Orang Tua Murid Akademi Manchester United Girang Amorim Dipecat

- Orang tua murid akademi MU senang dengan pemecatan Ruben Amorim
- Kehadiran Amorim dianggap merusak tradisi promosi pemain akademi
- Michael Carrick dan Darren Fletcher dihormati karena sikap hormat terhadap anak dan orang tua
Jakarta, IDN Times - Pemecatan Ruben Amorim oleh manajemen Manchester United ternyata disambut oleh sukacita oleh orang tua murid akademi. Banyak dari mereka yang senang Amorim akhirnya didepak dari kursi pelatih MU.
Kehadiran Amorim dianggap orang tua murid merusak tradisi di MU yang selalu mempromosikan pemain akademi. Buktinya, Kobbie Mainoo dipinggirkan Amorim, padahal memiliki bakat luar biasa.
Bukti lainnya adalah pernyataan Amorim yang menyudutkan pemain muda MU seperti Chido Obi dan Harry Amass. Pada Desember 2025 lalu, Amorim menyatakan keduanya bersama pemain akademi MU lain seperti lupa dari mana asalnya dan terbuai dengan status produk asli.
1. Carrick lebih dihormati
Sumber dalam klub menyatakan, jika banyak komentar Amorim saat berada di Carrington menyinggung orang tua murid. Sebaliknya, pelatih interim MU, Michael Carrick, justru mengundang rasa hormat karena masih menjunjung nilai-nilai asli klub.
"Carrick selalu datang ke lapangan melihat perkembangan anaknya. Dia juga pria yang ramah dan selalu menyapa orang-orang sekitar. Makanya, publik menghormati dan menyanjungnya, apalagi kariernya di MU begitu luar biasa. Berbeda dengan Amorim karena komentarnya yang menyinggung orang tua," ujar sumber tersebut dilansir The Sun.
2. Fletcher juga dianggap lebih baik ketimbang Amorim
Gak cuma Carrick, Darren Fletcher juga lebih dihormati oleh orang tua murid akademi MU. Sebab, selama menangani tim U-21, Fletcher selalu memberikan arahan yang jelas dan berdiskusi dua arah dengan pemain hingga orang tua.
"Darren juga dihormati karena menghormati murid dan orang tua. Ketika Darren berteriak nama pemain muda di U-21, orang tua merasa tersanjung karena menilai anaknya diperhatikan baik kelebihan dan kekurangannya," kata sumber tersebut.
3. Amorim dipecat gara-gara perang argumen
Pemecatan Amorim oleh manajemen MU didasari atas adanya perang argumen. Amorim sempat menyatakan di depan publik statusnya adalah "manajer" bukan "pelatih", yang artinya memiliki kekuasaan penuh di MU atas kebijakan transfer dan lainnya. Padahal, MU mulai menerapkan sistem pelatih, dengan Direktur Olahraga, Jason Wilcox, yang berkuasa atas proses pembelian pemain bersama CEO Omar Berrada.
Sebelum mengeluarkan pernyataan itu, Amorim sebenarnya memang sudah berniat cabut dari MU. Sebab, dia merasa sudah tak didukung manajemen klub. Namun, dia berhasil diyakinkan agennya untuk bertahan hingga berselang tiga hari, pemecatan justru menghampirinya.


















