Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Performa 6 Pemain Nonunggulan Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026

Performa 6 Pemain Nonunggulan Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026
ilustrasi bulu tangkis (unsplash.com/Kristin O Karlsen)
Share Article

Kejuaraan Dunia BWF 2026 atau BWF World Championships 2026 telah berakhir di New Delhi, India, pada Minggu (23/8/2026), dengan Indonesia membawa pulang satu medali perunggu melalui Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Menariknya, pasangan ganda campuran tersebut berstatus nonunggulan dan bahkan menjalani debutnya di Kejuaraan Dunia.

Selain Amri/Nita, Indonesia juga mengirim sejumlah pemain nonunggulan yang harus bersaing dengan para unggulan dan pemain elite dunia. Ada yang mampu melangkah cukup jauh, sementara beberapa lainnya harus terhenti pada babak awal. Berikut performa enam pemain nonunggulan Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026.

  1. 1. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran keok pada babak kedua

    Sektor ganda campuran Indonesia mengirimkan empat wakil ke Kejuaraan Dunia 2026. Empat wakil tersebut sama-sama berstatus nonunggulan, termasuk Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran. Duet peringkat 46 dunia itu terhenti pada babak kedua di Kejuaraan Dunia pertamanya. Mereka kalah dari ganda campuran unggulan ke-13 asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, dalam duel singkat 2 game langsung yang berdurasi 35 menit dengan skor 13-21 dan 16-21. Dengan hasil itu, mereka menjadi pemain nonunggulan Indonesia pertama yang tersingkir di Kejuaraan Dunia 2026.

  2. 2. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja tersingkir pada babak kedua

    Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja termasuk salah satu pemain nonunggulan Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026. Ganda campuran binaan PB Djarum itu tak mampu berbicara banyak di Kejuaraan Dunia 2026. Mereka tersingkir pada babak kedua setelah bertarung sengit menghadapi unggulan kesembilan sekaligus juara All England 2026 asal Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan. Rehan/Gloria kalah 3 game dengan skor ketat 21-9, 18-21, dan 19-21 dalam waktu 57 menit.

  3. 3. Talitha Ramadhani Wiryawan tumbang pada babak kedua

    Talitha Ramadhani Wiryawan menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang berstatus nonunggulan di Kejuaraan Dunia 2026. Langkahnya terhenti pada babak kedua. Tunggal putri muda itu kalah dari unggulan pertama sekaligus peringkat satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young. Ia takluk 2 game langsung dengan skor 15-21 dan 11-21 dalam waktu 32 menit.

  4. 4. Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine angkat koper pada babak kedua

    Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine juga termasuk pemain Indonesia yang berlabel nonunggulan di Kejuaraan Dunia 2026. Ganda putri muda itu juga angkat koper pada babak kedua, sama seperti tiga pemain sebelumnya. Mereka kalah dari ganda putri Indonesia lainnya, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang menyandang predikat sebagai unggulan ke-12. Dalam laga itu, Isyana/Rinjani kalah telak 2 game langsung dengan skor 11-21 dan 10-21 dalam waktu 30 menit.

  5. 5. Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata juga takluk pada babak kedua

    Satu lagi pemain nonunggulan Indonesia yang takluk pada babak kedua Kejuaraan Dunia 2026 adalah Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Pasangan ganda campuran itu harus menyudahi perjalanannya di Kejuaraan Dunia perdananya setelah kalah dari unggulan asal Denmark. Mereka kalah dari Mathias Christiansen/Alexandra Boje yang diunggulkan di urutan ketiga. Dalam pertandingan 3 game yang berlangsung selama 57 menit, mereka kalah dengan skor 21-19, 9-21, dan 10-21.

  6. 6. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah membawa pulang perunggu

    Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjadi pemain nonunggulan Indonesia dengan performa terbaik di Kejuaraan Dunia 2026. Mereka secara mengejutkan sukses menembus semifinal dan mengamankan perunggu. Pada semifinal, ganda campuran itu kalah dari Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping asal China yang merupakan unggulan pertama. Mereka kalah tipis dalam pertempuran 3 game yang berdurasi 97 menit dengan skor 22-20, 14-21, dan 20-22.

    Sebagian besar pemain nonunggulan Indonesia masih kesulitan menghadapi persaingan ketat di ajang sebesar Kejuaraan Dunia. Meski belum semuanya mampu melangkah jauh, pengalaman tampil di panggung Kejuaraan Dunia tetap menjadi bekal penting bagi para pemain tersebut. Terlebih bagi para pemain muda, kesempatan menghadapi lawan-lawan elite dapat menjadi bagian dari proses untuk meningkatkan level permainan mereka pada turnamen berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More