Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Musim AC Monza Bermain di Serie A sebelum 2026/2027

4 min read
3 Musim AC Monza Bermain di Serie A sebelum 2026/2027
ilustrasi pendukung (unsplash.com/Ahmet Kurt)
  • AC Monza debut di Serie A 2022/2023 setelah promosi lewat play-off, lalu finis peringkat 11 dengan 52 poin di bawah Raffaele Palladino.
  • Pada 2023/2024, Monza turun ke posisi 12 dengan 45 poin; tren tanpa kemenangan dalam sembilan laga terakhir menghambat target perbaikan.
  • Monza menjadi juru kunci dan degradasi pada 2024/2025, memicu penjualan klub kepada Beckett Layne Ventures; mereka kembali promosi untuk Serie A 2026/2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

AC Monza merupakan salah satu kontestan di Serie A Italia 2026/2027. Mereka berstatus sebagai tim promosi. I Biancorossi naik kasta via play-off. Sebelum musim ini, terdapat tiga edisi ketika klub yang terbentuk 1912 tersebut bertarung di liga domestik teratas.

  1. 1. Monza berakhir di posisi sebelas di Serie A 2022/2023

    Meski sudah eksis lebih dari 100 tahun, AC Monza baru bisa mencicipi Serie A pada 2022/2023. Mereka meraih tiket promosi usai mengalahkan Brescia dan Pisa pada play-off Serie B 2021/2022. Keberhasilan Monza naik ke kasta teratas tidak terlepas karena pergantian pemilik yang terjadi pada 2018. Klub dibeli oleh Silvio Berlusconi, sosok yang menguasai AC Milan pada 1986—2017. Seperti halnya di AC Milan, Berlusconi lantas memercayakan pos Chief Executive Officer (CEO) kepada Adriano Galliani.

    Kondisi finansial yang relatif sehat serta pengalaman matang Berlusconi dan Galliani membuat Monza begitu agresif pada bursa transfer musim panas 2022. Mereka tercatat merekrut hingga 23 personel anyar. Naas, mereka selalu kalah dalam lima pertandingan pertama. Setelah imbang 1-1 dengan Lecce pada pekan keenam, manajemen lantas mengambil langkah cepat dengan memecat Giovanni Stroppa. Mereka kemudian memilih pelatih lokal yang baru berusia 38 tahun bernama Raffaele Palladino.

    Palladino sendiri sebetulnya bukanl sosok asing bagi Monza. Ia sebelumnya menukangi tim U-19 mereka. Pria yang berasal dari Mugnano di Napoli itu juga pensiun sebagai pemain di klub pada 2019. Perubahan ini terbukti jitu. Palladino membawa Monza menang 1-0 atas Juventus pada laga debutnya. Mereka tercatat pula mampu menaklukkan Inter Milan dan Napoli. Monza pada akhirnya menutup musim di posisi sebelas. Mereka mengumpulkan 52 poin dari 14 kemenangan, 10 keimbangan, dan 14 kekalahan.

  2. 2. Monza turun ke peringkat 12 di Serie A 2023/2024

    Hasil pada 2022/2023 membuat AC Monza menyambut Serie A 2023/2024 dengan begitu optimis. Raffaele Palladino pun mengatur ulang skuadnya demi mencapai posisi yang lebih tinggi. Klub merekrut permanen enam pemain yang mereka pinjaman pada musim sebelumnya, yaitu Matteo Pessina, Andrea Petagna, Gianluca Caprari, Pablo Mari, Alessio Cragno, dan Armando Izzo. Mereka lantas menambah sepuluh personel anyar.

    Monza lantas berhadapan dengan Inter Milan pada partai pembuka. Mereka tidak mampu membuat kejutan seperti pada musim sebelumnya sehingga kalah 0-2. Meski begitu, hasil melawan Inter tersebut merupakan 1 dari 2 kekalahan saja yang mereka rasakan dari 8 pertandingan pertama. Sisanya, Monza menang atas Empoli (2-0), Sassuolo (1-0), serta Salernitana (3-0) dan imbang dengan Lecce (1-1), Lazio (1-1), serta Bologna (0-0).

    Sayangnya, Monza gagal memenuhi target. Mereka turun satu peringkat ke posisi 12 di klasemen akhir Serie A 2023/2024. Perolehan poin Monza juga berkurang menjadi 45 angka. Mereka tercatat meraih 11 kemenangan, 12 keimbangan, dan menelan 15 kekalahan. Kemunduran ini disebabkan tren buruk dalam sembilan pertandingan terakhir. Monza tidak pernah menang dengan sembilan di antaranya kalah.

  3. 3. AC Monza menjadi juru kunci di Serie A 2024/2025

    Setelah 2 musim yang tenang di Serie A, AC Monza harus menerima kenyataan terlempar dari kompetisi ini pada 2024/2025. Mereka bahkan terdegradasi sebagai juru kunci. Monza cuma bisa mengumpulkan 18 poin dari hasil 3 kemenangan, 9 keimbangan, dan 26 kekalahan. Mereka berjarak hingga 16 angka dari zona aman dan sudah dipastikan turun kasta ketika masih memiliki tiga laga.

    Kehancuran Monza sebetulnya sudah terlihat dari awal musim. Mereka ditinggal Raffaele Palladino yang memilih pindah ke Fiorentina. Manajemen lantas menggantikannya dengan Alessandro Nesta. Sayangnya, reputasi Nesta sebagai pemain dan pelatih sangat berbeda. Anggota Timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut tidak pernah melatih di Serie A sebelum menukangi Monza.

    Terdegradasinya Monza di Serie A 2024/2025 juga sekaligus menjadi akhir dari era kepemilikan Keluarga Berlusconi. Mereka menjualnya kepada perusahaan asal Amerika Serikat, Beckett Layne Ventures. Sebagai catatan, Berlusconi sendiri sudah tidak ada ketika momen ini terjadi. Ia bahkan hanya menyaksikan Monza berlaga di Serie A pada 2022/2023. Berlusconi meninggal pada 12 Juni 2023.

    Kini, Monza berhasil kembali ke Serie A. Namun, mereka masih terseok-seok per pekan kelima. Tim asuhan Ivan Juric itu berada di posisi 16 dengan 4 poin dari hasil 1 kemenangan, 1 keimbangan, dan 3 kekalahan. Lantas, bakal seperti apa nasib Monza pada akhir Serie A 2026/2027?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More