Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Capaian Indonesia dalam 5 Edisi Terakhir Malaysia Masters per 2026

Capaian Indonesia dalam 5 Edisi Terakhir Malaysia Masters per 2026
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/eric anada)
Share Article

Indonesia dipastikan gagal meraih gelar juara di Malaysia Masters 2026 setelah tidak menyisakan satu pun wakil pada semifinal. Seluruh pemain Indonesia berguguran secara bertahap sejak babak awal hingga perempat final sehingga langkah Merah Putih terhenti sebelum partai perebutan tiket final.

Hasil tersebut menambah catatan kurang memuaskan Indonesia di Malaysia Masters dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, Indonesia sempat beberapa kali tampil kompetitif, meraih gelar juara, bahkan menjadi juara umum pada edisi-edisi sebelumnya. Berikut capaian Indonesia dalam lima edisi terakhir Malaysia Masters per 2026.

1. Menjadi juara umum di Malaysia Masters 2022

Indonesia sempat merasakan menjadi juara umum di Malaysia Masters. Momen itu tercipta di Malaysia Masters 2022. Saat itu, Indonesia mengamankan 2 gelar juara dan 2 runner-up, mengungguli China yang meraih 2 gelar juara dan 1 runner-up serta Korea Selatan yang hanya meraih 1 gelar juara.

Kedua gelar juara Indonesia sama-sama berasal dari sektor putra. Gelar juara pertama datang lewat penampilan mengejutkan Chico Aura Dwi Wardoyo yang menjuarai sektor tunggal putra meskipun tidak diunggulkan. Hasil impresif itu diikuti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadi kampiun di sektor ganda putra. Sementara itu, dua pemain yang finis sebagai runner-up adalah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dari sektor ganda putra dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dari sektor ganda campuran.

2. Nirgelar di Malaysia Masters 2023

Kesuksesan Indonesia menjadi juara umum di Malaysia Masters 2022 tidak berlanjut pada edisi setelahnya. Di Malaysia Masters 2023, Indonesia justru berakhir tanpa gelar juara. Saat itu, Indonesia hanya meloloskan satu wakil ke partai final lewat Gregoria Mariska Tunjung. Sayangnya, tunggal putri itu menelan kekalahan dan finis sebagai runner-up. Ia kalah dari Akane Yamaguchi asal Jepang 2 game langsung.

3. Gagal meraih gelar juara di Malaysia Masters 2024

Indonesia kembali berakhir dengan hasil kurang memuaskan di Malaysia Masters 2024. Tim Merah putih kembali gagal membawa pulang gelar juara. Sama seperti edisi 2023, Indonesia hanya meloloskan satu wakil ke partai final. Kali ini, yang menembus final adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dari sektor ganda campuran. Mereka harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari andalan tuan rumah, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, dalam pertarungan 2 game langsung.

4. Berakhir tanpa gelar juara di Malaysia Masters 2025

Kegagalan lagi-lagi menghampiri Indonesia di Malaysia Masters 2025. Untuk ketiga kalinya secara beruntun Indonesia gagal meraih gelar juara di turnamen ini. Pada edisi ini, hasil wakil Indonesia bahkan jauh lebih buruk dari dua edisi sebelumnya. Indonesia sudah kehilangan seluruh wakilnya pada semifinal. Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum menjadi wakil Indonesia yang melaju terjauh. Ganda putri itu menembus semifinal sebelum akhirnya dikalahkan Liu Sheng Shu/Tan Ning asal China yang berstatus unggulan pertama.

5. Pulang tanpa gelar juara di Malaysia Masters 2026

Terbaru, di Malaysia Masters 2026, Indonesia juga pulang tanpa gelar juara. Ini bahkan menjadi edisi Malaysia Masters terburuk bagi Indonesia dalam lima tahun terakhir. Seluruh wakil Indonesia sudah gugur sebelum memasuki semifinal. Jonatan Christie dan Moh. Zaki Ubaidillah menjadi dua wakil Indonesia yang melaju terjauh. Dua tunggal putra itu sama-sama mencapai perempat final. Sayangnya, Jonatan Christie kalah dari Hu Zhe An asal China, sedangkan Moh. Zaki Ubaidillah tumbang di tangan Christo Popov asal Prancis.

Dalam lima edisi terakhir, capaian Indonesia di Malaysia Masters menurun drastis. Indonesia semakin kesulitan bersaing hingga fase akhir turnamen dan mulai jarang membawa pulang gelar juara dari ajang level Super 500 tersebut. Hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia untuk kembali meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan BWF World Tour, utamanya di level Super 500 ke atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More

Mauricio Souza Resmi Berpisah dengan Persija

26 Mei 2026, 21:30 WIBSport