Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pemain Prancis Chelsea Terakhir sebelum Maxence Lacroix
Ilustrasi Stamford Bridge (pixabay.com/ahundt)
  • Chelsea merekrut bek Prancis Maxence Lacroix dari Crystal Palace pada bursa musim panas 2026, melanjutkan tradisi perekrutan talenta Prancis di Stamford Bridge.
  • Mathis Amougou dan Lesley Ugochukwu minim tampil sebelum dijual, sementara Christopher Nkunku terkendala cedera dan pindah ke AC Milan setelah mencatat 18 gol.
  • Axel Disasi dipinjamkan akibat performa inkonsisten, sedangkan Malo Gusto menjadi rekrutan Prancis paling sukses dengan 134 penampilan, 3 gol, dan 17 assist.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Chelsea kembali memperkuat skuadnya dengan resmi memboyong bek tangguh, Maxence Lacroix, dari Crystal Palace pada bursa transfer musim panas 2026. Kedatangan pemain asal Prancis ini membawa harapan besar bagi publik Stamford Bridge agar ia mampu menjadi benteng kokoh di lini belakang dan membawa The Blues meraih kejayaan.

​Kehadiran Lacroix sekaligus memperpanjang tradisi dan hubungan erat antara Chelsea dengan deretan talenta berbakat asal Negeri Mode tersebut. Sebelum sang bek anyar memulai langkah barunya di London Barat, inilah lima pemain Prancis di Chelsea sebelum Maxence Lacroix.

1. Mathis Amougou gagal menembus skuad utama yang akhirnya dijual ke RC Strasbourg

Sebelum Maxence Lacroix​ datang, Mathis Amougou merupakan pemain Prancis terakhir yang didatangkan oleh Chelsea. Mathis Amougou sendiri didatangkan oleh Chelsea dari klub Prancis, AS Saint-Etienne, pada Februari 2025 dengan nilai transfer mencapai 15 juta euro atau sekitar Rp250 miliar. Didatangkan saat masih berusia 19 tahun, gelandang muda potensial ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat lini tengah The Blues.

Sayangnya, selama berada di Stamford Bridge, Amougou sangat minim mendapatkan kesempatan bermain dan gagal menembus skuad utama secara reguler. Amougou tercatat hanya berhasil tampil sebanyak 2 kali bersama skuad utama Chelsea di seluruh kompetisi. Pada Juli 2025, Chelsea akhirnya melepas Amougou ke klub Ligue 1, RC Strasbourg, setelah sang pemain tidak masuk dalam rencana jangka panjang pelatih.

2. Lesley Ugochukwu hanya berhasil mencatatkan 15 penampilan sebelum dijual ke Burnley

Nama berikutnya ada ​Lesley Ugochukwu yang didatangkan oleh Chelsea dari klub Ligue 1, Stade Rennais, pada Agustus 2023 dengan biaya transfer mencapai 27 juta euro atau sekitar Rp460 miliar. Pemain berposisi gelandang bertahan ini didatangkan sebagai prospek jangka panjang untuk memperkuat kedalaman lini tengah tim. Debut resminya terjadi pada pekan awal Premier League musim 2023/2024 saat tampil dari bangku cadangan ketika berhadapan dengan Liverpool.

​Perjalanan karier Ugochukwu di Stamford Bridge terbilang cukup sulit akibat ketatnya persaingan serta gangguan cedera hamstring yang dialaminya. Ugochukwu tercatat hanya berhasil membukukan total 15 penampilan selama membela The Blues. Untuk mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten, Chelsea kemudian meminjamkannya ke Southampton sebelum akhirnya resmi dijual ke Burnley pada Agustus 2025.

3. Christopher Nkunku sering cedera yang membuatnya gagal mendapatkan bentuk permainan terbaiknya

Christopher Nkunku didatangkan oleh Chelsea dari klub Bundesliga, RB Leipzig, pada Juli 2023 dengan nilai transfer mencapai 60 juta euro atau sekitar Rp980 miliar. Kedatangannya disambut dengan ekspektasi tinggi mengingat reputasinya sebagai pencetak gol ulung dan pemain terbaik Bundesliga pada musim 2021/2022. Sayangnya, awal kariernya langsung terhambat oleh cedera lutut parah saat laga pramusim yang memaksanya absen selama beberapa bulan.

​Momen cederanya yang berulang membuat Nkunku kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya secara konsisten di Inggris. Selama berseragam The Blues, penyerang asal Prancis ini berhasil mengemas total 62 penampilan dengan torehan 18 gol dan 5 assist. Chelsea akhirnya menyepakati kepindahannya ke klub raksasa Italia, AC Milan, pada bursa transfer musim panas 2025.

4. Axel Disasi tampil inkonsisten yang membuatnya dipinjam ke beberapa klub

Axel Disasi direkrut oleh Chelsea dari klub Prancis, AS Monaco, pada Agustus 2023 dengan nilai transfer sebesar 45 juta euro atau sekitar Rp750 miliar. Bek tengah tangguh ini didatangkan untuk mengisi kekosongan di lini belakang The Blues akibat badai cedera pemain bertahan lainnya. Ia menandai debutnya dengan luar biasa usai mencetak gol penyama kedudukan saat berhadapan dengan Liverpool pada pekan pertama Premier League musim 2023/2024.

​Meski sering dipercaya sebagai starter, namun performa Disasi kerap mendapat sorotan karena inkonsistensi dalam menjaga pertahanan tim. Selama berseragam Chelsea, Disasi tercatat membukukan total 61 kali penampilan dengan sumbangan 5 gol dan 2 assist di seluruh kompetisi. Setelah porsi bermainnya mulai berkurang di skuad utama, Chelsea akhirnya meminjamkannya ke Aston Villa dan West Ham United.

5. ​Malo Gusto berhasil tampil konsisten dan menjadi salah satu pilar utama Chelsea

Terakhir, ada ​Malo Gusto yang dibeli oleh Chelsea dari klub Prancis, Olympique Lyonnais, pada Januari 2023 dengan nilai transfer mencapai 30 juta euro atau sekitar Rp570 miliar. Setelah dipinjamkan kembali ke Lyon hingga akhir musim 2022/2023, ia secara resmi bergabung dengan skuad utama Chelsea pada Juli 2023. Pemain muda ini dihadirkan untuk menambah kedalaman skuad sekaligus menjadi pesaing di posisi bek kanan.

​Gusto berhasil menunjukkan kualitasnya lewat permainan yang disiplin saat bertahan dan aktif membantu serangan dari sisi sayap. Selama membela The Blues, ia berhasil mengumpulkan total 134 penampilan dengan torehan 3 gol dan 17 assist untuk Chelsea di semua kompetisi. Hingga saat ini, Gusto tetap dipertahankan sebagai salah satu pemain kunci Chelsea dan dinilai sebagai salah satu rekrutan tersukses asal Prancis.

Rekam jejak para pemain Prancis di Chelsea selalu dipenuhi dinamika menarik, mulai dari yang kesulitan akibat persaingan dan cedera hingga yang berhasil menjadi pilar penting untuk tim berjuluk The Blues tersebut. Kini, tongkat estafet tersebut diteruskan kepada Maxence Lacroix yang baru saja berlabuh di London Barat. Dikenal lewat kecepatan dan ketangguhannya di lini belakang, kedatangan Lacroix membawa harapan besar agar ia mampu menjadi tembok kokoh baru bagi skuad The Blues.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article