Aston Villa menjual Lucas Digne ke Paris Saint-Germain pada musim panas 2026. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut dijual seharga Rp121 miliar. Biaya ini membuatnya berada di bawah Jordan Amavi sebagai penjualan termahal Aston Villa ke klub Prancis. Selain mereka, masih ada beberapa pemain yang juga dilepas dengan dana tinggi. Para pemain tersebut membela klub yang berbeda.
5 Penjualan Termahal Aston Villa ke Klub Prancis per 18 Agustus 2026

- Jordan Amavi menjadi penjualan termahal Aston Villa ke klub Prancis, setelah Olympique Marseille mempermanenkan statusnya pada 2018 dengan biaya Rp173 miliar.
- Lucas Digne pindah dari Aston Villa ke Paris Saint-Germain pada 9 Agustus 2026 senilai Rp121 miliar, sekaligus kembali ke klub yang pernah dibelanya pada 2013–2016.
- Morgan Sanson, Jean Makoun, dan Milan Baros melengkapi daftar dengan nilai Rp69 miliar, Rp52 miliar, dan Rp43 miliar; mayoritas transfer permanen diawali masa pinjaman.
1. Jordan Amavi (Rp173 miliar) masih belum tergeser dari posisi puncak
Jordan Amavi mulai pindah ke Olympique Marseille sebagai pemain pinjaman dari Aston Villa pada musim panas 2017. Ia kemudian dipermanenkan dengan mahar Rp173 miliar pada 1 Juli 2018. Nilai ini masih menempatkannya di urutan pertama penjualan termahal ke klub Prancis.
Jordan Amavi menjalani tiga musim awal bersama Olympique Marseille dengan bagus. Ia total memainkan 127 pertandingan dengan membukukan 3 gol dan 10 asis di beragam kompetisi. Sayangnya, ia setelah itu lebih banyak dipinjamkan ke klub lain hingga berpisah secara gratis.
2. Lucas Digne (Rp121 miliar) memilih untuk bereuni dengan Les Parisiens
Lucas Digne resmi meninggalkan Aston Villa pada 9 Agustus 2026. Paris Saint-Germain setuju untuk membelinya senilai Rp121 miliar. Kepindahan ini menjadi momen pulang kampung ke Parc des Princes karena sebelumnya sudah pernah membela Les Parisiens pada 2013—2016.
Transfer ini merupakan keputusan tepat yang dilakukan oleh Paris Saint-Germain untuk dapat memperkuat lini belakang. Pasalnya, Lucas Digne dalam performa terbaik selama bermain di Villa Park. Ia mampu menjadi pemain andalan dengan banyak terlibat dalam terciptanya gol.
3. Morgan Sanson (Rp69 miliar) sudah mencuri perhatian sejak musim pertama
Morgan Sanson menjadi rekrutan permanen OGC Nice pada 1 Juli 2024. Ia ditebus dari Aston Villa dengan biaya Rp69 miliar. Sebelumnya, ia telah menjadi bagian dari publik Allianz Riviera dengan status pemain pinjaman yang berhasil mencuri perhatian karena penampilan baiknya.
Ini terlihat dari torehan 2 gol dan 3 asis di Ligue 1 Prancis 2023/2024. Statistik ini makin bagus tatkala pemain berpaspor Prancis itu mendapat kepercayaan penuh pada musim pertamanya. Ia saat itu menjadi tumpuan untuk mengisi lini tengah OGC Nice dengan sering tampil starter.
4. Jean Makoun (Rp52 miliar) membantu bersaing di papan tengah klasemen
Jean Makoun berpisah dengan Aston Villa pada 1 Juli 2013. Ia saat itu dibeli oleh Stade Rennais dengan banderol Rp52 miliar. Menariknya, ia seperti halnya Jordan Amavi dan Morgan Sanson yang diboyong secara permanen setelah terlebih dahulu berstatus pinjaman dari The Villans.
Jean Makoun menghabiskan waktu selama tiga musim bersama Stade Rennais. Sayangnya, ia tidak mencatatkan prestasi mencolok seperti sukses membantu meraih gelar juara. Kendati demikian, ia membantu klub berjuluk Les Rouge et Noir itu membenahi posisinya di klasemen.
5. Milan Baros (Rp43 miliar) hengkang ke Prancis dengan biaya murah
Milan Baros di urutan kelima dalam daftar penjualan termahal Aston Villa ke klub Prancis. Ini terjadi setelah dilepas ke Olympique Lyon senilai Rp43 miliar. Ini murah apabila dibandingkan dengan uang yang pernah dikeluarkan untuk membelinya dari Liverpool di angka Rp153 miliar.
Kiprahnya bersama Olympique Lyon berjalan kurang memuaskan. Ini karena banyak di bangku cadangan pemain hingga pernah tidak masuk skuad Stade Rennais yang akan bermain. Meski begitu, ia juga mencatatkan namanya di papan skor dan bermain di Liga Champions Eropa (UCL).
Aston Villa kembali menjual pemain ke klub Prancis dengan harga mahal. Mayoritas dari para pemain tersebut awalnya hanya berstatus sebagai pinjaman. Uniknya, ada di antara mereka yang saat ini masih berkarier di Prancis.



















