Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hidangan Ramadan Favorit Pemain Manchester City

4 Hidangan Ramadan Favorit Pemain Manchester City
ilustrasi stadion Manchester City (unsplash.com/markmcneillphotography)
Intinya Sih
  • Para pemain Manchester City merayakan Ramadan dengan hidangan khas dari negara asal mereka, menciptakan suasana ruang ganti yang penuh keberagaman budaya dan cita rasa.
  • Omar Marmoush menikmati sup orzo, Rayan Ait-Nouri memilih brik renyah, Rayan Cherki menyukai makroud manis, sementara Abdukodir Khusanov berbuka dengan blinchik hangat.
  • Makanan-makanan ini bukan sekadar pengisi energi setelah puasa, tetapi juga simbol identitas dan kenangan rumah bagi para pemain di tengah kehidupan sepak bola profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ramadan selalu punya cara unik untuk menyatukan banyak hal, termasuk soal makanan. Bagi para pesepak bola kelas dunia yang tiap minggu berlari di stadion megah, momen berbuka bahkan bisa tetap sederhana lewat segenggam tradisi dari kampung halaman. Di ruang ganti Manchester City yang kosmopolitan, misalnya, para pemain datang dari berbagai budaya. Saat azan magrib tiba pada bulan puasa, meja makan mereka berubah menjadi peta kuliner dunia.

Sebagian memilih sup hangat, sebagian lagi camilan manis yang mengingatkan masa kecil. Ada makanan jalanan Afrika Utara, kue khas Maghreb, hingga hidangan rumahan Asia Tengah. Menariknya, makanan-makanan ini bukan sekadar pengisi energi setelah seharian berpuasa, melainkan juga potongan kecil identitas mereka.

1. Sup Orzo favorit Omar Marmoush

Nama Omar Marmoush mungkin identik dengan kecepatan di area sayap dan penyelesaian tajam di kotak penalti. Namun, saat Ramadan tiba, pemain asal Mesir ini punya ritual sederhana. Dia kerap berbuka dengan semangkuk sup orzo hangat. Orzo adalah pasta kecil berbentuk seperti beras yang sering muncul dalam masakan Timur Tengah dan Mediterania.

Sup ini biasanya dimasak dengan kaldu ayam atau daging, tomat, dan rempah ringan seperti kayu manis atau lada hitam. Teksturnya ringan, tetapi cukup mengenyangkan. Ia cocok untuk perut yang baru saja melewati belasan jam berpuasa. Bagi Marmoush, hidangan ini punya rasa khas rumah, jenis makanan yang sering hadir di meja keluarga saat Ramadan di Kairo.

Pemain harus sangat berhati-hati dengan pola makan di dunia olahraga profesional. Sup orzo memberi kombinasi karbohidrat, cairan, dan protein yang mudah dicerna sebelum latihan malam atau pertandingan. Tidak heran jika makanan sederhana ini sering jadi starter pack buka puasa bagi pemain yang hidupnya diatur jadwal latihan superketat.

2. Brik renyah pilihan Rayan Ait-Nouri

Bagi Rayan Ait-Nouri, berbuka puasa tanpa brik terasa seperti pertandingan tanpa penonton. Brik adalah makanan jalanan legendaris dari Tunisia dan Aljazair berupa lembaran pastry tipis yang diisi telur, tuna, kentang, atau daging, lalu digoreng hingga renyah. Saat digigit, kuning telur yang masih sedikit cair meledak dengan rasa gurih yang luar biasa.

Hidangan ini sering muncul di meja Ramadan karena mudah dibuat dan sangat memuaskan setelah puasa panjang. Bayangkan tekstur garing di luar, lembut di dalam, dengan aroma rempah yang hangat. Bagi banyak keluarga Afrika Utara, suara “kriuk” brik saat digigit adalah soundtrack tidak resmi berbuka puasa.

Ait-Nouri sendiri membutuhkan energi cepat setelah magrib sebagai bek sayap yang terkenal eksplosif. Brik menyediakan karbohidrat dari pastry dan protein dari isian telur atau tuna. Dalam istilah ilmiah nutrisi olahraga, ini seperti bahan bakar cepat untuk otot, versi kuliner dari menekan tombol boost.

3. Makroud manis andalan Rayan Cherki

Jika ada satu pemain yang membawa sentuhan flair ke lapangan, maka itu adalah Rayan Cherki. Gaya bermainnya penuh trik dan kreativitas dan selera makan saat Ramadannya juga tidak jauh berbeda. Dia menyukai makroud, kue manis khas Maghreb yang berbahan dasar semolina dan kurma.

Makroud biasanya berbentuk berlian kecil, digoreng atau dipanggang, lalu disiram madu hangat. Bagian luarnya sedikit renyah sementara bagian dalamnya lembut dengan rasa kurma yang kaya. Kombinasi semolina, kurma, dan madu menjadikannya sumber energi alami yang sangat populer selama Ramadan.

Dari sudut pandang sains makanan, kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh. Itulah sebabnya banyak atlet muslim memulai berbuka puasa dengan sesuatu yang manis. Bagi Cherki, makroud bukan hanya dessert, melainkan juga jembatan kecil antara kehidupan sepak bola modern dan tradisi keluarga Afrika Utara.

4. Blinchik hangat kesukaan Abdukodir Khusanov

Di sisi lain ruang ganti Manchester City, ada sentuhan Asia Tengah dari Abdukodir Khusanov. Bek muda ini tumbuh dengan berbagai hidangan khas Uzbekistan. Salah satu favoritnya saat Ramadan adalah blinchik. Secara sederhana, blinchik adalah crepe tipis ala Eurasia yang bisa diisi berbagai bahan.

Isinya bisa manis seperti madu, selai, atau krim keju, tetapi versi gurih dengan daging cincang juga populer. Teksturnya lembut, sedikit kenyal, dan sangat nyaman di perut setelah puasa panjang. Hidangan ini sering dibuat dalam jumlah banyak sehingga keluarga bisa berkumpul dan makan bersama.

Blinchik menawarkan fleksibilitas nutrisi untuk atlet profesional. Jika diisi protein seperti daging atau keju, maka ia membantu pemulihan otot setelah latihan. Jika diisi madu atau selai, maka ia berubah menjadi sumber energi cepat. Blinchik adalah versi kuliner dari mengganti mode defense ke attack.

Ramadan mengingatkan kepada banyak orang bahwa para pemain elite yang tampil di stadion megah tetap membawa potongan kecil rumah di dalam diri mereka. Sepiring makanan sederhana bisa memanggil kembali aroma dapur ibu, suara keluarga di meja makan, atau kenangan masa kecil sebelum dunia sepak bola menjadi begitu besar bagi mereka. Di ruang ganti Manchester City, sup orzo, brik, makroud, dan blinchik bukan lagi sekadar hidangan. Mereka telah menjelma sebagai cerita tentang identitas dan tradisi yang ikut berlari bersama para pemain yang menyukainya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More