Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pengguna Nomor Punggung 29 Liverpool sebelum Bradley Barcola

4 min read
5 Pengguna Nomor Punggung 29 Liverpool sebelum Bradley Barcola
ilustrasi logo Liverpool (pexels.com/jaralol)
  • Bradley Barcola memulai karier di Liverpool pada musim 2026/2027 setelah tiga tahun di PSG, mengenakan nomor punggung 29 yang jarang dipakai di Anfield.
  • Pengguna terakhir nomor 29, Arthur Melo, hanya tampil 13 menit pada 2022/2023 setelah cedera paha dan masalah kebugaran menghambat masa pinjamannya dari Juventus.
  • Sebelum Arthur, Dominic Solanke, Fabio Borini, Gabriel Paletta, dan Patrice Luzi juga minim dampak di Liverpool, dengan penampilan terbatas akibat persaingan, cedera, adaptasi, atau status pelapis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bradley Barcola menjalani karier baru bersama Liverpool mulai musim 2026/2027. Setelah 3 tahun membela Paris Saint-Germain, pemain internasional Prancis ini pindah ke Anfield. Winger 24 tahun ini mengenakan nomor yang sama seperti di klub sebelumnya, yakni 29. Nomor ini terbilang jarang digunakan di Liverpool. Meski begitu, ada lima pemain yang pernah memakainya menurut data Transfermarkt per September 2026. Seperti apa kiprahnya?

  1. 1. Arthur Melo hanya bermain sekali ketika menjalani masa peminjaman Liverpool

    Arthur Melo adalah pengguna terakhir nomor 29 di Liverpool. Ia datang ke Anfield ketika Liverpool mengalami badai cedera. Banyak gelandang inti menepi sehingga Arthur dipilih sebagai solusi jangka pendek. Liverpool meminjamnya dari Juventus semusim pada 2022/2023.

    Alih-alih berkontribusi, Arthur justru juga menjadi pesakitan. Padahal, Liverpool berharap terhadap dirinya yang sudah berpengalaman. Nahasnya, ia mengalami cedera paha saat latihan pada awal kedatangannya. Kondisi ini membuatnya mesti operasi dan absen 4 bulan. Meski pulih, ia hanya pernah tampil sekali dalam waktu 13 menit. Setelah itu, ia kembali cedera dan akhirnya gagal memberi dampak. Ia lalu kembali ke Juventus pada musim panas 2023.

  2. 2. Dominic Solanke kalah bersaing dengan pemain depan Liverpool

    Dominic Solanke bergabung ke Liverpool sebagai striker muda potensial pada musim panas 2017. Liverpool merekrutnya setelah performa gemilang menjuara Piala Dunia U-20 bersama Timnas Inggris. Mulanya, ia ditempatkan di Liverpool U-23. berkat perkembangan pesat, ia dipromosikan dan mengenakan nomor 29 di tim utama. 

    Sayangnya, talenta Solanke belum mampu keluar dengan maksimal. Faktor ketatnya persaingan membuatnya hanya bermain 27 kali pada 2017–2019. Maklum saja, Liverpool kala itu tengah produktif dengan trio Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah. Solanke hanya menjadi skuad rotasi karena kondisi lini serangan yang telah padu. Alhasil, Solanke hanya membuat 1 gol dan 1 assist. Pada Januari 2019, Liverpool melepasnya ke Bournemouth.

  3. 3. Faktor cedera membuat karier Fabio Borini di Liverpool tidak produktif

    Fabio Borini merupakan salah satu pembelian pemain pada masa awal Brendan Rodgers. Ia berlabuh ke Anfield setelah penampilan mengesankan di AS Roma. ia langsung memilih nomor 29 untuk mengarungi kariernya di Inggris. Namun, talenta yang dimiliki Borini tidak memberikan dampak besar kepada Liverpool. Faktor cedera berulang membuatnya minim aksi. 

    Selama 3 tahun di Liverpool, Borini hanya memainkan 38 pertandingan di lintas kompetisi. Sebagai striker, ia tidak produktif dengan membuat 3 gol dan 3 assist. Sempat dipinjamkan kepada Sunderland dan tampil apik, Borini gagal mereplikasi penampilannya ketika kembali. Pada musim panas 2015, Liverpool melepas pemain Italia ini kepada Sunderland.

  4. 4. Gabriel Paletta gagal memaksimalkan bakat mudanya ketika di Liverpool

    Gabriel Paletta bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2006. Kala itu, Liverpool merekrutnya langsung dari klub Argentina, CA Banfield. Bakatnya sebagai bek muda membuat Rafael Benitez selaku pelatih saat itu kepincut. Nomor 29 dipilihnya untuk mengarungi karier baru di Inggris. Sayangnya, kiprahnya di Anfield hanya bertahan setahun. 

    Adaptasi dengan liga yang baru membuat Paletta kesulitan. Terlebih lagi, pemain Argetina ini  dituntut memainkan garis pertahanan tinggi. Ini membuatnya inkonsisten karena permainan yang cepat. Tercatat, ia hanya tampil 8 kali dengan sumbangsih 1 gol dan 2 assist. Setelah musim yang gagal, Liverpool menjualnya ke Boca Juniors pada musim panas 2007.

  5. 5. Patrice Luzi hanya menjadi kiper pelapis saat membela Liverpool

    Sebelum dikenakan Gabriel Paletta, nomor punggung 29 Liverpool dipakai oleh Patrice Luzi pada 2002–2005. Namun, kiprahnya di Anfield selama 3 tahun tersebut minim aksi. Statusnya sebagai kiper pelapis membuatnya hanya mencatatkan satu penampilan untuk Liverpool. 

    Kesempatan tersebut hadir ketika Jerzy Dudek sebagai kiper utama mengalami cedera. Luzi mampu menjaga gawangnya tetap utuh dan membantu Liverpool menang 1-0 atas Chelsea. Ini menjadi satu-satunya penampilan Luzi sebelum memutuskan pergi pada musim panas 2005. 

    Melihat para pemain di atas, semuanya bisa dibilang kurang berdampak di Liverpool. Meski punya catatan pertandingan, sebagian besar penampilan tersebut hadir sebagai pemain pengganti. Kini, Bradley Barcola mesti membuktikan kualitasnya sebagai pemain muda agar tidak gagal seperti pengguna nomor 29 di Liverpool sebelumnya. Patut ditunggu kontribusinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More