Piala Dunia 2026 yang Kembali Memisahkan Inaki dan Nico Williams

Nico dan Inaki Williams merupakan adik kakak yang sama-sama bermain untuk Athletic Club. Namun, keduanya akan berpisah terlebih dahulu di Piala Dunia 2026. Itu terjadi karena mereka membela negara berbeda. Nico Williams akan membela Timnas Spanyol, sedangkan Iñaki Williams akan membela Timnas Ghana. Timnas Spanyol tergabung dalam grup H yang berisi Cape Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. Di sisi lain, Timnas Ghana tergabung di grup L yang berisi Inggris, Kroasia, dan Panama. Keduanya tidak tergabung di grup yang sama, tetapi tidak menutup kemungkinan mereka akan saling sikut di babak knock out jika keduanya lolos dari babak penyisihan grup.
1. Inaki membela Ghana, sedangkan Nico memperkuat Spanyol
Inaki Williams membela Ghana. Sementara, Nico memperkuat Spanyol. Menariknya, debut mereka di level internasional berselang sehari saja. Inaki masuk pada awal babak kedua menggantikan Kamaldeen Sulemana ketika Ghana kalah 0-3 dari Brasil dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stade Oceane, Prancis, pada 23 September 2022. Besoknya, Nico dan Spanyol melanjutkan perjuangan di UEFA Nations League dengan melawan Swiss di kandang, La Romareda. Nico mulai bermain pada menit 63 untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Pablo Sarabia. Sayangnya, ia juga kalah (1-2).
Sebelum memilih Ghana, Inaki pernah menjadi langganan di Timnas Spanyol U-21 dengan torehan 17 caps dan 3 gol. Bahkan, winger yang bisa juga beroperasi sebagai striker ini sebetulnya pernah tampil bersama skuad utama La Furia Roja. Itu terjadi pada 29 Mei 2016 saat mereka menang 3-1 atas Bosnia dan Herzegovina dalam laga uji coba yang bergulir di Kybunpark, Swiss. Inaki bermain selama 30 menit terakhir usai menggantikan Marco Asensio. Namun, penggawa setinggi 1,86 meter tersebut tidak pernah lagi mendapat kesempatan karena banyaknya pemain berkualitas di posisinya. Ia pun akhirnya beralih aliansi secara resmi ke Ghana pada Juli 2022.
2. Inaki dan Nico Williams pernah bermain di Piala Dunia 2022
Keputusan Inaki Williams untuk berganti membela Ghana mulai Juli 2022 tidak terlepas karena adanya Piala Dunia pada akhir tahun tersebut. Terbukti, setelah tampil tiga kali dalam pertandingan uji coba, ia berhasil masuk skuad tim yang saat itu dilatih Otto Addo. Di Piala Dunia 2022, Inaki selalu menjadi starter bagi Ghana. Ia bahkan hanya tidak bermain penuh pada laga terakhir. Sayangnya, mereka gagal lolos dari fase grup akibat cuma menang 3-2 atas Korea Selatan dan dibekuk Portugal 2-3 serta Uruguay 0-2.
Tidak hanya Inaki, Nico pun debut di Piala Dunia pada 2022. Ia dipilih Luis Enrique meski baru berusia 20 tahun. Pemain yang berposisi seperti kakaknya ini bukan hanya menjadi pelengkap. Pilar setinggi 1,81 meter itu memang tidak mencetak gol atau assist. Namun, ia selalu tampil dalam empat laga yang dilakoni timnya. Mereka kalah dari Maroko pada 16 besar lewat adu penalti. Per 9 Juni 2026, caps dan gol Nico di Spanyol (30 caps & 6 gol) lebih banyak dibanding Inaki di Ghana (26 caps & 2 gol).
3. Piala Dunia 2026 kembali memisahkan Inaki dan Nico Williams
Inaki Williams lahir di Bilbao pada 15 Juni 1994. Sementara, Nico lahir di Pamplona pada 12 Juli 2002. Mereka bisa berada di Spanyol karena orang tuanya yang berimigrasi dari Ghana. Inaki sempat menimba ilmu sepak bola di akademi Pamplona sampai akhirnya direkrut Athletic Club pada 2012. Begitu pun dengan Nico. Namun, Nico pernah juga menghuni akademi Osasuna hingga menyusul kakaknya ke Athletic pada 2013.
Selain berkembang di akademi, Inaki dan Nico sama-sama pernah dipinjamkan kepada CD Basconia yang merupakan klub satelit Athletic. Mereka akhirnya mulai bermain bersama di skuad utama Athletic pada 2021. Dengan begitu, Inaki dan Nico terhitung tidak pernah berpisah sepanjang kariernya di level senior. Mereka hanya merasakannya di Piala Dunia 2022 karena berbeda tim nasional dan kini akan kembali melakukannya di Piala Dunia 2026.
Sayangnya, potensi Inaki dan Nico untuk saling berhadapan di Piala Dunia 2026 minim. Sebab, Ghana (L) dan Spanyol (H) menempati grup yang berbeda. Kesempatan mungkin hadir jika mereka mencapai babak-babak selanjutnya. Akankah momen istimewa tersebut terjadi?

















