Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelatih Timnas Futsal Indonesia: Piala AFF 2026 Bukan Ajang Rugbi
Timnas Futsal Indonesia lawan Malaysia di Piala AFF 2026. (Dok. FFI)
  • Hector Souto khawatir kualitas wasit di Piala AFF 2026 membuat laga futsal terasa seperti rugbi karena banyak pelanggaran keras yang dibiarkan.
  • Ia menyoroti minimnya perlindungan terhadap pemain dan berharap Komite Wasit AFF serta AFC lebih tegas mengawasi tingkat agresivitas pertandingan.
  • Souto menegaskan tujuannya agar kualitas futsal Asia Tenggara meningkat, bukan berubah menjadi permainan kasar layaknya rugbi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Piala AFF 2026

Hector Souto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kualitas kepemimpinan wasit di ajang Piala AFF 2026. Ia menilai banyak pelanggaran keras dibiarkan sehingga pertandingan futsal menyerupai rugbi.

10 April 2026

Dalam jumpa pers jelang semifinal, Hector Souto menyoroti laga Thailand melawan Vietnam yang dipenuhi pelanggaran tanpa hukuman tegas. Ia meminta Komite Wasit Futsal AFF dan AFC memperhatikan agresivitas pemain serta mempertimbangkan penggunaan teknologi.

kini

Souto menegaskan bahwa tujuannya adalah meningkatkan kualitas futsal Asia Tenggara dan menjaga agar permainan tetap sesuai semangat olahraga futsal, bukan seperti rugbi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan kekhawatiran terhadap kinerja wasit di Piala AFF Futsal 2026 yang dinilainya membiarkan banyak pelanggaran keras terjadi.
  • Who?
    Hector Souto, pelatih Timnas Futsal Indonesia, bersama Komite Wasit Futsal AFF dan AFC yang disebut dalam pernyataannya.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta dalam sesi jumpa pers menjelang semifinal Piala AFF Futsal 2026.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 10 April 2026, menjelang laga semifinal turnamen tersebut.
  • Why?
    Souto menilai wasit kurang memberikan perlindungan kepada pemain dan membiarkan permainan terlalu agresif hingga menyerupai olahraga rugbi.
  • How?
    Souto mengungkapkan pandangannya melalui konferensi pers resmi dan meminta perhatian dari Komite Wasit agar meningkatkan pengawasan serta mempertimbangkan penggunaan teknologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pelatih futsal Indonesia namanya Pak Hector. Dia takut nanti di Piala AFF 2026 pemain jadi sering tabrakan. Dia lihat waktu Vietnam lawan Thailand, wasit nggak kasih hukuman padahal banyak yang jatuh dan dorong-dorongan. Pak Hector mau wasit lebih hati-hati supaya mainnya tetap futsal, bukan kayak rugbi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Hector Souto menunjukkan kepeduliannya terhadap mutu dan sportivitas futsal di kawasan. Dengan menyoroti pentingnya perlindungan pemain serta pengawasan terhadap agresivitas permainan, ia menegaskan komitmen pada peningkatan kualitas kompetisi. Sikap ini mencerminkan semangat profesional yang berorientasi pada kemajuan dan keselamatan seluruh peserta turnamen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, dilanda satu kekhawatiran jelang semifinal Piala AFF 2026. Dia risau akan kinerja wasit yang bikin laga jadi seperti olahraga rugbi.

Laga Vietnam lawan Thailand di Grup A jadi momen baginya melihat bagaimana wasit membiarkan banyak pelanggaran keras terjadi. Laga futsal jadi bak laga rugbi, di mana pemain saling bertabrakan.

1. Minimnya proteksi terhadap pemain

Timnas Futsal Indonesia lawan Australia di Piala AFF 2026. (Dok. FFI)

Souto mengatakan, dalam laga Thailand lawan Vietnam tersebut, para pemain tidak mendapatkan proteksi yang semestinya. Banyak pelanggaran yang terjadi tanpa hukuman dari wasit yang bikin jera pemain.

"Dalam pertandingan antara Thailand dan Vietnam, banyak sekali pelanggaran terjadi. Tentu saja kedua tim ingin menang, tetapi pemain tidak cukup dilindungi. Ini adalah hal terburuk yang bisa terjadi," kata Souto dalam sesi jumpa pers jelang laga, dikutip Jumat (10/4/2026).

2. Tingkat agresivitas dalam laga harus diperhatikan

Timnas Futsal Indonesia lawan Australia di Piala AFF 2026. (Dok. FFI)

Menilik apa yang terjadi saat Vietnam lawan Thailand, Souto pun berharap Komite Wasit Futsal di AFF dan AFC memperhatikan betul tingkat agresivitas laga. Jika dirasa perlu, penggunaan teknologi juga bisa dilakukan.

"Karena dari yang saya lihat, para pemain bertahan, atau bisa disebut fixer, terlalu agresif terhadap lawan di Piala AFF 2026 ini. Banyak hal dibiarkan begitu saja, dan itu tidak normal," ujar Souto.

3. Karena ini futsal, bukan rugbi

Potret Timnas Futsal Indonesia vs Brunei di Piala AFF Futsal 2026, Senin (6/4/2026). (Dok. FFI).

Souto menegaskan kekhawatirannya terhadap wasit di Piala AFF 2026 ini bukan semata karena mendukung Timnas tertentu. Dia ingin, kualitas futsal di Asia Tenggara meningkat.

"Kita semua ingin mendorong batas untuk meningkatkan level permainan futsal di Piala AFF 2026. Jika perilaku seperti ini terus dibiarkan, itu bukan lagi futsal, melainkan seperti rugbi. Dan maaf, ini bukan rugbi," kata pelatih Timnas Futsal Indonesia itu.

Editorial Team