Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persipura dan PSBS Memulai Championship Dengan Poin Minus

Persipura dan PSBS Memulai Championship Dengan Poin Minus
Persipura Jayapura di Championship 2025/26. (Dok. Persipura)
  • I.League memastikan klub Championship 2026/27 yang tidak memenuhi lima aspek club licensing akan mendapat pengurangan poin, dengan Persipura Jayapura dan PSBS Biak terdampak.
  • PSBS berpotensi memulai dengan poin minus karena tidak memiliki kandang di Biak dan akan bermain di Gelora Joko Samudro, Gresik, serta menghadapi tunggakan gaji dan larangan transfer FIFA.
  • Persipura berisiko dikurangi poin setelah memilih bermain di Gelora Delta Sidoarjo; sekitar 11 klub belum lolos licensing, tetapi masih dapat mengajukan banding.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - General Manager (GM) I.League, Budiman Dalimunthe, memastikan akan ada klub Championship yang memulai dengan poin minus di musim 2026/27. Dua yang terdampak adalah Persipura Jayapura dan PSBS Biak.

"Sebelumnya memang sudah disampaikan bahwa ada beberapa klub yang sekarang harus mengikuti regulasi baru. Kalau tidak memenuhi lima aspek club licensing, akan ada pengurangan poin," ujar Budiman di Jakarta, Senin (24/8/2026).

  1. 1. PSBS tak bisa main di kandang sendiri

    Nurhidayat Haji Haris saat memperkuat PSBS Biak di musim 2025/2026.
    Nurhidayat Haji Haris saat memperkuat PSBS Biak di BRI Super League musim 2025/2026. (instagram.com/psbsofficial)

    Budiman menjelaskan, untuk kasus PSBS, ada potensi besar pengurangan poin karena tak bisa main di kandang sendiri. Mereka harus mentas di Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Championship 2026/27.

    "Tentunya berbeda dengan PSBS Biak. Mereka berasal dari Super League dan memang musim lalu tidak bertanding di kandang sendiri. Kalau klub tidak bisa menyediakan home base, maka ada pengurangan poin," ujar Budiman.

    Selain masalah tak bisa main di kandang sendiri, PSBS juga dilanda masalah finansial pelik. Mereka sudah menunggak gaji pemain dan ofisial tim sejak musim lalu, sampai masuk daftar larangan transfer FIFA.

  2. 2. Kasus Persipura sudah disinggung manajemen

    Persipura Jayapura di Championship 2025/26
    Persipura Jayapura di Championship 2025/26. (Dok. Persipura)

    Terkait yang dialami Persipura, sudah dijelaskan oleh Owen Rahadiyan, yang pada musim lalu berstatus manajer tim. Dia sadar ada potensi pengurangan poin setelah Persipura membuka opsi main di Jawa.

    Untuk sekarang, Persipura dikabarkan akan mentas di Gelora Delta Sidoarjo. Owen sadar, dengan mentas di Jawa, ada plus minus yang akan didapat klub, termasuk soal pengurangan poin.

    "Menggelar laga di Pulau Jawa secara operasional bisa mengurangi beban biaya klub. Namun, keputusan tersebut juga berpotensi membuat Persipura dapat pengurangan poin," kata Owen.

  3. 3. I.League sudah bicara soal pengurangan poin

    Tiga perwakilan duduk di meja konferensi pers membahas hasil Club Licensing Cycle 2025/26 dengan daftar klub di layar belakang.
    Jumpa pers Club Licensing 2025/26 di kantor I.League. (IDN Times/Sandy Firdaus)

    Sebelumnya, Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra sudah menguarkan soal kemungkinan poin minus ini. Sebab, ada beberapa klub Championship yang tidak memenuhi syarat di Club Licensing.

    "Ada sekitar 11 ya, 11 klub yang tidak kita granted-kan karena masih ada aspek kriteria paling utama yang tidak terpenuhi. Namun, ke-11 klub ini bisa melakukan banding," kata Asep.

    Menilik ucapan Asep, Persipura dan PSBS tetap bisa melakukan banding agar bisa lolos Club Licensing untuk periode 2026/27. Namun, untuk Championship musim ini, mereka harus ada pengurangan poin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More