6 Pemain Terbaik pada Final Piala Afrika 2025

Gelar juara Piala Afrika 2025 akhirnya didapatkan Senegal. The Lions of Teranga memastikan gelar juara ini setelah mengalahkan tim tuan rumah, Maroko, dengan skor 1-0 pada partai final. Kemenangan ini diraih melalui drama dalam laga yang berjalan selama 120 menit.
Senegal hampir saja kehilangan gelar juara andaikan Brahim Diaz (90+24) dari Maroko mampu mengeksekusi penalti dengan baik. Namun, Edouard Mendy (Senegal) bisa mengamankan penalti pemain Real Madrid tersebut. Barulah pada perpanjangan waktu, tepatnya menit 94, Senegal mencetak gol melalui sepakan Pape Gueye.
Pemain Villarreal tersebut menjadi salah satu pemain yang meraih nilai tertinggi versi SofaScore pada laga ini. Pertanyaannya, apakah enam pemain dengan rating tertinggi pada final Piala Afrika 2025 datang dari Senegal saja?
1. Penyelamatan Edouard Mendy sangat penting dalam keberhasilan Senegal
Edouard Mendy hanya mencatat 3 penyelamatan, 1 clearance, dan 11 recovery selama 120 menit. Meski begitu, ia mendapat nilai 8,7 dari SofaScore. Hal ini didapatkan setelah ia melakukan penyelamatan krusial yang menggagalkan penalti Brahim Diaz pada menit 90+24. Jika saja Mendy terkecoh Diaz, maka dapat dipastikan Senegal gagal menjadi juara Piala Afrika 2025.
2. Yassine Bounou (Maroko) kecolongan satu gol
Sama seperti Edouard Mendy, Yassine Bounou juga mendapat nilai 8,7 dari SofaScore. Kiper Maroko ini tampil mentereng selama 120 menit dengan mencatatkan 6 penyelamatan, 2 clearance, dan 4 recovery. Sayangnya, ia kecolongan melalui gol Pape Gueye. Gol tersebut tak bisa menghindarkan Maroko dari kekalahan dengan skor 0-1 pada partai final.
3. Gol tunggal Pape Gueye mengantar Senegal meraih trofi Piala Afrika untuk kedua kalinya
Pape Gueye meraih nilai 8,4 dari SofaScore pada partai final. Ia menjadi satu-satunya pencetak gol pada laga ini. Selain mencetak gol penentu kemenangan, ia juga tampil solid di lini tengah dengan mencatat 56 sentuhan, 73 persen akurasi umpan, 1 tekel, 1 intersep, 6 recovery, dan memenangkan 8 dari 12 duel. Aksinya mengantar Senegal meraih trofi Piala Afrika untuk kedua kalinya.
4. Idrissa Gana Gueye (Senegal) berperan sebagai pemberi assist untuk gol Pape Gueye
Sosok yang berperan sebagai pemberi assist untuk gol Pape Gueye adalah Idrissa Gana Gueye. Namun, jika dibandingkan, gelandang Everton ini tampil lebih mentereng di lini tengah dibandingkan Pape Gueye. Sebab, ia berperan ganda, yakni sebagai breaker dan pengatur tempo permainan. Secara statistik, ia mencatat 65 sentuhan, 87 persen akurasi umpan, 3 tekel, 1 intersep, 2 blok, 3 recovery, dan memenangkan 6 dari 8 duel. Ia pun mendapat nilai 7,6 dari SofaScore.
5. Moussa Niakhate memegang kendali di lini belakang Senegal
Senegal sebenarnya tampil pincang karena absennya Kalidou Koulibaly. Kendati demikian, The Lions of Teranga masih memiliki Moussa Niakhate yang mampu memegang kendali di lini belakang. Bek Olympique Lyon itu mencatat 2 tekel, 5 clearance, 1 blok, 4 recovery, dan memenangkan 4 dari 6 duel. Ia menjadi salah satu kunci dari nirbobol yang didapat Senegal. Pada laga ini, ia mendapat nilai 7,6 dari SofaScore.
6. Noussair Mazraoui (Maroko) aktif dalam menyerang dan bertahan
Serupa dengan dua nama sebelumnya, Noussair Mazraoui juga mendapat nilai 7,6 dari SofaScore pada final Piala Afrika 2025. Bek kiri Maroko ini menampilkan performa menyerang dan bertahan yang sama bagusnya. Saat menyerang, ia mencatat 66 sentuhan, 2 umpan kunci, dan 86 persen akurasi umpan. Sedangkan, saat bertahan, ia mencatat 5 tekel, 2 intersep, 3 clearance, 2 blok, 3 recovery, dan memenangkan 9 dari 14 duel.
Final Piala Afrika 2025 membuktikan bahwa laga puncak tak hanya ditentukan pencetak gol. Namun, pertahanan dan momen krusial juga mengambil peran. Enam pemain ini menjadi cerminan betapa tipisnya perbedaan kualitas antara Senegal dan Maroko sebagai dua kekuatan Afrika saat ini.


















