Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

9 Pencetak Gol Free Kick Terbanyak di Premier League, Siapa Saja?

9 Pencetak Gol Free Kick Terbanyak di Premier League, Siapa Saja?
David Beckham (manutd.com)
Share Article

Direct free kick atau tendangan bebas langsung merupakan salah satu kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat gol ke gawang lawan. Namun, mencetak angka lewat proses ini tidak mudah. Dibutuhkan tidak hanya skill tinggi, tetapi juga sedikit keberuntungan.

Karena itu, tidak semua pemain mampu menceploskan gol melalui tendangan bebas, termasuk di kompetisi seketat Premier League. Lalu, siapa pemain yang menjadi raja free kick di kompetisi teratas Liga Inggris tersebut dan berapa gol yang telah mereka hasilkan?

  1. 1. David Beckham - 18 gol

    David Beckham (twitter.com/championsleague)
    David Beckham (twitter.com/championsleague)

    Klub: Manchester United

    Periode: 1992-2003

    Gaya Eksekusi:

    • Dikenal dengan teknik "bending" khasnya, yaitu mengarahkan bola melengkung ke pojok atas gawang.
    • Mengandalkan akurasi dan insting membaca posisi kiper, bukan tenaga berlebihan.

    Momen Ikonik:

    • Gol tendangan bebas ke gawang Everton (2003), dari jarak ±30 meter, melengkung ke sudut kiri atas gawang.
    • Beberapa golnya bahkan menjadi penentu kemenangan dalam laga-laga penting.

    Catatan Tambahan:

    • Tidak hanya andalan MU, Beckham juga menjadi andalan tendangan bebas timnas Inggris.
    • Semua gol freekick-nya di Premier League dicetak bersama MU.
  2. 2. James Ward-Prowse - 17 gol

    James Ward-Prowse (instagram.com/prowsey16)
    James Ward-Prowse (instagram.com/prowsey16)

    Klub: Southampton, West Ham United

    Periode: 2012-sekarang

    Gaya Eksekusi:

    • Eksekusi yang sangat presisi dan berteknik tinggi, bahkan dari jarak jauh dan sudut sempit.
    • Cenderung "mencongkel" bola agar meluncur cepat dan melengkung turun tepat sebelum garis gawang.

    Momen Ikonik:

    • Gol ke gawang Wolves (2022), dari jarak lebih dari 30 meter.
    • Sering mencetak gol freekick saat bermain tandang (13 dari 17 gol).

    Catatan Tambahan:

    • Hampir menyamai rekor Beckham, dan masih aktif bermain di EPL.
    • Dijuluki “Dead Ball Specialist” oleh media Inggris.
  3. 3. Thierry Henry - 12 Gol

    Thierry Henry (twitter.com/optajoe)
    Thierry Henry (twitter.com/optajoe)

    Klub: Arsenal

    Periode: 1999-2007, 2012

    Gaya Eksekusi:

    • Tenang, terukur, dan cepat. Kombinasi gaya curl dan kekuatan.
    • Sering menembak ke bawah mistar (top corner) atau di bawah pagar hidup.

    Momen Ikonik:

    • Gol freekick melawan Wigan (2004), di mana bola melesat melengkung melewati pagar hidup dan tidak terjangkau kiper.
    • Menjadi momok bagi tim-tim besar saat Arsenal di era "Invincibles".
  4. 4. Gianfranco Zola - 12 gol

    Gianfranco Zola (twitter.com/chelseafc)
    Gianfranco Zola (twitter.com/chelseafc)

    Klub: Chelsea

    Periode: 1996-2003

    Gaya Eksekusi:

    • Kaki kiri magis, sangat elegan, bisa menempatkan bola di mana saja.
    • Sering mengecoh kiper dengan arah tak terduga dan akurasi tinggi.

    Momen Ikonik:

    • Tiga gol freekick hanya dalam 30 hari (September 2002), lawan Newcastle, Blackburn, dan Charlton.
    • Gol-golnya sering jadi highlight karena keindahan dan teknik tinggi.
  5. 5. Cristiano Ronaldo - 12 gol

    Cristiano Ronaldo (twitter.com/manutdmen)
    Cristiano Ronaldo (twitter.com/manutdmen)

    Klub: Manchester United

    Periode: 2003-2009, 2021-2022

    Gaya Eksekusi:

    • Gaya "knuckleball" - tendangan datar tanpa spin yang membuat bola melayang tak terduga.
    • Lebih mengandalkan kekuatan daripada lengkungan.

    Momen Ikonik:

    • Freekick legendaris ke gawang Portsmouth (2008) - bola naik, kemudian turun tajam dan menukik ke pojok atas.
    • Gol tersebut sering dianggap salah satu tendangan bebas terbaik sepanjang sejarah EPL.
  6. 6. Sebastian Larsson - 11 gol

    Sebastian Larsson (premierleague.com)
    Sebastian Larsson (premierleague.com)

    Klub: Birmingham City, Sunderland

    Periode: 2006-2018

    Gaya Eksekusi:

    • Gaya Skandinavia klasik — presisi tinggi dengan efek melengkung tajam.
    • Bisa menembak dari jarak jauh atau sudut sempit.

    Momen Ikonik:

    • Gol ke gawang Arsenal (2010) dari jarak ±28 meter yang langsung bersarang ke sudut atas.
    • Selalu menjadi penendang utama di klub yang ia bela.
  7. 7. Laurent Robert - 11 gol

    Laurent Robert (premierleague.com)
    Laurent Robert (premierleague.com)

    Klub: Newcastle United

    Periode: 2001-2006

    Gaya Eksekusi:

    • Tendangan keras dengan arah yang tak terduga.
    • Sering menembak dari jarak yang sangat jauh.

    Momen Ikonik:

    • Gol dari freekick ke gawang Tottenham, meluncur deras dari jarak ±35 meter.
    • Tembakannya dikenal sangat eksplosif.
  8. 8. Morten Gamst Pedersen - 10 gol

    Morten Gamst Pedersen (twitter.com/williamhill)
    Morten Gamst Pedersen (twitter.com/williamhill)

    Klub: Blackburn Rovers

    Periode: 2004-2013

    Gaya Eksekusi:

    • Gaya melengkung mirip Beckham, tapi cenderung dengan kekuatan lebih.
    • Posisi tubuhnya stabil saat menendang, menjadikan arah bola akurat.

    Momen Ikonik:

    • Gol ke gawang Fulham (2005) dari sisi kiri, melengkung indah melewati pagar dan masuk ke pojok kanan atas.
    • Juga dikenal sebagai spesialis corner dan crossing.
  9. 9. Ian Harte - 10 gol

    Ian Harte (premierleague.com)
    Ian Harte (premierleague.com)

    Klub: Leeds United

    Periode: 1996-2004

    Gaya Eksekusi:

    • Bek kiri spesialis bola mati. Kaki kiri keras, akurat, dan konsisten.
    • Lebih menyukai freekick dari sisi kanan lapangan (untuk curling ke kiri).

    Momen Ikonik:

    • Beberapa gol spektakulernya terjadi di Liga Champions maupun Premier League.
    • Meski bek, jumlah golnya sangat tinggi untuk posisi tersebut.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More