Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Pemain Penting yang Bawa Turki ke Piala Dunia 2026

6 Pemain Penting yang Bawa Turki ke Piala Dunia 2026
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/planet_fox)
Intinya Sih
  • Turki memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 lewat jalur playoff setelah menang 1-0 atas Kosovo, mengakhiri penantian panjang sejak terakhir tampil pada edisi 2002.
  • Enam pemain jadi kunci keberhasilan Turki, termasuk Ugurcan Cakir di bawah mistar, Merih Demiral dan Abdulkerim Bardakci di lini belakang, serta Hakan Calhanoglu sebagai motor tengah.
  • Kenan Yildiz dan Arda Guler tampil menonjol di lini serang dengan kontribusi gol dan assist penting yang membantu Turki kembali bersaing di panggung dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Turki akhirnya kembali ke Piala Dunia setelah absen dalam lima edisi terakhir (2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022). Turki yang terakhir kali tampil di Piala Dunia 2002 akhirnya mengunci satu tempat di Piala Dunia 2026 melalui jalur playoff. Pada laga terakhir, mereka menang dengan skor 1-0 atas Kosovo.

Dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026, Turki menjalani 8 laga dengan perincian 6 laga fase grup dan 2 laga playoff. Beberapa pemain tampil memukau dalam kesempatan tersebut. Inilah enam pemain terpenting dengan performa terbaik dalam keberhasilan Turki menembus Piala Dunia 2026.

1. Ugurcan Cakir tampil penuh dalam tujuh laga

Ugurcan Cakir menjadi pilihan utama untuk posisi kiper Timnas Turki. Ia tampil penuh dalam 7 dari 8 laga yang dijalani Turki di kualifikasi Piala Dunia 2026. Kiper andalan Galatasaray ini hanya absen pada laga terakhir fase grup kontra Spanyol. Saat itu, posisinya digantikan kiper Manchester United, Altay Bayindir.

2. Merih Demiral memiliki menit bermain terbanyak pada fase grup

Pada fase grup, Merih Demiral menjadi pilihan utama untuk posisi bek tengah. Ia tampil dalam 6 laga dengan perincian 482 menit serta menyumbang 2 gol. Catatan tersebut membuat bek Al Ahli ini menjadi pemain Turki dengan menit bermain terbanyak pada fase grup. Akan tetapi, ia absen pada playoff karena mengalami cedera.

3. Abdulkerim Bardakci menjadi pilihan utama di posisi bek tengah

Abdulkerim Bardakci bermain penuh dalam lima laga pada fase grup. Pada playoff, ia juga tak tergantikan dalam dua laga yang dijalani Timnas Turki. Hal ini menjadi tanda bahwa bek Galatasaray ini sangat diandalkan negaranya. Pada Piala Dunia 2026 mendatang, ia diprediksi akan kembali menjadi andalan dan diduetkan bersama Merih Demiral.

4. Hakan Calhanoglu memiliki peran ganda di lini tengah

Hakan Calhanoglu memiliki peran ganda di lini tengah Turki. Dalam bertahan, ia bertugas untuk merebut bola, serta menjaga tempo dan kestabilan di lini tengah. Sedangkan, saat menyerang, pemain Inter Milan ini ditugaskan sebagai playmaker yang bisa memasok bola ke lini serang. Hasilnya, ia bisa mencatatkan 1 gol dan 6 assist yang membuatnya menjadi pemain Turki dengan assist terbanyak di kualifikasi Piala Dunia 2026. Calhanoglu sendiri memainkan 7 laga dengan perincian 561 menit.

5. Kenan Yildiz mentereng pada fase grup

Kenan Yildiz tampil mentereng saat Turki tampil pada fase grup. Pemain Juventus ini mencatatkan 3 gol dari 5 laga dengan perincian 405 menit. Sedangkan, pada playoff, ia gagal memberikan gol maupun assist dalam 2 laga dengan perincian 179 menit. Kendati demikian, tenaganya akan dibutuhkan Turki untuk membongkar lini serang di Piala Dunia 2026.

6. Arda Guler memiliki torehan gol dan assist yang sama baiknya

Arda Guler menjadi tandem Kenan Yildiz untuk menopang penyerang tengah Turki. Pemain muda Real Madrid ini juga memiliki torehan gol dan assist yang mentereng. Selama kualifikasi Piala Dunia 2026, ia mencetak 1 gol dan 4 assist dari 7 laga (574 menit). Itu didapatkan berkat permainan eksplosif dan pergerakannya yang berbahaya.

Turki yang dilatih Vincenzo Montella tergabung di grup D bersama Australia, Paraguay, dan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Jika melihat kualitas tim, Turki seharusnya bisa lolos dari fase grup. Namun, akan sulit jika Turki memiliki target untuk melampaui pencapaian di Piala Dunia 2002. Sebab, saat itu, Turki mengakhiri turnamen sebagai peringkat tiga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More