Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pemain Termahal yang Dibeli Al Qadsiah per 24 Agustus 2026

5 Pemain Termahal yang Dibeli Al Qadsiah per 24 Agustus 2026
ilustrasi menonton pertandingan sepak bola (pexels.com/Dom Le Roy)
  • Al Qadsiah, didukung Saudi Aramco, agresif berbelanja pemain mahal; Mateo Retegui menjadi rekor transfer klub setelah direkrut dari Atalanta senilai 61,75 juta euro pada Juli 2025.
  • Tijjani Reijnders menyusul sebagai pembelian termahal kedua dengan biaya 61 juta euro dari Manchester City pada Agustus 2026, untuk memperkuat lini tengah Al Qadsiah.
  • Tiga transfer besar lain ialah Equi Fernandez (18,7 juta euro), Christopher Bonsu Baah (17 juta euro), dan Gabriel Carvalho (15,6 juta euro); Fernandez telah dijual, sementara Carvalho dipinjamkan ke Shakhtar Donetsk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

​Gebrakan Al Qadsiah di bursa transfer sepak bola internasional terus mencuri perhatian publik. Didukung finansial yang kuat usai diambil alih raksasa minyak, Saudi Aramco, klub yang berbasis di Khobar ini aktif mendatangkan pemain-pemain berkualitas dari liga-liga elite Eropa maupun Amerika Selatan. Langkah berani tersebut membuat rekor transfer klub melesat tajam dalam beberapa musim terakhir. Kehadiran amunisi berharga mahal ini secara langsung membentuk daftar lima pemain termahal yang pernah dibeli Al Qadsiah per 24 Agustus 2026.

  1. 1. ​Mateo Retegui diboyong dengan biaya 61,75 juta euro dari Atalanta

    ​Al Qadsiah merampungkan transfer fantastis Mateo Retegui dari klub Serie A Italia, Atalanta, pada Juli 2025. Penyerang Timnas Italia kelahiran Argentina tersebut diboyong dengan nilai transfer 61,75 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun). Sebelum berlabuh di Arab Saudi, pemain berpaspor Italia ini berhasil mencatatkan performa luar biasa di Italia dengan menyabet gelar capocannoniere alias pencetak gol terbanyak Serie A 2024/2025 usai mengemas 23 gol.

    ​Selama berseragam Al Qadsiah, Retegui langsung membuktikan kualitasnya sebagai striker haus gol lewat torehan dua gol pada laga debutnya. Penyerang tengah berusia 27 tahun ini tercatat mengemas total 21 gol dan 3 assist dari 33 penampilan di semua kompetisi. Sebagai pilar utama di lini depan yang masih aktif membela Al Qadsiah, ketajamannya menjadi modal berharga bagi klub dalam mengarungi persaingan di level domestik maupun Asia.

  2. 2. Tijjani Reijnders ditebus senilai 61 juta euro dari Manchester City

    Tijjani Reijnders resmi menjadi rekrutan teranyar Al Qadsiah setelah dibeli dari klub raksasa English Premier League, Manchester City, pada bursa transfer Agustus 2026. Gelandang Timnas Belanda ini mendarat di Arab Saudi setelah ditebus dengan biaya transfer mencapai 61 juta euro (sekitar Rp1 triliun). Sebelum kepindahannya, Reijnders sempat menjadi figur penting yang mengawal lini tengah The Citizens serta tampil menonjol bersama Timnas Belanda di Piala Dunia 2026.

    ​Meski sempat mencatatkan debut gemilang di EPL bersama Manchester City lewat sumbangan 1 gol dan 1 assist saat melawan Wolverhampton Wanderers, Reijnders perlahan kehilangan tempat di skuad utama. Skema taktik yang kurang sesuai dengan gaya permainannya membuat pemain berusia 28 tahun ini memilih hengkang demi mendapatkan menit bermain reguler. Kehadiran Reijnders diproyeksikan sebagai jenderal lapangan tengah utama yang bertugas memanjakan para penyerang Al Qadsiah.

