5 Pebulu Tangkis Eropa Terakhir yang Menjadi Juara Dunia per 2026

Kejuaraan Dunia atau BWF World Championships 2026 menghadirkan sejarah baru bagi bulu tangkis Eropa. Prancis berhasil merebut dua gelar juara sekaligus melalui Alex Lanier di sektor tunggal putra serta Thom Gicquel/Delphine Delrue di ganda campuran. Lanier menjadi pebulu tangkis Prancis pertama yang menjuarai nomor tunggal di Kejuaraan Dunia, sedangkan Gicquel/Delrue mencatat sejarah sebagai pasangan Prancis pertama yang meraih gelar juara dunia.
Keberhasilan tersebut sekaligus menambah daftar pemain Eropa yang mampu mematahkan dominasi negara-negara Asia di panggung dunia. Sebelum nama-nama Prancis tersebut, ada sejumlah pemain Eropa yang lebih dulu merasakan gelar juara dunia. Berikut lima pebulu tangkis Eropa terakhir yang menjadi juara dunia per 2026.
1. Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) menjadi juara dunia pada 2009
Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl mempersembahkan emas untuk Denmark di Kejuaraan Dunia 2009. Mereka sukses menjadi juara dunia sektor ganda campuran setelah tampil dominan atas wakil Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir, pada partai final. Duet Laybourn/Juhl memenangkan laga final cukup mudah 2 game langsung dengan skor 21-13 dan 21-17 hanya dalam waktu 38 menit. Hingga edisi 2026, Denmark masih belum mampu melahirkan juara dunia lainnya di sektor ganda campuran. Laybourn/Juhl masih menjadi ganda campuran Denmark terakhir yang menjadi juara dunia.
2. Carolina Marin (Spanyol) menjadi juara dunia pada 2014, 2015, dan 2018
Carolina Marin mencatatkan sejarah besar di Kejuaraan Dunia 2014. Tunggal putri itu keluar sebagai pemenang dan menjadi pebulu tangkis Spanyol pertama yang menjadi juara dunia. Tidak berhenti sampai di situ, pemain kelahiran Huelva itu berhasil mempertahankan gelar juaranya di Kejuaraan Dunia 2018. Ia juga kembali menaiki podium tertinggi di Kejuaraan Dunia 2018. Dengan mengoleksi tiga gelar juara, Carolina Marin menjadi pebulu tangkis Eropa tersukses di Kejuaraan Dunia. Ia juga termasuk tunggal putri dengan gelar juara dunia terbanyak bersama Akane Yamaguchi dari Jepang.
3. Viktor Axelsen (Denmark) menjadi juara dunia pada 2017 dan 2022
Setelah kesuksesan Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl pada 2009, Denmark cukup lama gigit jari di Kejuaraan Dunia. Paceklik mereka akhirnya berakhir di Kejuaraan Dunia 2017 saat Viktor Axelsen keluar sebagai juara dunia sektor tunggal putra. Axelsen dipastikan menjadi juara dunia setelah mengalahkan Lin Dan asal China pada partai final dengan dua game langsung. Selang lima tahun, Axelsen mengulangi kesuksesannya dengan kembali menjadi juara di Kejuaraan Dunia 2022. Pada edisi ini, ia mengalahkan Kunlavut Vitidsarn asal Thailand pada laga pemungkas.
4. Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) merengkuh gelar juara dunia pada 2026
Teranyar, di Kejuaraan Dunia 2026 lahir juara dunia baru dari Benua Biru. Thom Gicquel/Delphine Delrue mempersembahkan gelar juara dunia pertama untuk Prancis. Pasangan ganda campuran itu menjadi juara dunia setelah memenangkan laga final kontra Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping asal China yang diunggulkan di urutan pertama. Mereka meraih kemenangan 3 game dengan skor 22-20, 19-21, dan 21-15. Tidak hanya menjadi juara dunia pertama dari Prancis, Gicquel/Delrue juga menjadi ganda campuran Eropa pertama dalam 17 tahun terakhir yang menjadi juara dunia.
5. Alex Lanier (Prancis) juga menjadi juara dunia pada 2026
Prancis patut berbangga di Kejuaraan Dunia 2026. Hanya selisih dua jam setelah keberhasilan Thom Gicquel/Delphine Delrue menjadi juara dunia, mereka kembali melahirkan juara dunia baru dari sektor tunggal purtra. Alex Lanier mencatatkan namanya sebagai tunggal putra pertama Prancis sekaligus pebulu tangkis kedua Prancis yang menjadi juara dunia. Gelar juara dunia dipastikan menjadi miliknya setelah menaklukkan Kodai Naraoka asal Jepang pada laga final. Ia menang mudah 2 game langsung dengan skor 21-11 dan 21-11.
Keberhasilan Prancis meraih dua gelar juara di Kejuaraan Dunia 2026 menjadi sinyal kuat bahwa mereka mulai muncul sebagai kekuatan baru dalam peta bulu tangkis Eropa bahkan dunia. Dua gelar juara tersebut datang dari sektor yang berbeda dan diraih oleh generasi pemain yang masih berada dalam usia produktif sehingga peluang Prancis untuk mempertahankan momentum ini cukup terbuka.
Jika mampu menjaga perkembangan para pemainnya dan terus melahirkan talenta-talenta baru, bukan tidak mungkin Prancis perlahan menjadi penantang serius bagi negara-negara yang selama ini mendominasi bulu tangkis dunia.
















