Pembelaan Inter Miami Usai Pertemuan Kontroversial dengan Trump

- Inter Miami menuai kritik setelah bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, di tengah situasi politik panas akibat agresi ke Iran bersama Israel.
- Pelatih Javier Mascherano menegaskan pertemuan itu hanya membahas sepak bola dan merupakan tradisi bagi tim juara Major League Soccer untuk berkunjung ke Gedung Putih.
- Mascherano menjelaskan kunjungan tersebut sudah dijadwalkan lama, menjadi bagian dari tur padat tim yang justru mempererat kekompakan pemain selama perjalanan panjang musim ini.
Jakarta, IDN Times - Inter Miami menjadi sorotan usai bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih, pada Jumat pagi WIB (6/3/2026). Mereka dikecam sejumlah pihak lantaran menghadiri undangan Trump, yang baru saja melancarkan agresi ke wilayah Iran bersama Israel.
Pelatih Inter Miami, Javier Mascherano, meluruskan momen tersebut. Mascherano mengklaim, Inter Miami dan Trump hanya membahas sepak bola sepanjang pertemuan.
"Saya rasa kami cuma bicara soal sepak bola," kata Mascherano dilansir Miami Herald.
1. Bagian dari tradisi MLS?
Mascherano menyatakan pertemuan dengan Trump, yang berstatus Presiden Amerika Serikat, juga merupakan tradisi di Major League Soccer. Jika ada tim yang juara, biasanya diundang ke Gedung Putih.
Penyelenggaraan pertemuan ini, menurut pria Argentina tersebut, sudah direncanakan jauh-jauh hari, apalagi bertepatan dengan jadwal Inter Miami main di Washington.
"Kami patuh pada protokol, yang secara tradisi, mengharuskan ke Gedung Putih saat menjadi juara. Ini sudah direncanakan lama, tepat ketika kami main di Washington. Kami di sana cuma beberapa jam, lihat-lihat Gedung Putih, gak lama. Kontak bersama Presiden Trump cuma sebatas yang ada di televisi, gak lebih dari itu," ujar Mascherano.
2. Inter Miami lewati perjalanan panjang
Kunjungan ke Washington sebenarnya bak neraka buat jalur perjalanan Inter Miami. Sebelum ke Washington, mereka sudah menyambangi Los Angeles, Puerto Rico, dan Orlando. Ditambah, Inter Miami main di Baltimore setelah dari Gedung Putih.
"Kami cukup dewasa untuk mengerti ada satu hal yang tak perlu dikaitkan dengan lainnya. Kami sadar sejak awal, musim ini akan sangat kompleks karena harus main lima laga dengan perjalanan jauh. Kunjungan ke Gedung Putih sudah direncanakan satu setengah atau dua bulan lalu. Mungkin, kunjungan ke Puerto Rico sangat melelahkan karena itu seharusnya di pramusim. Tapi, kami harus memenuhi kewajiban," kata Mascherano.
3. Jadi keuntungan?
Bagi Mascherano, perjalanan panjang justru menjadi keuntungan karena Inter Miami bisa lebih padu. Dia merasa justru para pemain lebih sering bertemu ketika The Herons menjadi musafir, ketimbang saat berada di Miami.
"Pemain jadi lebih sering jumpa, saling berbagi setiap harinya karena di Miami kami tak sering melakukannya. Ada keuntungan juga karena atmosfer tim jadi terjaga dan kami harus memanfaatkannya," kata Mascherano.

















