Ruben Amorim Ternyata Mau Cabut dari Manchester United Sebelum Dipecat

- Ruben Amorim sudah memiliki rencana cabut dari Manchester United sebelum dipecat.
- Amorim merasa tak didukung manajemen Setan Merah dan ingin cabut, tapi agennya berhasil meyakinkannya untuk bertahan.
- Amorim dipecat setelah MU ditahan Leeds United, lalu protes keras terhadap manajemen dalam konferensi pers.
Jakarta, IDN Times - Ruben Amorim ternyata sudah memiliki rencana cabut dari Manchester United sebelum dipecat manajemen. Rencana itu muncul karena Amorim sudah tak betah berada di Old Trafford.
The Sun melansir, Amorim sempat bicara dengan agennya, Raul Costa, tiga hari sebelum dipecat. Dia melayangkan keluh kesahnya karena merasa kurang nyaman dan tak bebas di MU.
1. Amorim merasa tak didukung manajemen MU
Amorim saat itu juga merasa tak didukung manajemen Setan Merah hingga akhirnya mau cabut. Tapi, Costa berhasil meyakinkan Amorim buat bertahan.
Costa merasa Amorim lebih baik mengetahui sendiri sikap manajemen MU terhadapnya, didukung atau dipecat. Hingga akhirnya, Amorim ternyata dipecat.
2. Akhirnya dipecat usai kritik manajemen MU
Manajemen MU memecat Amorim usai MU ditahan Leeds United, 4 Januari 2026 lalu. Dalam sesi konferensi pers, Amorim melayangkan kata-kata keras sebagai bentuk protes terhadap manajemen MU. Dia menegaskan posisinya adalah manajer dan punya kuasa dalam menentukan proses transfer, bukan sebagai pelatih.
"Saya adalah manajer di sini (MU), bukan pelatih. Itu sudah jelas. Kontrak saya selama 18 bulan di sini, dan itu adalah sebagai manajer, bukan pelatih kepala biasa," ujar Amorim, dilansir Daily Mirror.
3. Sempat ingatkan agar MU bisa bekerja sesuai fungsinya
Kemudian, Amorim juga mengingatkan semua departemen MU untuk mengerjakan tugasnya masing-masing, termasuk Direktur Olahraga Jason Wilcox, yang menurutnya harus mengakomodir pembelian pemain. Sempat juga ada pengakuan dari Amorim, muak dengan dinamika di internal MU.
"Jika orang-orang tak bisa menangani kritik-kritik dari luar, macam dari Gary Neville, semua jajaran klub harus dirombak. Sekali lagi saya tegaskan, saya adalah manajer MU, bukan pelatih. Semua harus menjalankan tugasnya dengan baik," kata Amorim.

















