Nova Arianto Ultimatum Fadly Alberto Buntut Kasus Tendangan Kungfu

- Aksi tendangan kungfu Fadly Alberto terhadap pemain Dewa United U-20 memicu kecaman luas, termasuk dari pelatih Timnas U-20 Nova Arianto yang menegaskan akan memberi sanksi tegas bagi pemain terlibat.
- Nova Arianto menyebut pemain muda Timnas harus jadi teladan, sementara PSSI melalui Komdis siap menjatuhkan hukuman berat hingga larangan seumur hidup bagi Alberto jika terbukti bersalah.
- Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, memastikan kasus kekerasan dalam laga tersebut dibawa ke ranah hukum karena melibatkan bukan hanya pemain tetapi juga staf pelatih Bhayangkara U-20.
Jakarta, IDN Times - Aksi brutal pemain Bhayangkara U-20, Fadly Alberto, yang menyerang salah satu pemain Dewa United U-20 dengan tendangan kungfu, Minggu (19/4/2026), memicu kecaman luas dari berbagai pihak. Salah satunya adalah pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto.
Nova merasa miris melihat kelakuan mantan anak asuhnya di Timnas U-17 tersebut. Tak hanya Alberto, Nova memastikan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun pemain berlabel Timnas yang terbukti terlibat.
1. Apa konsekuensinya?
Eks pemain Persib Bandung itu memang tak menjelaskan secara gamblang soal konsekuensi yang dimaksud. Namun, karena Nova berstatus pelatih kepala Timnas U-20, konsekuensi itu bisa diartikan kalau Alberto terancam masuk dalam daftar hitam.
"Saat ini Kami sedang mencoba mencari tau apa yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi dan seandainya benar ada pemain Timnas usia muda yang terlibat, pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan. Karena sudah seharusnya pemain Timnas usia muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya," tulis Nova di akun Instagram pribadinya.
2. Jangankan main di Timnas, karier Alberto terancam tamat
Di sisi lain, Alberto bukan hanya tidak bisa kembali bermain di Timnas kelompok umur berapa pun. Itu karena Alberto terancam mendapat sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI, yakni larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup.
"PSSI telah menerima laporan tentang pertandingan Dewa United vs Bhayangkara di EPA (U-20). PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komdis untuk diambil tindakan seberat-beratnya. Kami meminta agar ini menjadi prioritas dalam sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan. PSSI dan Komdis akan mengambil tindakan terhadap siapa pun yang terlibat dalam kasus ini," ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
3. Terseret masalah hukum
Kasus Alberto juga berpotensi memanjang. Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, memastikan membawa insiden kekerasan yang dilakukan sejumlah pemain dan staf pelatih Bhayangkara U-20 ke jalur hukum.
"Jujur saya sangat kecewa, seharusnya kompetisi usia muda ini sebagai tempat pembelajaran bukan menjadi ajang kekerasan. Saya akan proses secara hukum untuk semua yang melakukan kekerasan, karena bukan hanya pemain, tapi ada juga (staf) pelatih yg melakukan pemukulan," kata Ardian dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).


















