3 Pemain Maroko yang Bela Bayern Munich sebelum Ismael Saibari

- Bayern Munich resmi merekrut Ismael Saibari dari PSV Eindhoven seharga 50 juta euro dengan kontrak lima tahun hingga 2031, meski sang pemain masih membela Maroko di Piala Dunia 2026.
- Sebelum Saibari, hanya tiga pemain Maroko pernah memperkuat Bayern Munich: Medhi Benatia, Noussair Mazraoui, dan Adam Aznou dengan masa bermain yang relatif singkat namun beragam kontribusinya.
- Saibari datang dengan reputasi impresif di PSV Eindhoven setelah mencetak 42 gol dan 29 assist dalam 142 laga serta membantu klub menjuarai Eredivisie selama tiga musim berturut-turut.
Bayern Munich mengumumkan pembelian terbarunya pada musim panas 2026. Ismael Saibari resmi menekan kontrak selama 5 tahun hingga 2031 mendatang. Meski sang pemain tengah membela Maroko di Piala Dunia 2026, proses transfer tetap berlangsung. Bayern Munich mendapatkan jasanya setelah membayar PSV Eindhoven 50 juta euro atau Rp1,02 triliun. Dalam sejarahnya, tidak banyak pemain Maroko yang memperkuat Bayern Munich. Sebelum Ismael Saibari, hanya ada tiga nama. Seperti apa performanya?
1. Medhi Benatia mampu diandalkan meski hanya singkat di Bayern Munich
Medhi Benatia merupakan pemain Maroko pertama yang memperkuat Bayern Munich. Pada musim panas 2014, Bayern Munich kepincut dengan performanya sebagai bek tengah di AS Roma. Meski hanya semusim di Ibu Kota Italia, ia membuat Bayern Munich tergoda.
Bayern Munich lalu menebusnya dari AS Roma seharga 28 juta euro atau sekitar Rp573 miliar. Masa kerjanya di Allianz Arena terbilang singkat pada 2014–2016. Selama 2 tahun, ia cukup sering bermain di barisan pertahanan melalui catatan 46 laga dengan 3 gol dan 3 assist.
Meski diandalkan, faktor cedera berulang membuat menit bermainnya terbatas. Pada 2016/2017, Bayern Munich meminjamkannya kepada Juventus. Benatia lalu dipermanenkan pada musim panas 2017. Kendati hanya singkat di Bayern Munich, ia berhasil mempersembahkan 2 trofi Bundesliga Jerman dan 1 DFB-Pokal kepada publik Allianz Arena.
2. Noussair Mazraoui tampil menjanjikan sebagai bek kanan selama 2 musim
Bayern Munich mendatangkan Noussair Mazraoui pada musim panas 2022. Manajemen mendapatkan tanda tangannya secara cuma–cuma setelah kontraknya berakhir d Ajax Amsterdam. Mazraoui hanya bertahan di Allianz Arena hingga 2024.
Kendati tak lama, penampilannya terbilang apik di sisi kanan pertahanan. Walau tak selalu reguler, ia mampu bermain dalam 55 pertandingan di lintas ajang dengan 1 gol dan 8 assist. Ia turut membantu Bayern Munich meraih trofi Bundesliga dan DFL-Supercup.
Pada musim panas 2024, Bayern Munich melepas Mazraoui ke Manchester United. Secara bisnis, Bayern Munich untung. Datang seara gratis, Bayern Munich berhasil melegonya kepada raksasa Inggris tersebut dengan harga 15 juta euro atau sekitar Rp307 miliar.
3. Sempat debut di tim utama Bayern Munich, Adam Aznou belum mampu reguler sehingga dijual
Adam Aznou menjadi pemain Maroko terakhir yang membela Bayern Munich sebelum Ismael Saibari. Berbeda dengan dua nama sebelumnya, Bayern Munich merekrut Aznou saat 16 tahun pada 2020 lalu. Ia lalu menimba ilmu di akademi dan rutin bermain di berbagai level.
Mulai dari U-17 hingga Bayern Munich II, Aznou tampil menjanjikan sebagai pemain sayap. Ia dapat bertugas sebagai bek sayap kanan dan kiri, serta winger kanan juga kiri. Konsistensi ini membuatnya debut di tim utama Bayern Munich pada November 2024 saat berusia 18 tahun. Secara total, ia memainkan empat pertandingan bersama tim utama Bayern Munich.
Kendati terus menunjukkan perkembangan, Bayern Munich meminjamkannya pada paruh kedua 2024/2025. Sempat dibawa ke Piala Dunia Antarklub pada musim panas 2025, Bayern Munich kemudian menjualnya kepada Everton. Kedua tim menyepakati biaya transfer senilai 9 juta euro atau Rp184 laga. Aznou dilego sebelum mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Ismael Saibari punya modal apik ketika bergabung bersama Bayern Munich. Ia merupakan tumpuan serangan PSV Eindhoven pada 2022–2026. Selama 4 tahun, ia produktif dengan 42 gol 29 assist dari 142 laga. Ia menjadi bagian integral keberhasilan PSV menjuarai Eredivisie Belanda selama 3 musim beruntun. Dengan konsistensi ini, ia bisa bersinar di Bayern Munich.


















