Nasib Carrick di Manchester United Masih Belum Jelas

Manajemen Manchester United belum memutuskan masa depan Michael Carrick setelah rapat darurat dengan Jason Wilcox dan Omar Berrada; ia masih menyiapkan tim menghadapi Chelsea.
MU mempertimbangkan Antonio Conte, Julian Nagelsmann, Eddie Howe, dan Unai Emery sebagai pengganti Carrick. Howe didukung Wilcox dan Jim Ratcliffe, sedangkan Christopher Vivell memilih Nagelsmann.
Eks kapten Gary Neville menilai krisis MU bersifat fundamental karena sejumlah pemain dianggap kurang profesional, tak disiplin menjaga pola hidup, dan bersikap tak sepadan dengan kualitasnya.
Jakarta, IDN Times - Michael Carrick hingga kini belum jelas nasibnya di Manchester United. Sampai sekarang, manajemen MU belum menetapkan apakah Carrick akan dipecat atau tidak.
Manajemen MU terkesan masih hati-hati dalam menentukan masa depan Carrick. Sebab, dengan statusnya sebagai legenda, Carrick sangat disayang oleh suporter. Selain itu, manajemen MU juga masih memikirkan apakah memecat Carrick menjadi opsi paling tepat atau justru menghambat perkembangan klub.
1. Ikut rapat darurat, tetap siapkan tim jelang lawan Chelsea

Bek Manchester United, Harry Maguire, bereaksi usai gagal menang atas Everton (AFP / Peter Powell) Carrick sudah bertemu dengan jajaran direksi MU dalam rapat darurat yang digelar di Carrington, Senin (26/10/2026) siang waktu setempat. Dia berdiskusi dengan Direktur Sepak bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada.
Dalam pembicaraan itu, Carrick memberikan klarifikasi atas apa yang terjadi di MU. Hingga, dilansir The Independent, sampai sekarang Carrick masih menjadi manajer MU dan menyiapkan tim untuk menghadapi Chelsea akhir pekan ini.
2. Eddie Howe jadi kandidat terkuat?
Sejauh ini, ada empat kandidat yang dibidik oleh MU untuk menggantikan Carrick. Mereka adalah Antonio Conte, Julian Nagelsmann, Eddie Howe, hingga Unai Emery. Namun, penunjukkan salah satu dari mereka masih harus dibahas secara mendalam terkait kultur, gaya main, hingga pencapaian dari masing-masing kandidat dengan klub sebelumnya.
Dilansir i Paper, Howe digadang-gadang menjadi kandidat terkuat sebagai manajer anyar MU. Howe merupakan pilihan favorit dari Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox.
Munculnya Howe juga sesuai dengan preferensi pemilik saham MU, Sir Jim Ratcliffe. Sejak awal, Ratcliffe meminta agar manajer baru MU merupakan orang Inggris atau dari Britania Raya. Dia meyakini MU seharusnya dipimpin oleh talenta kepelatihan lokal terbaik.
Namun, rencana Wilcox tak sepenuhnya disetujui oleh jajaran petinggi MU lainnya. Kepala Perekrutan MU, Christopher Vivell, justru lebih suka dengan Nagelsmann. Vivell memang sudah tak asing dengan Nagelsmann karena pernah bekerja dengannya di Red Bull Leipzig.
3. Salahnya di pemain?
Krisis yang melanda Manchester United dianggap oleh eks kaptennya, Gary Neville, sudah merasuk secara fundamental. Bagi Neville, MU terpuruk karena para pemainnya tidak bisa bersikap profesional dan gagal menjaga kualitas masing-masing.
Menurut Neville para pemain MU tak bisa bersikap semestinya baik di dalam dan luar lapangan. Ada nilai-nilai yang hilang dari para pemain MU, dari sudut pandang Neville, dan tak sesuai dengan skuad di masa lalu.
Neville menilai ada beberapa pemain MU yang tidak menunjukkan perilaku profesional di luar lapangan. Sejumlah pemain, dinilai Neville, tidak cukup disiplin dalam menjaga pola hidup, mulai dari waktu istirahat hingga pilihan makanan sehari-hari.
"Saya tinggal di Manchester dan tahu beberapa dari mereka tidak begitu profesional. Ada beberapa pemain yang tidak tidur pada waktu yang tepat, makan sembarangan, dan kurang memikirkan MU dalam kehidupan mereka," ujar Neville, dilansir ESPN.
Bukan cuma hidup sembarangan, Neville juga melihat ada beberapa pemain yang bertingkah di luar batas kewajaran. Dari pandangannya, mereka merasa istimewa, padahal belum menunjukkan kualitas yang sepadan dengan sikapnya.
"Beberapa dari mereka bertingkah seolah mereka Raja William, padahal bukan. Mereka bukan siapa-siapa," kata Neville


















