Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pencapaian Kolombia pada 5 Edisi Terakhir Piala Dunia per 2026
potret suporter Kolombia (pexels.com/Mauricio F. Escobar M.)
  • Kolombia tampil inkonsisten di lima edisi terakhir Piala Dunia, sempat gagal lolos fase gugur pada 1994 dan 1998 meski diperkuat pemain bintang seperti Valderrama dan Asprilla.
  • Puncak prestasi Kolombia terjadi di Piala Dunia 2014 saat mereka melaju hingga perempat final berkat performa gemilang James Rodriguez sebelum dikalahkan Brasil 1-2.
  • Pada edisi 2018 dan 2026, Kolombia tersingkir di babak 16 besar lewat adu penalti, masing-masing melawan Inggris dan Swiss, setelah tampil solid di fase grup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kolombia merupakan salah satu kekuatan sepak bola Amerika Selatan. Tidak heran mereka kerap lolos ke putaran final Piala Dunia. Dalam lima edisi terakhir Piala Dunia per 2026, Los Cafeteros menunjukkan perkembangan, termasuk dengan berhasil melaju hingga perempat final.

1. Kolombia gagal lolos ke fase gugur Piala Dunia 1994

Kolombia datang ke Piala Dunia 1994 setelah tampil impresif pada babak kualifikasi, termasuk dengan membantai Argentina 5-0. Harapan tinggi itu justru berubah menjadi tekanan besar ketika mereka takluk 1-3 dari Rumania pada laga pembuka Grup A. Kekalahan tersebut membuat langkah Kolombia langsung berada di ujung tanduk. Mereka wajib memenangkan dua pertandingan tersisa demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Kolombia justru kembali tumbang 1-2 dari Amerika Serikat pada laga kedua akibat gol bunuh diri Andre Escobar. Kemenangan 2-0 atas Swiss pada pertandingan terakhir fase grup melalui gol Hernan Gaviria dan Adolfo Valencia tetap membuat mereka tersingkir. Kolombia harus puas finis di peringkat ketiga Grup A dengan raihan tiga poin.

2. Kolombia hanya menempati peringkat ketiga Grup G Piala Dunia 1998

Kolombia diperkuat nama-nama besar seperti Carlos Valderrama, Freddy Rincon, dan Faustino Asprilla di Piala Dunia 1998. Namun, langkah mereka tidak berjalan mulus setelah kalah 0-1 dari Rumania pada laga pembuka Grup G. Hasil itu membuat tekanan semakin besar menjelang pertandingan berikutnya.

Kolombia sempat menjaga asa usai menundukkan Tunisia 1-0 lewat gol Leider Preciado pada laga kedua. Sayangnya, mereka kembali tumbang 0-2 dari Inggris pada pertandingan terakhir fase grup. Meskipun berhasil meraih tiga poin, Kolombia tetap gagal menembus babak 16 besar setelah hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup G.

3. Kolombia melaju hingga perempat final Piala Dunia 2014

Kolombia menunjukkan performa impresif di Piala Dunia 2014. Mereka menyapu bersih pertandingan fase grup dengan tiga kemenangan. Tim asuhan Jose Nestor Pekerman sukses mengalahkan Yunani 3-0, Pantai Gading 2-1, dan Jepang 4-1. Kolombia lolos sebagai pemuncak klasemen Grup C dengan membukukan sembilan poin.

Los Cafeteros melanjutkan tren positif setelah menyingkirkan Uruguay 2-0 pada babak 16 besar melalui dua gol James Rodriguez. Sayangnya, langkah mereka akhirnya terhenti pada perempat final usai kalah tipis 1-2 dari tuan rumah, Brasil. Meski gagal menembus semifinal, keberhasilan Kolombia melaju hingga perempat final menjadi pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

4. Kolombia tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2018

Pada pertandingan pertama Kolombia di Piala Dunia 2018, mereka harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 1-2. Mereka kemudian bangkit lewat kemenangan 3-0 atas Polandia serta menundukkan Senegal dengan skor 1-0. Dua kemenangan tersebut cukup untuk memastikan Los Cafeteros sebagai juara Grup H.

Pada babak 16 besar, Kolombia berhadapan dengan Inggris. The Three Lions sempat unggul lebih dahulu lewat gol penalti Harry Kane pada menit ke-57. Namun, gol Yerry Mina pada menit ke-90+3 memaksa pertandingan berlanjut hingga adu penalti. Sayangnya, Kolombia kalah 3-4 dalam adu penalti setelah Mateus Uribe dan Carlos Bacca gagal menaklukkan Jordan Pickford.

5. Kolombia kalah adu penalti dari Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia 2026

Kolombia tidak terkalahkan pada fase grup Piala Dunia 2026. Mereka mampu menaklukkan Uzbekistan dan DR Kongo sebelum bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Portugal. Kolombia melaju ke babak 32 besar dengan status sebagai peringkat pertama Grup K.

Kolombia sukses menyingkirkan Ghana pada babak 32 besar dengan skor 1-0. Gol semata wayang Los Cafeteros pada pertandingan tersebut dicetak oleh Jhon Arias pada menit ke-14. Kolombia kemudian ditantang Swiss pada babak 16 besar. Setelah tidak ada gol yang tercipta hingga babak tambahan, laga dilanjutkan dengan adu penalti. Kolombia akhirnya harus mengakui keunggulan Swiss dengan skor 3-4 dalam adu penalti menyusul kegagalan Davinson Sanchez dan Cucho Hernandez menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.

Pencapaian terbaik Kolombia di Piala Dunia adalah melaju hingga perempat final pada edisi 2014. Mereka memiliki kesempatan untuk mengulangi pencapaian tersebut pada 2018 dan 2026. Sayangnya, pada dua edisi tersebut, Los Cafeteros tersingkir lebih dahulu lewat adu penalti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article