Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pencapaian Jerman di 5 Edisi Terakhir Piala Dunia per 2026
potret jersey Jerman (unsplash.com/dbrandaof)
  • Jerman tampil konsisten di Piala Dunia 2010 dan sukses meraih posisi ketiga setelah menyingkirkan Inggris serta Argentina, meski akhirnya kalah tipis dari Spanyol di semifinal.
  • Puncak kejayaan Jerman terjadi pada Piala Dunia 2014 saat mereka menjuarai turnamen dengan kemenangan bersejarah 7-1 atas Brasil dan gol penentu Mario Goetze di final melawan Argentina.
  • Sejak 2018 hingga 2026, performa Jerman menurun drastis dengan dua kali gagal lolos fase grup dan tersingkir lewat adu penalti melawan Paraguay di babak 32 besar edisi 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jerman telah mengoleksi empat trofi Piala Dunia. Sayangnya, Der Panzer harus gugur pada babak 32 besar pada 2026. Ini sekaligus menghiasi pencapaian Jerman di lima edisi terakhir Piala Dunia per 2026.

1. Jerman menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2010

Jerman finis sebagai juara Grup D Piala Dunia 2010. Meski sempat kalah 0-1 dari Serbia, mereka berhasil mengalahkan Australia 4-0 dan Ghana 1-0. Pada babak 16 besar, Der Panzer membungkam Inggris 4-1. Dominasi tersebut berlanjut di perempat final ketika mereka menghancurkan Argentina dengan skor 4-0.

Langkah Jerman terhenti di semifinal setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol. Satu-satunya gol di pertandingan tersebut dicetak Carles Puyol melalui situasi sepak pojok. Meski gagal melaju ke final, anak asuh Joachim Loew mampu bangkit pada perebutan tempat ketiga dengan menundukkan Uruguay 3-2.

2. Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014

Jerman berhasil mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali menjadi juara Piala Dunia pada 2014. Tim asuhan Joachim Loew lolos dari fase grup sebagai juara Grup G setelah mengungguli Portugal, Amerika Serikat, dan Ghana. Pada fase gugur, Jerman menyingkirkan Aljazair lewat perpanjangan waktu sebelum mengalahkan Prancis dengan skor tipis 1-0 di perempat final.

Semifinal Jerman melawan Brasil menjadi salah satu pertandingan yang mencuri perhatian. Pada laga tersebut, Jerman berhasil menang telak 7-1 atas Brasil yang berstatus sebagai tuan rumah. Di partai puncak, Jerman berjumpa dengan Argentina. Gol tunggal Mario Goetze pada babak perpanjangan waktu memastikan trofi Piala Dunia keempat bagi Der Panzer.

3. Jerman harus puas berada di posisi juru kunci Grup F Piala Dunia 2018

Jerman datang ke Piala Dunia 2018 dengan status juara bertahan. Namun, performa anak asuh Joachim Loew justru jauh dari ekspektasi setelah hanya meraih satu kemenangan dalam tiga pertandingan fase grup. Kekalahan 0-1 dari Meksiko pada laga pembuka membuat Der Panzer berada di bawah tekanan sejak awal turnamen. Meski sempat bangkit lewat kemenangan 2-1 atas Swedia, peluang lolos mereka tetap bergantung pada pertandingan terakhir.

Pada laga penentuan, Jerman secara mengejutkan kalah 0-2 dari Korea Selatan setelah kebobolan dua gol pada masa tambahan waktu. Hasil tersebut membuat mereka finis sebagai juru kunci Grup F dengan koleksi tiga poin. Kegagalan lolos ke babak 16 besar menjadi pencapaian terburuk Jerman di Piala Dunia sejak 1938.

4. Jerman gagal lolos fase grup Piala Dunia 2022

Jerman mengawali fase grup Piala Dunia 2022 dengan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Jepang. Pada laga kedua, Der Panzer nyaris tersingkir setelah sempat tertinggal dari Spanyol sebelum Niclas Fuellkrug mencetak gol penyeimbang untuk memaksakan skor seri 1-1. Hasil tersebut membuat peluang lolos ke babak 16 besar tetap terbuka, tetapi mereka wajib meraih kemenangan pada pertandingan terakhir.

Jerman menutup fase grup dengan kemenangan 4-2 atas Kosta Rika. Meski mengoleksi empat poin, mereka tetap finis di peringkat ketiga Grup E karena kalah selisih gol dari Spanyol yang juga mengumpulkan poin serupa. Untuk kedua kalinya secara beruntun setelah 2018, Jerman harus angkat koper dari Piala Dunia pada fase grup.

5. Jerman kalah dari Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026

Perjalanan Jerman di Piala Dunia 2026 harus terhenti pada babak 32 besar setelah ditumbangkan oleh Paraguay. Padahal, Der Panzer sempat tampil meyakinkan di fase grup. Anak asuh Julian Nagelsmann keluar sebagai juara Grup E dengan mengoleksi enam poin.

Pertandingan menghadapi Paraguay berlangsung sengit. Penentuan lolos ke babak 16 besar harus melalui adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga perpanjangan waktu. Dalam babak tos-tosan, Jerman tersingkir setelah tiga eksekutor gagal melaksanakan tugasnya. Hasil minor ini menjadi kekalahan adu penalti pertama bagi Jerman sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Setelah 2014, Jerman belum mampu melangkah jauh di Piala Dunia. Kegagalan mereka dalam beberapa edisi terakhir perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, mereka memiliki deretan pemain berkualitas yang merumput di berbagai kompetisi papan atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article