Argentina akan kembali mencicipi final Piala Dunia 2026. Setelah sukses juara pada 2022, La Albiceleste berkesempatan mempertahankan trofinya sekaligus meraih gelar keempat. Bagi Lionel Scaloni, keberhasilan membawa Argentina ke partai puncak ini menghadirkan catatan bersejarah. Ia menjadi pelatih kelima yang mampu back-to-back ke final Piala Dunia.
5 Pelatih yang Berhasil Back-to-back Final Piala Dunia

1. Vittorio Pozzo membawa Italia back-to-back juara Piala Dunia pada 1934 dan 1938
Vittorio Pozzo merupakan pelatih pertama yang menembus final Piala Dunia dalam dua edisi beruntun. Pertama, Pozzo mengantarkan Italia mencapai final Piala Dunia 1938. Berstatus tuan rumah, Italia sukses keluar sebagai juara setelah menang 2-1 atas Argentina.
Pada edisi selanjutnya Piala Dunia 1938, Pozzo kembali menapaki final bersama Italia. Gli Azzurri mampu mempertahankan trofi setelah mengalahkan Hungaria dengan skor 4-2. Hingga saat ini, Pozzo menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil back-to-back juara Piala Dunia.
2. Franz Beckenbauer memimpin Jerman Barat ke final Piala Dunia 1986 dan juara pada 1990
Franz Beckenbauer menjadi sosok revolusioner di sepak bola Jerman. Setelah karier gemilang sebagai pemain, ia juga menunjukkan tajinya di pinggir lapangan. Sosok berjuluk Der Kaiser ini berhasil membawa Jerman Barat ke final Piala Dunia dua kali beruntun pada 1986 dan 1990.
Pada final pertamanya di Piala Dunia 1986, Jerman Barat harus puas sebagai runner up setelah kalah 2-3 dari Argentina. Namun, Beckenbauer membalasnya 4 tahun kemudian. Jerman Barat kembali bertemu Argentina di final Piala Dunia 1990. Jerman Barat juara setelah menang 1-0. Beckenbauer mengikuti jejak Mario Zagallo bersama Brasil yang juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Sebagai pemain, Beckenbauer telah juara di Piala Dunia 1974.
3. Carlos Bilardo membawa Argentina juara pada 1986, tetapi hanya runner up pada 1990
Sejalan dengan Franz Beckenbauer, Carlos Bilardo mencatatkan sejarah serupa bersama Argentina. Bedanya, Bilardo lebih dulu mengoleksi medali juara sebagai pelatih. Di final Piala Dunia 1986, Argentina menumbangkan Jerman Barat dengan skor 3-2.
Sayangnya, Bilardo gagal mempertahankan gelar juara pada 1990. Argentina mendapatkan pembalasan dari Jerman Barat. Argentina mesti puas mengakhiri turnamen sebagai runner up. Meski demikian, pencapaiannya bersama Argentina ini tetap bersejarah.
4. Didier Deschamps mengantarkan Prancis juara Piala Dunia 2018, tetapi kalah 2022
Pada era modern, Didier Deschamps menjadi nama yang melekat dengan Prancis. Setelah kesuksesannya sebagai pemain, ia menduduki jabatan pelatih Prancis mulai 2012. Hasilnya tidak instan. Prancis menembus final Piala Dunia pertama di bawah asuhannya pada 2018. Prancis sukses meraih trofi Piala Dunia kedua berkat kemenangan 4-2 atas Kroasia.
Berkat pencapaian juara Piala Dunia 2018, Deschamps menjadi sosok ketiga yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Sebelumnya, Deschamps menjadi kapten Prancis ketika juara Piala Dunia 1998. Deschamps sejajar dengan Mario Zagallo yang juara sebagai pemain Brasil pada 1958 dan 1962 serta pelatih tahun 1970. Franz Beckenbauer juga melakukannya sebagai pemain Jerman Barat pada 1974 dan juara sebagai pelatih ketika 1990.
Namun, Deschamps belum bisa menyamai Vittorio Pozzo yang back-to-back juara sebagai pelatih. Prancis berhasil menembus final Piala Dunia 2022. Namun, Prancis gagal mempertahankan trofi setelah kalah dramatis dari Argentina. Bermain imbang 3-3 pada waktu normal dan perpanjangan, Prancis hanya menjadi runner up setelah kalah adu penalti 2-4.
5. Lionel Scaloni membantu Argentina juara Piala Dunia 2022 dan berpeluang mengulanginya pada 2026
Lionel Scaloni menjadi pelatih teranyar yang masuk daftar elite ini. Pelatih berusia 48 tahun ini berhasil membawa Argentina kembali ke final. Sebelumnya, ia telah menghadirkan trofi ketiga bagi Argentina pada 2022. Argentina mengalahkan Prancis via adu penalti dengan skor 4-2.
Kini, Scaloni berkesempatan membantu Argentina mempertahankan gelar juara. Peluangnya terbuka lebar mengingat skuad juara pada 2022 tidak berbeda signifikan di Piala Dunia 2026. Pengalaman para pemainnya mentas di partai puncak menjadi bekal penting untuk juara.
Argentina bakal berhadapan dengan Spanyol di final Piala Dunia 2026. Pertemuan kedua tim ini berpotensi menghadirkan pertarungan ketat demi raihan trofi juara. Mampukah Lionel Scaloni masuk catatan sejarah dengan membawa Argentina back-to-back juara?
Curated For You
- 4 Tim Pertama yang Mencetak 20 Gol dalam 1 Edisi Piala Dunia17 Jul 2026, 19:02 WIB
- Bagaimana Cara KPop dan BTS Mengubah Wajah Hiburan Piala Dunia 2026?17 Jul 2026, 18:06 WIB
- Jenis Kamera yang Dipakai Suporter Piala Dunia dari Masa ke Masa17 Jul 2026, 13:52 WIB