5 Penjualan Termahal Levante, Carlos Espi Nomor 2!

- Jefferson Lerma menjadi penjualan termahal Levante setelah pindah ke Bournemouth pada 2018 senilai 30,5 juta euro, usai mencatat 93 penampilan dan membantu promosi ke La Liga.
- Carlos Espi menempati posisi kedua setelah Real Madrid menebus klausul rilisnya 25 juta euro pada Juli 2026; lulusan akademi Levante ini membukukan 20 gol dari 66 penampilan.
- Emmanuel Boateng, Keylor Navas, dan Jorge de Frutos melengkapi lima penjualan terbesar Levante, masing-masing dilepas seharga 11 juta, 10 juta, dan 8 juta euro.
Kepindahan penyerang muda berbakat, Carlos Espi, ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2026 ini berhasil mencuri perhatian publik sepak bola Spanyol. Nilai transfer fantastis yang dikucurkan Los Blancos untuk mengamankan tanda tangannya membuat pemain binaan akademi Levante ini menjadi salah satu penjualan termahal sepanjang sejarah klub. Menariknya, Espi menempati urutan kedua untuk daftar penjualan pemain termahal bagi Levante.
Mulai dari bakat muda yang melejit pesat hingga bintang internasional, berikut adalah daftar lima penjualan termahal Levante sepanjang sejarah klub.
1. Jefferson Lerma menjadi penjualan termahal Levante saat dibeli oleh Bournemouth
Di urutan pertama, ada Jefferson Lerma yang resmi didatangkan oleh Levante dari klub asal Kolombia, Atletico Huila, pada Agustus 2015 dengan status pinjaman sebelum akhirnya dipermanenkan pada Juli 2016 dengan biaya 600 ribu euro atau sekitar Rp10 miliar. Gelandang bertahan tangguh ini direkrut untuk memperkuat sektor tengah tim yang sedang membangun kembali kekuatan setelah degradasi ke Segunda Division pada musim 2015/2016. Langkah transfer ini terbukti menjadi salah satu investasi terbaik dalam sejarah klub berjuluk Les Granotes tersebut.
Selama membela Levante, Lerma berhasil mencatatkan total 93 penampilan di semua kompetisi dengan torehan 3 gol dan 4 assist. Performa impresifnya menjadi kunci sukses Levante saat meraih tiket promosi kembali ke La Liga pada musim 2016/2017. Berkat konsistensinya, ia akhirnya dijual ke klub Premier League, AFC Bournemouth, pada Agustus 2018 dengan nilai transfer fantastis sebesar 30,5 juta euro atau sekitar Rp577 miliar, sekaligus membuatnya menjadi pemain dengan penjualan termahal bagi Levante.
2. Carlos Espi pemain akademi yang menjadi penjualan termahal kedua sepanjang sejarah klub
Berikutnya ada Carlos Espi yang baru saja merampungkan transfernya ke klub raksasa Spanyol, Real Madrid, pada bursa transfer musim panas 2026. Carlos Espi sendiri merupakan penyerang berbakat yang berhasil menembus skuad utama Levante setelah dipromosikan dari tim akademi klub pada tahun 2024. Pemain muda potensial ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat sejak pertama kali dipercaya mengisi lini depan tim senior.
Penampilan gemilangnya di kasta kedua liga Spanyol langsung menarik perhatian banyak pemandu bakat klub raksasa Eropa. Di lini serang Levante, Espi sukses mencatatkan total 66 kali penampilan dengan torehan 20 gol dan 2 assist di seluruh kompetisi. Ketajamannya yang luar biasa membuat Real Madrid berani menebus klausul rilisnya senilai 25 juta euro atau sekitar Rp520 miliar pada Juli 2026, menjadikannya penjualan termahal kedua sepanjang sejarah klub.
3. Emmanuel Boateng sempat mencetak hattrick saat mengalahkan Barcelona dengan skor 5-4
Emmanuel Boateng didatangkan oleh Levante dari klub Liga Portugal, Moreirense FC, pada Agustus 2017. Penyerang asal Ghana ini dibeli dengan harga sekitar 2 juta euro atau sekitar Rp31,4 miliar untuk menambah daya gedor di lini serang tim. Kedatangannya diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan striker haus gol setelah Levante promosi ke La Liga musim 2017/2018.
Selama berkarier di Levante, Boateng berhasil membukukan total 48 penampilan dengan sumbangan 8 gol dan 2 assist. Momen puncak dalam kariernya terjadi saat ia mencetak hattrick spektakuler yang menghentikan rekor tak terkalahkan FC Barcelona dalam kemenangan 5-4 pada Mei 2018. Setelah memperlihatkan potensi besarnya, Levante kemudian melepas Boateng ke klub Tiongkok, Dalian Yifang, pada Februari 2019 dengan biaya transfer mencapai 11 juta euro atau sekitar Rp228 miliar.
4. Keylor Navas tampil luar biasa bersama klub dan timnas yang membuat harganya melambung tinggi
Keylor Navas resmi bergabung dengan Levante dari klub Spanyol, Albacete Balompie, dengan status pinjaman pada Juli 2011 sebelum akhirnya dipermanenkan pada Juli 2012. Levante hanya perlu mengeluarkan dana sebesar 150 ribu euro atau sekitar Rp1,7 miliar untuk memperjelas status kepemilikan kiper asal Kosta Rika tersebut. Keputusan tersebut terbukti menjadi salah satu langkah transfer paling menguntungkan yang pernah dilakukan oleh manajemen Levante.
Selama membentengi gawang Levante, Navas tampil dalam 70 pertandingan resmi dan berhasil mencatatkan 29 kali clean sheet. Performa fenomenalnya di bawah mistar gawang membuatnya dianugerahi penghargaan Kiper Terbaik La Liga pada musim 2013/2014. Setelah tampil menawan di Piala Dunia 2014, Navas resmi dijual ke klub raksasa Real Madrid pada Agustus 2014 dengan nilai transfer mencapai 10 juta euro atau sekitar Rp158 miliar.
5. Jorge de Frutos mantan pemain Real Madrid yang berhasil tampil impresif bersama Levante
Terakhir, ada Jorge de Frutos yang direkrut oleh Levante dari Real Madrid Castilla pada Juli 2020 dengan biaya transfer sebesar 2 juta euro atau sekitar Rp32 miliar. Winger lincah ini diboyong untuk meningkatkan kreativitas serangan tim dari sisi sayap permainan. Ia dengan cepat beradaptasi dan menjelma menjadi salah satu pemain kunci di lini penyerangan Levante.
Selama berseragam Levante, De Frutos berhasil mencatatkan total 112 penampilan dengan torehan 13 gol dan 27 assist di semua kompetisi. Meskipun tampil konsisten secara individu, ia gagal menyelamatkan Levante dari degradasi ke kasta kedua pada akhir musim 2021/2022. Levante akhirnya menjual De Frutos ke klub La Liga, Rayo Vallecano, pada Agustus 2023 dengan nilai transfer sebesar 8 juta euro atau sekitar Rp166 miliar.
Kepindahan kelima pemain di atas menegaskan bagaimana kepiawaian Levante dalam memoles talenta potensial, baik untuk pemain yang dibeli maupun yang berasal dari akademi klub untuk menjadi aset berharga. Pemain-pemain di atas tidak hanya memberikan kontribusi besar bagi klub di atas lapangan hijau, tetapi juga berhasil menyuntikkan keuntungan finansial fantastis bagi klub berjuluk Les Granotes tersebut.




















