Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Nomor Punggung 42 Manchester City sebelum Antoine Semenyo

ilustrasi logo Manchester City
ilustrasi logo Manchester City (unsplash.com/supergios)
Intinya sih...
  • Yaya Toure merupakan legenda Manchester City yang ikonis dengan nomor punggung 42, membawa tim tampil gemilang dan mempersembahkan tiga trofi English Premier League.
  • Bradley Wright-Phillips, jebolan akademi Manchester City, minim menit bermain karena persaingan ketat di lini serangan dan akhirnya dijual ke Southampton.
  • Glenn Whelan hanya bermain sekali bersama Manchester City sebelum dipinjamkan dan dilepas karena faktor persaingan ketat di lini tengah dan minim pengalaman.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manchester City menambah tenaga baru di lini serangan dengan merekrut Antoine Semenyo pada musim dingin 2026. Pemain berpaspor Ghana ini ditebus dari Bournemouth seharga 64 juta pound sterling atau sekitar Rp1,47 triliun. Ia dikontrak 5,5 tahun hingga 2031 mendatang.

Semenyo memilih nomor punggung 42 untuk berkarier di Etihad Stadium. Bisa dibilang, nomor ini jarang digunakan di Manchester City. Hanya ada tiga pemain yang pernah mengenakan nomor punggung 42 di Manchester City sebelum Antoine Semenyo. Siapa saja?

1. Yaya Toure menjadi pemain penting pada awal pembangunan Manchester City

Yaya Toure merupakan salah satu legenda Manchester City. Pemain asal Pantai Gading ini datang ketika masa awal pembangunan tim pada 2010 lalu. Manchester City merekrutnya dari Barcelona dengan harga mahal bagi seorang gelandang senilai 24 juta pound sterling atau Rp549 miliar. Sejak kedatangannya, ia ikonis dengan nomor punggung 42 di Manchester City. 

Kendati mahal, Toure menunjukkan bahwa dirinya pantas dihargai dengan nominal tersebut. Ia menjelma sebagai pemain penting di lini tengah Manchester City. Tercatat, ia berada di Etihad Stadium hingga 2018. Selama 8 tahun, ia membuat 316 penampilan di berbagai ajang. Sosoknya sebagai gelandang serbabisa membuatnya produktif dengan 86 gol dan 45 assist. 

Bukan hanya itu, Toure juga berperan besar terhadap terbukanya keran prestasi bagi Manchester City. Ia membawa tim tampil gemilang hingga bisa mempersembahkan tiga trofi English Premier League kepada publik Etihad Stadium. Torehan ini dilengkapi dengan juara kompetisi domestik lainnya, yakni 3 Piala Liga Inggris, 1 Piala FA, dan 1 Community Shield.

2. Bradley Wright-Phillips minim menit bermain karena ketatnya persaingan lini serangan

Bradley Wright-Phillips adalah jebolan akademi Manchester City. Ia mampu menembus tim utama pada 2004. Ini tidak terlepas dari performa gemilangnya di reserve team Manchester City pada 2003/2004. Ia lalu melakoni debutnya pada 6 Desember 2004. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak gol untuk Manchester City. 

Sejak debutnya, Wright-Phillips tampil dengan nomor punggung 42. Debutnya yang menjanjikan tersebut membuat dirinya mendapatkan banyak kesempatan. Meski begitu, ia masih sering bermain sebagai pemain pengganti. Kala itu, Kevin Keegan sebagai pelatih memberinya kepercayaan. Musim debutnya pada 2004/2005, ia memainkan 17 pertandingan. 

Pada musim keduanya, Wright-Phillips kesulitan tampil reguler. Ia kalah bersaing dengan nama besar macam Robbie Fowler, Andy Cole, dan Darius Vassell. Sebagai pemain muda, ia minim menit bermain meski mampu mencatatkan 23 penampilan. Kondisi ini membuatnya masuk daftar jual Manchester City pada musim panas 2006. Ia lalu dijual kepada Southampton.

3. Glenn Whelan hanya bermain sekali bersama Manchester City

Glenn Whelan merupakan pengguna nomor punggung 42 pertama di Manchester City. Ia merupakan didikan akademi yang bisa tampil di tim utama. Pesepak bola asal Irlandia ini debut di partai UEFA Cup ketika berhadapan dengan Total Network Solutions pada Agustus 2003. 

Sayangnya, penampilan tersebut menjadi satu-satunya bagi Whelan. Faktor persaingan ketat di lini tengah membuatnya gagal mendapatkan kesempatan lebih banyak. Nama-nama senior saat itu dihuni oleh Paul Bosvelt, Marc-Vivian Foe, Jeft Whitley, Kevin Horlock, hingga Joey Borton.

Selain itu, usianya yang masih muda membuatnya minim pengalaman. Setelah itu, Whelan dipinjamkan kepada Bury oleh Manchester City. Manajemen lalu melepasnya ketika kontrak habis pada musim panas 2004. Ia kemudian bergabung dengan Sheffield Wednesday.  

Dari sederet pemain di atas, tidak semuanya menjadi andalan. Namun, Antoine Semenyo punya kesempatan besar untuk mengikuti jejak Yaya Toure yang sukses dengan nomor punggung 42 di Manchester City. Sejauh ini, performanya menjanjikan dengan. Per 11 Februari 2026, ia sudah berkontribusi 4 gol dan 1 assist dari 7 pertandingan di berbagai kompetisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Analisis 5 Laga Pertama MU bersama Michael Carrick pada 2025/2026

12 Feb 2026, 09:34 WIBSport