Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Obituari Franco Baresi, Tembok di AC Milan dan Timnas Italia
ilustrasi AC Milan (pixabay.com/jorono)
  • Legenda AC Milan dan Timnas Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada usia 66 tahun. AC Milan mengenangnya sebagai sosok berteladan dan berintegritas, dengan nomor punggung 6 yang ikonik.
  • Produk akademi Milan ini setia membela Rossoneri, termasuk saat terdegradasi. Sebagai kapten, ia mengoleksi 19 trofi, termasuk enam Serie A dan tiga Liga Champions.
  • Baresi mencatat 81 penampilan untuk Italia dan menjadi bagian skuad juara Piala Dunia 1982. Ia dikenal sebagai libero tangguh dengan kecerdasan membaca permainan dan jebakan offside.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kabar duka menyelimuti AC Milan dan Timnas Italia. Salah satu legenda mereka, Franco Baresi, meninggal dunia pada usia 66 tahun.

Kabar meninggalnya Baresi ini dikonfirmasi langsung akun media sosial resmi AC Milan. Mereka kehilangan sosok yang memiliki teladan dan integritas tinggi.

"Seluruh AC Milan berlinang air mata menyusul kepergian Franco Baresi. Teladan dan integritasnya akan selamanya terukir dalam DNA klub, sama seperti nomor punggung 6 ikoniknya,"cuit AC Milan.

1. AC Milan sedari dini sampai pensiun

Baresi adalah produk asli dari AC Milan. Dia sebenarnya punya potensi untuk membela Inter Milan, tapi Inter menolaknya dan lebih memilih saudaranya, Giuseppe Baresi. Franco pun menyeberang ke Milan.

Dari situlah, takdir sudah tertaut. Ciamik bersama tim Primavera, Baresi pun menorehkan debut di Serie A pada usia 17 tahun, tepatnya pada musim 1977/78. Setelahnya, dia selalu jadi andalan Milan.

Kesetiaan Baresi pada Milan pun sudah teruji ketika 'Rossoneri' terdegradasi ke Serie B pada 1980/81 dan 1982/83. Dia malah turut membawa Milan promosi dua kali pada musim tersebut, dan jadi simbol tim.

Pada era 1987 sampai 1996, Baresi menjadi pusat dari segala prestasi yang dicapai Milan. Dia jadi kapten tim, mengasuh nama-nama macam Paolo Maldini hingga trio Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard.

Di bawah naungan Baresi juga, Milan sukses di Eropa dalam periode tersebut. Mereka meraih tiga gelar Liga Champions, salah satunya dengan mengalahkan skuad ikonik Barcelona pada final musim 1993/94.

Selama berkarier di AC Milan, Baresi total meraih 19 gelar, yang di antaranya enam gelar Serie A dan tiga gelar Liga Champions. Dari sinilah, bakatnya tercium Timnas Italia.

2. Berhasil dan gagal bersama Timnas Italia

Seiring kesuksesan di Milan, bakat Baresi tercium oleh Timnas Italia. Dia memulai debut di skuad 'Gli Azzurri' pada 1982 silam, tepatnya pada Kualifikasi Euro 1984.

Namun, Baresi juga turut serta dalam skuad Timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Meski tak pernah main, namanya tercatat sebagai peraih trofi Piala Dunia.

Meski pernah berhasil, Baresi juga pernah gagal bersama Timnas Italia di Piala Dunia 1990 dan 1994. Dia gagal membawa Italia juara di dua ajang tersebut, termasuk kekalahan menyakitkan di final 1994 lawan Brasil.

Total, Baresi memperkuat Italia dalam 81 penampilan. Tidak seperti di Milan, dia gagal membawa Italia rutin juara di ajang-ajang bergengsi, hanya satu trofi di Piala Dunia 1982 sebagai pemain cadangan.

3. Tembok tangguh di AC Milan dan Italia

Sebagai pemain, Baresi dikaruniai atribut bertahan yang ciamik dan komplet, dibarengi kekuatan fisik dan teknik mumpuni. Dia kerap bisa menjadi libero atau sweeper di lini pertahanan Milan dan Italia.

Baresi juga dikenal dengan kelihaiannya melakukan jebakan offside, yang sempat membuat para pemain Real Madrid kelimpungan di semifinal Liga Champions 1988/89. Kecerdasannya sebagai bek begitu kentara.

Kini, Franco Baresi telah berpulang ke Sang Maha Kuasa. Segala prestasi dan peninggalannya, termasuk nomor 6 yang sudah identik dengan dirinya di AC Milan dan Timnas Italia, akan jadi kenangan manis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article