6 Pembelian Termahal Tottenham Hotspur pada Era Thomas Frank

- Xavi Simons (65 juta euro) memecahkan rekor pembelian klub
- Mohamed Kudus (63,8 juta euro) cukup produktif dalam gol dan assist
- Conor Gallagher (40 juta euro) baru didatangkan pada musim dingin 2026
Belum bulat setahun, kerja sama Tottenham Hotspur (Spurs) dan Thomas Frank akhirnya usai. Hal ini terjadi karena Frank dipecat pada 11 Februari 2026 karena gagal membawa Spurs bertengger di papan atas.
Padahal, Frank diberikan banyak amunisi baru selama melatih Spurs. Bahkan, ada pemain yang memecahkan rekor transfer klub. Namun, pelatih asal Denmark itu gagal memaksimalkannya dengan baik. Lantas, siapa sajakah pembelian termahal Spurs pada era Frank?
1. Xavi Simons (65 juta euro) memecahkan rekor pembelian klub
Pembelian termahal Thomas Frank di Tottenham Hotspur jatuh kepada Xavi Simons. Gelandang serang asal Belanda ini tak hanya menjadi rekrutan termahal pada era Frank, tetapi juga memecahkan rekor transfer klub per 13 Februari 2026. Ia dibeli seharga 65 juta euro (Rp1,29 triliun) dari RB Leipzig pada musim panas 2025. Di bawah arahan pelatih asal Denmark tersebut, Simons tampil dalam 31 pertandingan dengan mencatatkan 2 gol serta 6 assist.
2. Mohamed Kudus (63,8 juta euro) cukup produktif dalam gol dan assist
Untuk mempertajam lini serang, Thomas Frank memilih Mohamed Kudus untuk mengisi pos sayap kanan. Pemain asal Ghana itu didatangkan dari West Ham United seharga 63,5 juta euro (Rp1,26 triliun) pada musim panas 2025. Hasilnya, sang pemain bisa tampil sesuai keinginan Frank. Ia cukup produktif dengan mencetak 3 gol dan 6 assist dari 26 laga.
3. Conor Gallagher (40 juta euro) baru didatangkan pada musim dingin 2026
Conor Gallagher baru didatangkan Thomas Frank ke Spurs pada musim dingin 2026. Ia diboyong dari Atletico Madrid seharga 40 juta euro (Rp798 miliar) pada 14 Januari 2026. Saat pertama datang, gelandang asal Inggris itu langsung diplot sebagai pemain utama. Oleh karena itu, ia masih bisa menjalani lima laga di bawah arahan Frank.
4. Mathys Tel (35 juta euro) hanya menjadi pelapis
Mathys Tel datang ke Spurs sejak musim dingin 2025. Namun, ia baru dipermanenkan pada era Thomas Frank, tepatnya pada 1 Juli 2025. Ia dibeli dari Bayern Muenchen seharga 35 juta euro (Rp698 miliar). Sayangnya, ia hanya menjadi pelapis di skema racikan Frank. Meski mencatat 24 laga (861 menit), ia hanya sekali tampil penuh.
5. Kevin Danso (25 juta euro) tampil meyakinkan di lini belakang
Serupa dengan Mathys Tel, Kevin Danso juga dipermanenkan Spurs pada era Thomas Frank. Bek asal Austria ini dipermanenkan dari RC Lens seharga 25 juta euro (Rp498 miliar). Namun, ia memiliki nasib yang lebih baik karena menjadi andalan Frank. Ia selalu tampil meyakinkan di lini belakang sehingga dapat mencatatkan 23 laga dengan perincian 1.403 menit.
6. Souza (15 juta euro) hanya tampil sekali di bawah arahan Thomas Frank
Serupa dengan Conor Gallagher, Souza juga baru didatangkan pada bursa transfer musim dingin 2026. Akan tetapi, pemain asal Brasil ini baru menjalani satu laga di bawah arahan Thomas Frank. Momen tersebut terjadi selama 35 menit pada laga kontra Manchester United. Souza sendiri dibeli seharga 15 juta euro (Rp299 miliar) dari Santos.
Selain keenam pemain ini, Thomas Frank juga mendatangkan tiga pemain lain. Mereka adalah Luka Vuskovic, Kota Takai, Joao Palhinha, dan Randal Kolo Muani. Khusus, untuk Palhinha dan Kolo Muani, keduanya datang sebagai pemain pinjaman.


















