Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelatih Brighton Kritik Gaya Bermain Arsenal: Banyak Buang Waktu

Pelatih Brighton Kritik Gaya Bermain Arsenal: Banyak Buang Waktu
Pemain Arsenal, Bukayo Saka, berebut bola dengan bek Brighton, Ferdi Kadioglu, dalam laga Premier League 2025/26 di American Express Community Stadium, Brighton, Inggris, Kamis (4/3/2026). (FOTO: AFP/Glyn Kirk)
Intinya Sih
  • Arsenal menang tipis 1-0 atas Brighton lewat gol cepat Bukayo Saka, hasil yang membuat mereka tetap kokoh di puncak klasemen Premier League 2025/26.
  • Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, kecewa dengan gaya bermain Arsenal yang dianggap terlalu pragmatis dan sering mengulur waktu selama pertandingan berlangsung.
  • Hurzeler mendesak Premier League serta wasit untuk menetapkan batas tegas terhadap praktik buang-buang waktu demi menjaga integritas dan kualitas pertandingan sepak bola Inggris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, melontarkan kritik tajam terhadap gaya bermain Arsenal setelah timnya kalah 0-1 dalam laga lanjutan Premier League 2025/26 di Amex Stadium, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB. Ia kesal karen The Gunners seperti tak niat bermain sepak bola.

Dalam duel tersebut, Arsenal menang tipis 1-0 atas tuan rumah. Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga itu lahir dari aksi Bukayo Saka saat laga bru berumur sembilan menit. Hasil itu sudah cukup membuat mereka kokoh di puncak klasemen Premier League.

Meski demikian, Hurzeler mengaku tidak menikmati jalannya pertandingan. Ia menilai laga Brighton vs Arsenal tersebut tak menarik untuk ditonton karena terlalu sering diwarnai taktik mengulur waktu.

1. Tanggapan Hurzeler setelah laga

Sepanjang duel, Hurzeler terlihat beberapa kali kesal di pinggir lapangan. Menurutnya, cara Arsenal mengamankan kemenangan sangat pragmatis, ketimbang menunjukkan kualitas permainan di lapangan.

Usai laga, Hurzeler terang-terangan menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil laga Brighton vs Arsenal tersebut. Menurutnya, Brighton jadi tim yang berusaha memainkan sepak bola terbuka sepanjang pertandingan dalam duel tersebut.

“Saya rasa hanya ada satu tim yang benar-benar mencoba bermain sepak bola hari ini, dan karena itu saya bangga dengan cara tim saya melakukannya," ujar Hurzeler dikutip laman resmi Arsenal.

“Kami sangat kecewa dengan hasilnya, tetapi sangat sulit untuk mencetak gol melawan pertahanan Arsenal.” lanjut dia.

Hurzeler menegaskan Brighton tetap berusaha bermain menyerang selama 90 menit. Sementara itu, Arsenal dinilai lebih fokus mengamankan keunggulan yang sudah didapat sejak awal pertandingan.

2. “Gaya bermain” Arsenal untuk memenangkan pertandingan

Fabian Hurzeler juga menyoroti beberapa momen dalam pertandingan tersebut, terutama ketika pemain Arsenal beberapa kali terjatuh di lapangan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penjaga gawang Arsenal, David Raya, yang tercatat tiga kali terjatuh dan membutuhkan perawatan cukup lama.

Menurutnya, Arsenal bermain dengan "permainan kotor" dan tidak menunjukan integritas dalam pertandingan.

“Saya tidak akan pernah menjadi pelatih yang mencoba memenangkan pertandingan dengan cara seperti itu. Saya ingin tim bermain dengan baik. Saya ingin para pemain terus berkembang dan tetap memainkan sepak bola di lapangan," katanya.

3. Berharap Federasi Liga Inggris segera melakukan tindakan

Komentar pedasnya terus berlanjut. Menurut Hurzeler, praktik seperti itu seharusnya memiliki batas yang jelas dalam sebuah pertandingan sepak bola.

“Jika saya bertanya kepada semua orang di ruangan ini apakah mereka benar-benar menikmati pertandingan ini, saya yakin mungkin hanya satu orang yang mengangkat tangan, itu pun karena dia penggemar berat Arsenal. Selain itu, hampir tidak mungkin” kata Hurzeler dengan nada kecewa.

Selain mengkritik gaya bermain Arsenal, Hurzeler juga mempertanyakan arah perkembangan kompetisi jika praktik mengulur waktu terus dibiarkan.

Ia menilai harus ada aturan yang lebih tegas dari pihak Premier League untuk menjaga integritas pertandingan.

“Kita harus bertanya ke mana arah ini akan menuju. Pada akhirnya, semua tim juga akan membuang buang waktu ketika sudah unggul hingga akhir babak kedua, tetapi tetap harus ada Batasan, dan Batasan tersebut harus di tetapkan pihak Premier League dan juga wasit," ujarnya

Hurzeler berharap Federasi dan Premier League segera mengambil tindakan agar pertandingan tetap berjalan adil dan menarik bagi penonton.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More