  3. 3. Equi Fernandez didatangkan dari Boca Juniors seharga 18,7 juta euro

    ​Al Qadsiah mendatangkan gelandang bertahan muda berbakat asal Argentina, Equi Fernandez, dari Boca Juniors pada Agustus 2024. Manajemen klub kala itu harus merogoh kocek 18,7 juta euro (sekitar Rp325 miliar) demi mengamankan jasanya. Sejak awal kedatangannya, pemain berkebangsaan Argentina ini langsung bertransformasi menjadi pilar vital yang menjaga keseimbangan dan kedalaman di lini tengah tim.

    ​Kiprah Fernandez bersama Al Qadsiah hanya bertahan selama 1 musim saja lantaran performa mengesankannya langsung memikat klub-klub elite Eropa. Pada September 2025, Al Qadsiah resmi menjualnya kepada klub Bundesliga Jerman, Bayer Leverkusen, dengan nilai transfer yang meningkat hingga 25 juta euro (sekitar Rp434 miliar). Selama 1 musim membela Al Qadsiah, pemain berusia 24 tahun tersebut mencatatkan 37 penampilan di semua kompetisi dengan sumbangan 1 gol dan 4 assist.

  4. 4. ​Christopher Bonsu Baah dibeli dari KRC Genk dengan biaya 17 juta euro

    ​Daftar pemain termahal berikutnya dihuni winger muda berkebangsaan Ghana, Christopher Bonsu Baah, yang didatangkan dari klub Liga Belgia, KRC Genk, pada Juli 2025. Proses kepindahan pemain energik ini memakan biaya transfer sebesar 17 juta euro (sekitar Rp295 miliar). Saat masih membela KRC Genk, Bonsu Baah berhasil mengukir rekam jejak yang solid dengan torehan 5 gol dan 7 assist dari total 90 penampilan di berbagai kompetisi.

    ​Sejak resmi bergabung dengan Al Qadsiah, pemain berusia 21 tahun ini terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif di sektor sayap penyerangan. Pada musim perdananya berseragam Al Qadsiah, ia sukses membukukan 4 gol dan 14 assist dari 38 pertandingan. Statusnya yang masih terikat kontrak bersama Al Qadsiah menjadikannya sebagai salah satu aset jangka panjang yang sangat berharga bagi masa depan klub.

  5. 5. Gabriel Carvalho diangkut dari Internacional senilai 15,6 juta euro

    ​Nama terakhir dalam daftar ini adalah Gabriel Carvalho yang didatangkan dari klub Brasil, Internacional, pada Agustus 2025. Al Qadsiah rela merogoh kocek hingga 15,6 juta euro (sekitar Rp271 miliar) demi memboyong gelandang serang berprospek cerah yang baru berusia 18 tahun tersebut. Sebelum menjajal karier di Timur Tengah, Carvalho dikenal sebagai salah satu bakat paling bersinar di Liga Brasil usai berhasil menembus tim utama Internacional sejak berumur 16 tahun.

    Bersama Al Qadsiah, pemain asal Negeri Samba ini mampu memberikan dampak positif bagi permainan tim meskipun kerap mengawali laga dari bangku cadangan. Pada musim perdananya bersama Al Qadsiah, pemain yang dibekali kelincahan menggiring bola serta visi permainan yang tajam ini berhasil membukukan 12 penampilan dengan torehan 1 gol dan 2 assist. Demi memberikannya menit bermain yang lebih reguler dan mengasah pengalamannya di kancah Eropa, manajemen Al Qadsiah resmi meminjamkan Carvalho kepada klub raksasa Ukraina, Shakhtar Donetsk, pada 2026. Pengalaman berharga selama masa peminjaman di sana diharapkan mampu mematangkan potensi luar biasanya sebelum menjadi pilar utama Al Qadsiah pada masa depan.

    Langkah agresif yang ditunjukkan Al Qadsiah di bursa transfer menegaskan ambisi besar mereka untuk meruntuhkan dominasi klub-klub papan atas Saudi Pro League. Meskipun Equi Fernandez telah dilepas ke Bayer Leverkusen dan Gabriel Carvalho sedang menimba pengalaman lewat masa peminjaman di Shakhtar Donetsk, pilar utama lain seperti Mateo Retegui, Tijjani Reijnders, dan Christopher Bonsu Baah siap menjadi tulang punggung tim dalam memburu gelar pada 2026/2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More