NCFS 2026, Konferensi Akademik Demi Pengembangan Sepak Bola Nasional

- NCFS 2026 di Bandung mempertemukan 40 peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk menghubungkan riset dengan kebutuhan sepak bola Indonesia.
- Presenter dari berbagai kampus membahas performa, fisiologi, kedokteran olahraga, kepelatihan, psikologi, teknologi, nutrisi, manajemen, hingga industri sepak bola.
- PSSI menilai rekomendasi NCFS sebelumnya sudah diterapkan, termasuk statistik berbasis AI di lapangan sepak bola, serta mendorong riset olahraga konsisten setiap tahun.
Jakarta, IDN Times - Konferensi sepak bola terbesar di Indonesia, National Conference of Football and Science, kembali digelar pada Sabtu (5/9/2026) hingga kemarin, di Pasundan Convention Hotel, Bandung. NCFS kali ini bertemakan Integrating Science and Elite Performance Towards National Football Glory, yang mempertemukan 40 peneliti, akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan sepak bola untuk membuka ruang kolaborasi antara hasil penelitian serta kebutuhan nyata di lapangan.
Sebanyak 40 presenter dari berbagai institusi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), STKIP, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), memaparkan hasil risetnya.
Diharapkan hasil riset yang mencakup empat tema, Football Performance, Physiology, and Conditioning; Football Sports Medicine, Biomechanics, and Rehabilitation; Football Coaching, Psychology, and Talent Development; serta Technology, Nutrition, Management, and Football Industry, bisa berkontribusi terhadap pengembangan sepak bola Indonesia.
Salah satu presenter dalam konferensi kali ini adalah Profesor Robbie Wilson dari The University of Queensland, Australia. Wilson memaparkan bagaimana tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pengembangan sepak bola nasional.
"Bagi saya, hal yang paling penting adalah, acara ini memberi kesempatan kepada saya untuk memahami beberapa tantangan unik yang dihadapi sepak bola Indonesia sekaligus melihat bagaimana sepak bola Indonesia dapat berkembang di masa depan. Dan bagi saya, merupakan sebuah kehormatan bisa memberikan sedikit ide tentang bagaimana sepak bola Indonesia dapat berkembang ke depannya," kata Wilson, dalam keterangannya.
1. Harus ada rekomendasi dari sisi sains
Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus pendiri Grha Gemah Nusa Foundation, Ratu Tisha Destria, NCFS bisa melanjutkan kontribusinya atas pengembangan sepak bola nasional. Sebab, pada dua edisi sebelumnya di 2024 dan 2025, berbagai masukan dan rekomendasi sudah diterapkan ke sepak bola nasional, baik dari level industri hingga pengembangan.
"Dari hasil NCFS yang awal saat ini diinisiasi di Jambi, itu menurut saya legasinya luar biasa. Karena di Jambi sekarang berdiri pusat penelitian sepak bola, dan akan digarap, khususnya mungkin di area Sumatra. Beberapa data untuk implementasi penelitian yang nantinya akan kami butuhkan oleh pusat penelitian itu di bawah Universitas Jambi," kata Tisha.
2. Sudah ada yang diterapkan di dunia nyata
Pada edisi 2025, peserta terbaik NCFS telah mempresentasikan implementasi statistik berbasis pada akal imitasi (AI). Kini, rekomendasi itu sudah diterapkan di industri sepak bola Indonesia.
"Saya pantau, mereka bekerja sama dengan Pancoran Soccer Field (PSF) di beberapa lapangannya untuk mengimplementasikan hasil risetnya. Sehingga, orang-orang yang bermain bola bisa juga mendapatkan data pribadi sendiri dan bisa membantu pelatihnya," kata Tisha.
3. Diharapkan bisa terus berjalan
Perempuan yang juga alumnus program FIFA Master itu berharap perkembangan riset olahraga di Indonesia bisa lebih luas. Dengan begitu, olahraga di Indonesia tak hanya berkembang dari sudut pandang praktisi, namun juga akademisi.
"Jadi harapannya ini bisa konsisten terus kita jalankan, sehingga tiap tahunnya itu ada paper-paper yang kemudian turun menjadi warna-warna baru di industri keolahragaan," kata Tisha.




















