Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Para Pemain Iran Dikelilingi Senapan Mesin di Piala Dunia 2026

Para Pemain Iran Dikelilingi Senapan Mesin di Piala Dunia 2026
Penyerang Timnas Iran, Mehdi Taremi (09), menyapa merasakan ketegangan di Piala Dunia 2026. (Foto: Karim JAAFAR/AFP)
Intinya Sih
  • Para pemain Iran di Piala Dunia 2026 dikawal ketat oleh orang bersenjata, menciptakan suasana tegang yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
  • Iran menghadapi keterbatasan besar tanpa tim pendukung seperti analis dan media, serta sering diperlakukan tidak adil selama turnamen berlangsung.
  • Meskipun dalam tekanan dan minim dukungan, pelatih Amir Ghalenoei menegaskan bahwa Timnas Iran tetap bertekad tampil maksimal di Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Situasi menegangkan masih dialami Timnas Iran dalam keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026. Terbaru, mereka disebut dikelilingi senapan mesin.

Spesialis performa dan pemulihan yang menangani Timnas Iran, Paulo Alexandre Araujo, menceritakan kondisi terkini dari paara pemain Iran. Apa yang dia temukan jadi sebuah pengalaman baru baginya.

1. Iran dikelilingi senapan mesin

Dilansir The New York Times, Araujo bercerita para pemain Iran harus berhadapan langsung dengan senapan mesin. Senjata ini dipakai oleh orang-orang yang mengawal para pemain Iran.

"Ketika para pemain menunggu di bandara selama dua, tiga jam, dan tiba di sana dikelilingi orang-orang dengan senapan mesin dan hal-hal lain semua itu, mereka tidak terbiasa dengan hal itu," kata Araujo.

2. Para pemain Iran tak memiliki proteksi, dlempar sana ini

Araujo juga mengungkapkan, Iran sama sekali tidak memiliki proteksi di ajang ini. Mereka harus beradaptasi tanpa tim analis, petugas media, dan anggota staf lain yang harusnya bisa jadi pelindung dan pendukung tim.

Ditambah lagi, Iran dilempar sana-sini bak bola ping pong. Mereka dipaksa pergi dari stadion cepat-cepat serta dipaksa juga pergi dari tempat mereka berlatih cepat-cepat. Semua serba terburu-buru.

"Ya, sepanjang pengamatan saya, ada banyak hal yang tidak adil dialami Iran. Ketika Anda bicara soal kompetisi yang adil, maka ini bukan cara yang seharusnya untuk memperlakukan olahragawan," ujar Araujo.

3. Iran pantang mundur, akan terus berjuang

Kendati berada dalam situasi sulit, Iran tidak menyerah. Mereka sadar tak memiliki pegangan karena tidak didampingi tim media dan manajemen. Namun, mereka akan terus berjuang.

"Federasi kami tak ada, begitu juga manajemen dan tim media. Namun, hal itu tak akan menghentikan kami dalam memberikan performa terbaik di Piala Dunia 2026," kata pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More