Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nada Sumbang Soal Dihilangkannya Official Training di Super League

Nada Sumbang Soal Dihilangkannya Official Training di Super League
Pemain Java United FC menjalani latihan jelang pertandingan Super League 2026/2027. (dok. JUFC)
  • Regulasi Super League 2026/27 mengganti kewajiban official training dengan familiarisasi stadion bagi tim tamu pada H-1 pertandingan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 35.
  • Familiarisasi dibatasi maksimal 30 menit, tanpa aktivitas latihan atau sepatu bola; tim tamu harus mengajukan jadwal kepada tuan rumah paling lambat H-2.
  • Pelatih Persita Carlos Pena dan PSM Darije Kalezic mengkritik perubahan ini karena latihan di stadion lawan dinilai penting untuk adaptasi lapangan dan persiapan laga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dihapuskannya kewajiban official training (OT) di stadion pertandingan menjadi hal baru di Super League 2026/27. Namun, nada-nada sumbang soal hal ini mulai bermunculan.

Official training merupakan sesi latihan resmi yang lazimnya digelar tim pada H-1 laga. Bagi tim tamu, agenda ini menjadi kesempatan untuk beradaptasi dengan stadion dan kondisi lapangan yang akan digunakan saat pertandingan.

Namun, tradisi tersebut tidak lagi menjadi kewajiban dalam Regulasi Super League 2026/27. Mereka menguah aturan soal official training jadi familiarisasi stadion.

  1. 1. Termaktub dalam pasal 35 regulasi Super League 2026/27

    jufc, java united, latihan
    Pemain Java United FC menjalani latihan jelang pertandingan Super League 2026/2027. (dok. JUFC)

    Berdasarkan Pasal 35 Regulasi Super League 2026/27, official training diganti familiarisasi stadion. Berdasarkan aturan ini, tim tamu hanya diperbolehkan melakukan familiarisasi di stadion pada H-1 pertandingan.

    Familiarisasi tersebut dibatasi maksimal 30 menit. Klub juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas latihan, termasuk official training, dan hanya diizinkan menggunakan sepatu jogging.

  2. 2. Dua pelatih Super League angkat suara

    Darije Kalezic saat memimpin latihan PSM Makassar di musim 2019.
    Darije Kalezic saat memimpin latihan PSM Makassar jelang bertemu Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar pada musim 2019. (dok. Ofisial PSM Makassar/Ahmad Alia)

    Aturan ini mendapat sorotan dari pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena. Dia mengeluhkan hilangnya kesempatan untuk menjalani official training di stadion lawan.

    Menurut Pena, tim tamu membutuhkan kesempatan untuk beradaptasi dengan stadion yang akan digunakan dalam pertandingan. Terlebih, mencari lapangan latihan di Indonesia tidak selalu mudah.

    "Dalam hal persiapan, saya tidak suka gagasan untuk tak memiliki official training di stadion tandang. Karena menurut saya itu tidak baik bagi tim yang bermain tandang," kata Pena pada Jumat (4/6/2026) lalu.

    Keberatan serupa disampaikan pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic. Menurutnya, kesempatan berlatih di stadion sehari sebelum pertandingan memiliki arti penting bagi tim yang akan bertanding.

    Kalezic bahkan menilai akan lebih baik jika klub tuan rumah tetap memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk menjalani latihan di stadion.

    "Jika Anda bertanya apakah itu baik atau buruk, saya lebih suka memberikan keramahtamahan kepada klub tamu di stadion kami untuk berlatih. Dan bagi kami juga penting untuk berlatih di stadion malam sebelum pertandingan," ujar Kalezic.

    Bagi Kalezic, latihan di stadion pada malam sebelum pertandingan juga penting bagi timnya. Dia lebih memilih adanya official training dibandingkan hanya melakukan familiarisasi tanpa aktivitas latihan.

  3. 3. Hilangnya kesempatan untuk beradaptasi

    Latihan PSM Makassar di awal musim 2026/2027.
    Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic (kedua kanan) memimpin latihan perdana di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said/nz)

    Dengan tidak adanya kewajiban bagi tuan rumah untuk menyediakan stadion sebagai lokasi official training, tim tamu kehilangan kesempatan untuk berlatih sekaligus menjajal kondisi lapangan pertandingan.

    Padahal, familiarisasi dengan stadion selama ini menjadi bagian penting dalam persiapan tim sebelum menjalani laga tandang. Kesempatan tersebut dapat membantu pemain beradaptasi dengan kondisi lapangan.

    Aturan mengenai familiarisasi stadion tercantum dalam Pasal 35 Regulasi Super League 2026/27. Berikut ketentuannya:

    Familiarisasi Stadion

    - Klub tamu diperbolehkan melakukan familiarisasi di stadion venue pertandingan pada H-1 pertandingan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan lapangan. Waktu familiarisasi tidak boleh berlangsung lebih dari 30 menit dan dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan jadwal kick-off. Klub tamu mendapat prioritas dalam hal pemilihan waktu atau dapat memilih waktu lain yang disepakati.

    - Selama melakukan familiarisasi stadion, klub tidak diperbolehkan melakukan aktivitas latihan, termasuk official training.

    - Klub hanya diizinkan melakukan familiarisasi stadion dengan menggunakan sepatu jogging dan tidak diperbolehkan menggunakan sepatu bola.

    - Jika memungkinkan, klub tuan rumah dapat menyediakan stadion untuk familiarisasi sesuai dengan waktu yang ditentukan klub tamu. Klub tamu wajib menyampaikan jadwal familiarisasi stadion kepada klub tuan rumah selambat-lambatnya H-2 pelaksanaan familiarisasi tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More