4 Musim Arsenal Raih Double Winners, Akankah Terulang pada 2025/2026?

- Arsenal berpeluang meraih double winners kelima pada musim 2025/2026 setelah menjuarai Premier League dan bersiap menghadapi PSG di final Liga Champions.
- Empat double winners sebelumnya diraih Arsenal pada musim 1970/1971, 1992/1993, 1997/1998, dan 2001/2002 dengan kombinasi trofi liga domestik serta piala nasional.
- Sejarah mencatat momen penting seperti kemenangan di White Hart Lane tahun 1971 dan sukses era Arsène Wenger yang membawa Arsenal dominan di akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Arsenal berpotensi meraih dua gelar pada 2025/2026. Setelah mengangkat trofi English Premier League (EPL) pada Minggu (24/5/2026), The Gunners bisa menjuarai Liga Champions Eropa (UCL) andai mampu mengalahkan Paris Saint-Germain pada Sabtu (30/5/2026). Jika berhasil melakukannya, mereka akan meraih double winners kelima dalam sejarahnya. Berikut empat momen pertama ketika mereka mengukirnya.
1. Arsenal menjuarai Divisi Utama Inggris dan Piala FA pada 1970/1971
Momen double winners pertama Arsenal terjadi pada 1970/1971. Mereka berhasil menjuarai Divisi Utama Inggris dan Piala FA. Arsenal mengunci dulu titel liga domestik pada 3 Mei 1971. Hebatnya, mereka melakukannya di White Hart Lane, kandang sang rival, Tottenham Hotspur. Tim yang saat itu dilatih Bertie Mee tersebut menang dalam laga pekan terakhir ini berkat gol tunggal Ray Kennedy pada menit 88.
Lima hari berselang, Arsenal bertarung dengan Liverpool di Wembley Stadium untuk memperebutkan trofi Piala FA. Pertandingan berlanjut ke babak tambahan setelah tuntas 0-0 selama 90 menit. Frank McLintock dan kolega tertinggal dulu akibat gol Steve Heighway pada menit 92. Mereka lantas menyamakan kedudukan lewat George Graham pada menit 101. Arsenal akhirnya keluar sebagai pemenang berkat tendangan jarak jauh Charlie George pada menit 111.
2. Arsenal memenangkan Piala FA dan Piala Liga Inggris pada 1992/1993
Setelah 1970/1971, Arsenal kembali meraih double winners pada 1992/1993. Namun, mereka memenangkan Piala FA dan Piala Liga Inggris. George Graham kembali berperan dalam kejayaan ini. Kini, pria asal Skotlandia tersebut bertindak sebagai pelatih. Mereka lebih dulu menjuarai Piala Liga Inggris dengan menaklukkan Sheffield Wednesday 2-1 secara comeback di Wembley Stadium pada 18 April 1993. Tertinggal oleh gol John Harkes (8’), Arsenal membalikkan keadaan lewat gol Paul Merson (20’) dan assist-nya untuk Steve Morrow (68’).
Menariknya, Arsenal kembali bertemu Wednesday pada final Piala FA. Keduanya bertarung di Wembley Stadium pada 15 Mei 1993. Arsenal sempat unggul lewat gol Ian Wright (20’) sebelum laga berakhir imbang akibat aksi David Hirst (61’). Mereka lantas menggelar partai ulangan di tempat yang sama 5 hari berselang. Arsenal menang 2-1 berkat gol Wright (34’) dan Andy Linighan (119’), sedangkan satu gol Wednesday dibuat Chris Waddle (68’). Sebagai catatan, Arsenal hanya berakhir di posisi sepuluh di EPL musim ini.
3. Arsenal mengangkat trofi EPL dan Piala FA pada 1997/1998
Arsenal mencicipi trofi Premier League untuk pertama kalinya pada 1997/1998. Ini merupakan musim keduanya dilatih Arsene Wenger. Mereka memastikan menjadi juara setelah membantai Everton 4-0 pada 3 Mei 1998. Saat itu, Arsenal menyisakan dua pertandingan. Mereka kemudian kalah 0-4 dari Liverpool dan 0-1 dari Liverpool. Arsenal menutup kompetisi dengan 78 poin, unggul 1 angka dari Manchester United.
Arsenal kemudian berhadapan dengan Newcastle United di Wembley Stadium pada 16 Mei 1998 untuk menjalani final Piala FA. Tony Adams dan kolega berhasil menang 2-0. Marc Overmars mencetak gol pembuka pada menit 23 setelah menuntaskan umpan panjang dari Emmanuel Petit. Mereka kemudian menutup papan skor dengan skema yang sama pada menit 69. Kali ini, Ray Parlour yang melepaskan umpan dan Nicolas Anelka yang menyelesaikannya.
4. Arsenal kembali menguasai EPL dan Piala FA pada 2001/2002
Arsenal meraih double winners keempatnya pada 2001/2002. Mereka kembali menjuara Premier League dan Piala FA. Arsenal lebih dulu mengamankan titel Piala FA usai menang 2-0 atas Chelsea di Millenium Stadium pada 4 Mei 2002. Ray Parlour membobol gawang The Blues pada menit 70 dan Freddie Ljungberg mengikuti jejaknya 10 menit kemudian.
Empat hari berselang, Arsenal melawat ke Old Trafford. Sylvain Wiltord mencetak gol tunggal pada menit 57 setelah menuntaskan rebound yang berasal dari tendangan Ljungberg yang ditepis Fabien Barthez. Ini membuat mereka memastikan mengunci titel EPL meski masih memiliki satu pertandingan. Arsenal lantas mengalahkan Everton 4-3 3 hari kemudian.
Arsenal bakal menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2025/2026 dengan kepercayaan diri tinggi berkat menjuarai Premier League. Lantas, mampukah mereka mengangkat trofi kompetisi tersebut untuk pertama kalinya sekaligus mencatatkan double winners kelimanya?

















