Gagal Menang Gegara Liverpool Dapat Penalti, Manajer Newcastle Berang

- Newcastle gagal mempertahankan keunggulan 2-1 setelah Liverpool mendapat penalti pada menit 90+6, yang dieksekusi Dominik Szoboszlai untuk menundukkan Lukas Hornicek.
- Manajer Newcastle Matthias Jaissle menilai penalti akibat insiden Lewis Hall dan Victor Munoz terlalu ringan, serta khawatir standar tersebut memicu banyak penalti sepanjang musim.
- Tayangan ulang menunjukkan lutut Hall menghantam paha Munoz tanpa upaya merebut bola, sehingga kontak itu mengganggu pergerakan Munoz dan menjadi dasar keputusan wasit Stuart Attwell.
Jakarta, IDN Times - Manajer Newcastle United, Matthias Jaissle, tidak puas dengan keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Liverpool di menit kritis, Minggu (23/8/2026). Bukan karena membuyarkan kemenangan Newcastle, tetapi karena dinilai tidak baik untuk sepak bola.
Dalam laga tersebut, Newcastle sebenarnya memimpin 2-1 hingga waktu sudah melewati batas lima menit yang diberikan untuk injury time. Nahas, tuan rumah melakukan blunder saat Liverpool melancarkan serangan terakhirnya.
Petaka itu datang setelah Lewis Hall menjatuhkan Victor Munoz di kotak terlarang pada menit 90+6, yang membuat wasit Stuart Attwell menunjuk titik putih. Eksekusi dingin Dominik Szoboszlai pun sukses menundukkan kiper Lukas Hornicek.
1. Sebut penalti Liverpool tidak layak
Jaissle menilai keputusan Attwell kurang tepat karena hanya kontak fisik yang sepele. Hall, disebut Jaissle, tidak melakukan gerakan tambahan dalam insiden yang membuat Munoz tersungkur di lapangan.
"Bagi saya, itu bukan penalti. Itu keputusan yang sangat ringan. Saya rasa Lewis tidak bisa melakukan hal lain," kata Jaissle, dikutip dari Mirror.
Lebih jauh, Jaissle menganggap keputusan Attwell dapat memengaruhi standar pelanggaran krusial di pertandingan-pertandingan lain. Jika mengacu pada insiden tersebut, Jaissle mengeklaim akan ada banyak penalti yang tercipta di setiap pertandingan.
"Kalau penalti seperti ini terus diberikan, kita akan melihat banyak penalti sepanjang musim dan saya tidak yakin itu bagus untuk sepak bola," ujar Jaissle.
2. Lutut Hall menghantam paha Munoz
Namun, jika melihat tayangan ulang, keputusan Attwell untuk menunjuk titik putih terbilang beralasan. Lutut Hall tertangkap basah menghantam paha Munoz saat keduanya berbenturan di dalam kotak penalti.
Hall juga tidak terlihat melakukan upaya untuk menyapu bola dalam situasi tersebut. Kontak itu membuat Munoz kehilangan keseimbangan dan terjatuh, sehingga wasit memiliki dasar untuk memberikan penalti.
3. Komite Wasit PSSI sering menjelaskan
Dalam sesi pelatihan media, Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, beberapa kali menegaskan sejumlah faktor penting dalam mengambil keputusan krusial. Khususnya terkait insiden di kotak terlarang.
Beberapa faktor di antaranya adalah tindakan menjegal, menarik, atau mendorong lawan yang mengganggu pergerakan pemain. Terutama ketika tidak terjadi perebutan bola. Jadi, fakta dari tayangan ulang dan penjelasan Ogawa memperkuat kalau keputusan Attwell sudah tepat.



















