4 Pemain yang Dipinjam Crystal Palace pada Musim Panas 2026

- Crystal Palace meminjam Honest Ahanor dari Atalanta hingga Juni 2027 untuk menambah opsi bek tengah, bek kiri, dan gelandang kiri dalam skuad Pierre Sage.
- Axel Disasi datang dari Chelsea guna memperkuat jantung pertahanan, sementara Evann Guessand memperpanjang pinjaman dari Aston Villa hingga Juni 2027 dengan opsi pembelian.
- Dario Osorio dipinjam dari FC Midtjylland hingga Juni 2027 dengan opsi pembelian, menambah kreativitas sayap lewat dribel, cut-inside, dan umpan kaki kiri.
Crystal Palace bergerak aktif memanfaatkan bursa transfer musim panas 2026 demi memperkuat kedalaman skuad menghadapi ketatnya persaingan Premier League 2026/2027. Opsi meminjam pemain menjadi langkah efisien yang diambil manajemen klub untuk mengisi beberapa posisi krusial. Berikut empat pemain yang dipinjam Crystal Palace pada bursa transfer musim panas 2026.
1. Honest Ahanor (Atalanta) dipinjam untuk memperkuat sektor pertahanan Crystal Palace
Crystal Palace berhasil memboyong Honest Ahanor dari Atalanta dengan status pinjaman pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain muda asal Italia ini akan bermarkas di Selhurst Park hingga Juni 2027. Peminjaman Ahanor ke Crystal Palace terbilang unik karena sebenarnya sang pemain telah resmi menjadi pemain Chelsea pada tenggat bursa transfer musim panas 2026. Karena regulasi Premier League yang melarang sebuah klub meminjam dua pemain dari klub yang sama, Atalanta secara formal meminjamkan Ahanor ke Crystal Palace untuk musim ini sebelum ia resmi ke Chelsea tahun depan.
Ahanor diproyeksikan bersaing sekaligus melapisi Chadi Riad dan Chris Richard di lini belakang The Eagles. Selain berposisi asli sebagai bek tengah, fleksibilitas taktikalnya memungkinkan sang pemain dipasang sebagai bek kiri dan gelandang kiri. Bukan hanya mengandalkan kekuatan, dia juga dibekali kecepatan untuk membantu serangan dari sisi sayap serta disiplin tinggi saat bertahan. Dengan postur 184 cm, dirinya sanggup bersaing dalam duel-duel fisik di area pertahanan. Di bawah skema permainan Pierre Sage yang mengandalkan intensitas tinggi, Ahanor dinilai cocok dengan kebutuhan tim.
2. Axel Disasi (Chelsea) dipinjam untuk memperdalam kedalaman bek tengah sekaligus mendapat menit bermain
Terdepak dari pilihan utama di Stamford Bridge, Axel Disasi akhirnya mengamankan kepindahan ke Crystal Palace pada bursa transfer musim panas 2026. Langkah ini dipandang sangat strategis bagi Crystal Palace untuk menjaga stabilitas lini belakang mereka. Disasi diproyeksikan langsung menjadi pilar penting di jantung pertahanan bersama Jaydee Canvot dan pemain yang musim depan akan menjadi milik Chelsea, Honest Ahanor.
Sebelumnya, Disasi diboyong Chelsea dari AS Monaco dengan nilai transfer mencapai 45 juta euro (sekitar Rp782 miliar) pada musim panas 2023 dan diikat kontrak panjang hingga Juni 2029. Pemain kelahiran Gonesse ini awalnya kerap menjadi andalan utama di lini belakang The Blues. Dengan tinggi badan mencapai 190 cm, dirinya sangat dominan dalam duel udara dan memiliki ketenangan saat membangun serangan dari lini belakang. Namun, perubahan gaya bermain dan ketatnya persaingan bek tengah di Chelsea membuat menit bermainnya berkurang. Kondisi tersebut memicu keputusannya untuk dipinjamkan kepada Aston Villa, West Ham United, dan kini menyeberang ke Crystal Palace demi mendapatkan menit bermain reguler. Selama membela Chelsea, pemain berkebangsaan Prancis ini mencatatkan 61 penampilan dengan sumbangan 5 gol dan 2 assist di seluruh kompetisi.
3. Evann Guessand (Aston Villa) dipinjam untuk menambah daya dobrak di lini depan Crystal Palace
Evann Guessand sepakat untuk memperpanjang masa peminjamannya di Crystal Palace satu musim penuh dan berlaku hingga Juni 2027 beserta opsi pembelian. Sebelumnya, penyerang asal Pantai Gading ini dipinjamkan Aston Villa kepada Crystal Palace sejak paruh kedua musim 2025/2026. Pemain kelahiran Ajaccio ini diprediksi akan memudahkan skema Pierre Sage karena mampu beroperasi sebagai penyerang sayap kanan maupun penyerang tengah. Kehadirannya akan memberikan persaingan ketat bagi Ismaila Sarr dan Eddie Nketiah.
Selama separuh musim berseragam Crystal Palace, Guessand mampu menjawab kepercayaan dengan penampilannya yang terbilang cukup positif di Selhurst Park. Guessand sukses mengemas 14 penampilan dengan sumbangan 2 gol dan 1 assist dalam rentang masa peminjaman tersebut. Kehadirannya memberikan variasi taktik yang berharga bagi pelatih Palace waktu itu, Oliver Glasner, sekaligus membuktikan daya jelajah dan ketajamannya di lini depan The Eagles.
4. Dario Osorio (FC Midtjylland) dipinjam untuk meningkatkan kreativitas di sisi sayap penyerangan
Guna menambah daya gedor dan kreativitas dari sektor sayap, Crystal Palace turut merekrut Dario Osorio dari FC Midtjylland dengan status pinjaman pada musim panas 2026. Pemain muda asal Cile ini dipinjam selama satu musim penuh hingga Juni 2027 yang dilengkapi opsi pembelian permanen di akhir musim. Osorio diprediksi akan memperkaya variasi serangan bagi skuad The Eagles berkat kemampuannya menyisir sisi kanan lapangan dan menusuk ke area tengah.
Sebelumnya, Osorio didatangkan FC Midtjylland dari klub Chile, Universidad de Chile, pada bursa transfer musim panas 2023 dengan biaya 5,2 juta euro (sekitar Rp90 miliar) serta kontrak yang berlaku sampai Juni 2028. Pemain kelahiran Hijuelas, Cile, ini berhasil mencuri perhatian di Liga Denmark berkat kelincahan dribel, kemampuan melakukan cut inside, serta memberikan umpan matang yang memanjakan dengan kaki kirinya.
Perkembangan pesat Osorio di Denmark membuatnya dilirik banyak klub top Eropa sebelum akhirnya memilih Crystal Palace. Berbekal kemampuan individu dan keberanian melakukan duel satu lawan satu, dia diharapkan sanggup memberikan dampak instan bagi lini serang The Eagles. Selama membela FC Midtjylland, pemain berkebangsaan Cile ini berhasil membukukan total 121 penampilan dengan catatan 25 gol dan 18 assist di semua kompetisi.
Kehadiran keempat pemain pinjaman ini menjadi langkah taktis Crystal Palace untuk memperdalam kedalaman skuad di setiap lini tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam. Berkat kombinasi pemain berpengalaman dan bakat muda potensial, Pierre Sage kini memiliki amunisi yang jauh lebih fleksibel untuk membawa The Eagles tampil konsisten dan bersaing di Premier League 2026/2027.




















