Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Musim Pertama saat Everton Berakhir di Atas Liverpool di EPL

3 Musim Pertama saat Everton Berakhir di Atas Liverpool di EPL
ilustrasi stadion (unsplash.com/pauloferrari)
Intinya Sih
  • Everton hanya tiga poin di bawah Liverpool pada pekan ke-31 EPL 2025/2026 dan berpeluang finis lebih tinggi dari rival sekotanya itu.
  • Dalam era Premier League, Everton hanya tiga kali menutup musim di atas Liverpool: 2004/2005, 2011/2012, dan 2012/2013.
  • Pada ketiga musim tersebut, Everton dilatih David Moyes dan berhasil unggul tipis di klasemen akhir meski tidak selalu menang dalam derby Merseyside.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Everton masih berpeluang berakhir di atas Liverpool di English Premier League (EPL) 2025/2026. Mereka memang berada di posisi 8 per pekan 31, tertinggal 3 peringkat dari rivalnya di Merseyside itu. Namun, The Toffees hanya berjarak tiga angka dari The Reds yang memiliki 49 poin.

Terbentuk pada 1878, Everton berusia 14 tahun lebih tua dari Liverpool. Namun, dalam perkembangannya, mereka kalah sukses. Pada era EPL, dari 34 musim yang sudah tuntas hingga 2024/2025, baru ada tiga edisi ketika Everton mampu melewati Liverpool di klasemen akhir.

1. Everton berakhir di posisi 4 di Premier League 2004/2005, sedangkan Liverpool di peringkat 5

Musim pertama ketika Everton berhasil berakhir di atas Liverpool di Premier League terjadi pada 2004/2005. Everton mengamankan tempat keempat dengan 61 poin dan Liverpool berada tepat di bawahnya dengan 58 angka. Hasil ini membuat Everton lolos ke ronde ketiga fase kualifikasi Liga Champions Eropa (UCL) 2005/2006. Namun, mereka gagal melaju ke babak grup karena kalah dari Villarreal dengan agregat 2-4. Sementara itu, Liverpool melakukannya secara otomatis. Sebab, mereka berstatus sebagai juara bertahan kompetisi terbesar antarklub Benua Biru tersebut.

Everton dan Liverpool saling mengalahkan dalam dua pertemuan di EPL 2004/2005. Everton menang berkat gol tunggal Lee Carsley di Goodison Park pada pekan 17 (11/12/2004). Liverpool lantas membalas 2-1 di Anfield pada pekan 30 (19/3/2005). Mereka mencetak gol melalui Steven Gerrard dan Luis Garcia, sedangkan Everton memperkecil kekalahan lewat aksi Tim Cahill. Sebagai catatan, 2004/2005 merupakan musim debut Liverpool dilatih Rafael Benitez. Sementara, Everton menjalani tahun keempatnya bersama David Moyes.

2. Everton menempati posisi 7 di Premier League 2011/2012 dan Liverpool di peringkat 8

Setelah 2004/2005, Everton baru bisa kembali melampaui Liverpool di klasemen akhir Premier League pada 2011/2012. Tim yang masih dilatih David Moyes ini lagi-lagi berada tepat di atas tetangganya. Everton menduduki posisi 7 dengan 56 poin dan Liverpool ada di peringkat 8 dengan 52 angka. Sayangnya, perolehan itu tidak menghasilkan tiket kompetisi Eropa apa pun bagi Everton pada 2012/2013. Sementara, Liverpool lolos ke Liga Europa berkat menjuarai Piala Liga Inggris.

Meski mampu meraih posisi yang lebih tinggi, Everton selalu kalah dalam dua pertarungan dengan Liverpool di EPL 2011/2012. Mereka bahkan gagal mencetak satu gol pun ke gawang tim yang dilatih Kenny Dalglish tersebut. Everton kalah 0-2 di Goodison Park pada pekan ketujuh (1/10/2011) akibat gol dari Andy Carroll dan Luis Suarez. Mereka kemudian tumbang 0-3 ketika melawat ke Anfield pada pekan 26 (13/3/2012). Steven Gerrard mencetak hattrick.

3. Everton bertengger di posisi 6 di Premier League 2012/2013, sedangkan Liverpool di peringkat 7

Everton berada di atas Liverpool untuk 2 musim beruntun di Premier League 2012/2013. Keduanya sama-sama naik satu peringkat dari edisi sebelumnya. Everton menetap di posisi 6 dengan 63 poin dan Liverpool ada di bawanya dengan selisih 2 angka. Everton tetap dilatih David Moyes. Sementara, Liverpool menunjuk Brendan Rodgers untuk menggantikan Kenny Dalglish.

Keduanya selalu imbang dalam dua pertemuan di EPL 2012/2013. Everton ditahan 2-2 di Anfield pada pekan sembilan (28/10/2012). Mereka tertinggal dua gol dulu akibat bunuh diri Leighton Baines dan aksi Luis Suarez sebelum menyamakan kedudukan lewat Leon Osman dan Steven Naismith. Everton dan Liverpool lantas seri tanpa gol di Anfield pada pekan ke-36 (5/5/2013).

Sebelum era EPL, Everton tercatat 18 kali berakhir di atas Liverpool di klasemen akhir kompetisi teratas sepak bola Inggris. Itu terjadi pada 1901/1902, 1903/1904, 1906/1907, 1908/1909, 1910/1911, 1911/1912, 1914/1915, 1923/1924, 1927/1928, 1931/1932, 1932/1933, 1933/1934, 1938/1939, 1962/1963, 1964/1965, 1969/1970, 1984/1985, dan 1986/1987. Akankah situasi seperti ini terulang pada penghujung 2025/2026 nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More