Timnas Putri Iran Dicap Pengkhianat Usai Tak Nyanyikan Lagu Kebangsaan

- Pemain Timnas Putri Iran dicap pengkhianat setelah tidak menyanyikan lagu kebangsaan saat laga melawan Korea Selatan di Piala Asia Putri 2026, memicu kecaman publik Iran.
- FIFPro meminta FIFA dan AFC turun tangan karena pernyataan presenter TV Iran dianggap mengancam keselamatan para pemain ketika mereka kembali ke negaranya.
- Meski akhirnya menyanyikan lagu kebangsaan di laga berikutnya, muncul dugaan bahwa para pemain dipaksa, sementara tim menegaskan fokus mereka hanya pada sepak bola.
Jakarta, IDN Times - Para pemain Timnas Putri Iran menerima label kurang enak saat berlaga di Piala Asia Putri 2026. Mereka dicap pengkhianat ketika tak menyanyikan lagu kebangsaan saat laga melawan Korea Selatan, pada 2 Maret 2026.
Label ini muncul setelah presenter Televisi Nasional Iran, Mohammad Reza Shahbazi, mengungkapkannya ke publik. Reza menyatakan mereka tak memiliki rasa patriotisme dan aksinya merupakan titik terendah dari rasa hormat atas apa yang terjadi di sebuah negara.
"Izinkan saya bicara, pengkhianat selama masa perang harus berurusan dengan hal-hal serius. Siapa pun yang melawan negara ini harus menderita. Ini berlaku pula untuk Timnas Putri Iran yang tak mau menyanyikan lagu kebangsaan," kata Reza dalam siarannya, dilansir Al Jazeera.
1. FIFPro minta FIFA dan AFC bertindak
Pernyataan ini langsung direspons oleh Federasi Pemain Profesional Dunia, FIFPro. Mereka menyatakan apa yang diucapkan Reza merupakan ancaman atas keamanan para pemain Timnas Putri Iran. Mereka berharap agar FIFA dan AFC bisa bertindak demi menjaga keselamatan Timnas Putri Iran ketika kembali ke negaranya.
"Pernyataan ini secara signifikan meningkatkan fokus pada keselamatan pemain ketika mereka kembali. Kami meminta AFC dan FIFA agar berkomunikasi dengan Federasi Sepak Bola Iran, Pemerintah Australia, dan otoritas relevan lainnya, agar mereka selamat," begitu pernyataan FIFPro.
2. Ada indikasi dipaksa menyanyikan lagu kebangsaan
Timnas Putri Iran sebenarnya sudah menyanyikan lagu kebangsaan di laga kedua Piala Asia. Jelang melawan Australia, Kamis (5/3/2026), para pemain akhirnya mau bernyanyi ketika lagu kebangsaan diputar.
Tapi, dilansir CNN, ada indikasi para pemain Timnas Putri Iran dipaksa untuk menyanyikannya. Mereka berada di bawah pengawasan tim keamanan yang terhubung dengan Garda Revolusi Iran.
3. Sejak awal fokus sepak bola
Saat turnamen berlangsung, sebenarnya Timnas Putri Iran telah menegaskan fokusnya hanya pada sepak bola. Ketika ditanya oleh jurnalis mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, moderator langsung mengalihkan pertanyaan dan meminta agar yang dilayangkan hanya seputar turnamen, bukan politik.
Pelatih Timnas Putri Iran, Marziyeh Jafari, juga menolak berkomentar. Jafari menegaskan, timnya datang ke Australia murni untuk kepentingan sepak bola.
"Saya rasa kita tidak seharusnya membahas topik ini sekarang. Tim datang ke turnamen ini, yang sangat penting bagi sepak bola wanita, dan saya pikir kita sebaiknya beralih ke pertanyaan berikutnya," ujar Jafari dilansir ABC News.

















