SAFF) berencana menempuh hal serupa. Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan kualitas persaingan, nilai komersial, serta eksposurnya di panggung internasional. Selama ini, kawasan Asia Selatan memang kesulitan mengembangkan sepak bola.
Ekspansi ini membuat turnamen SAFF Championship tak hanya diikuti negara-negara di kawasan Asia Selatan. Mereka sedang meraba potensi melibatkan tim-tim undangan dari kawasan lain. Keterlibatan FIFA menjadi kunci utama untuk memastikan kompetisi tersebut masuk kalender resmi pertandingan internasional. Dengan demikian, klub-klub profesional wajib melepas pemain bintang mereka ke tim nasional. Melalui kolaborasi dengan FIFA, SAFF optimistis dapat mendongkrak standar sepak bola Asia Selatan sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif bagi negara-negara anggotanya.
Kehadiran turnamen-turnamen lain yang dinaungi langsung FIFA menjadi inovasi menarik. Pemain bintang dijamin tersedia sebab kewajiban klub melepas para mereka pada jeda internasional
membuat kualitas pertandingan ikut meningkat. Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah tujuannya murni untuk meningkatkan kualitas sepak bola atau demi bisnis?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















