Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pierre Sage, Dipecat Lyon lalu Bikin Sejarah Bersama RC Lens

Pierre Sage, Dipecat Lyon lalu Bikin Sejarah Bersama RC Lens
ilustrasi suasana di pertandingan kandang RC Lens (commons.wikimedia.org/Supporterhéninois)
Share Article

RC Lens secara mengejutkan tampil memukau selama 2025/2026. Klub berjuluk Les Sang itu finis sebagai runner-up dengan koleksi 70 poin dalam 34 pertandingan. Selain itu, RC Lens sukses menjuarai Coupe de France usai mengalahkan OGC Nice dengan skor 3-1 pada 23 Mei 2026.

Capaian tersebut tidak lepas dari peran sang pelatih, Pierre Sage. Awalnya, tidak ada yang memperhitungkan pelatih berusia 47 tahun itu. Sebab, Sage sebelumnya dipecat Olympique Lyon pada pertengahan 2024/2025. Namun, ia berhasil menciptakan sejarah dengan menjuarai Coupe de France untuk pertama kalinya sejak RC Lens berdiri.

Lantas, bagaimana rekam jejak Sage sampai berhasil mengangkat prestasi RC Lens?

1. Tidak punya rekam jejak mentereng sebagai pesepak bola

Pierre Sage memiliki latar belakang karier yang berbeda dari kebanyakan pelatih sepak bola. Ia tidak memiliki rekam jejak mentereng seputar kariernya sebagai pemain. Sage hanya berstatus pesepak bola amatir dari usia 6 tahun sampai 24 tahun bersama CS Belley. Kiprahnya sebagai pesepak bola amatir tidak begitu panjang. Sage memutuskan pindah ke Chateauroux untuk bekerja sebagai tim pencari bakat pada 2003.

Setahun kemudian, ia hengkang ke PL Vallee sebagai Direktur Teknis pada 2004. Setelah bekerja di PL Vallee selama 3 tahun, ia memulai kariernya sebagai manajer tim bersama FBBP01 pada 2007 dan mengemban jabatan manajer tim senior di SO Chambery pada 2013. Sage kembali masuk jajaran manajemen klub kala bekerja di CS Sedan sebelum pindah ke AS Lyon-Duchere sebagai asisten pelatih pada 2018.

2. Karier kepelatihannya di tim senior dimulai ketika menangani Olympique Lyon

Pierre Sage mengawali kariernya sebagai pelatih ketika menanani tim muda Olympique Lyon pada Juli 2019--Desember 2021. Ia kemudian memutuskan menerima tawaran menjadi asisten pelatih Habib Beye di Red Star FC pada Januari 2022. Sage memutuskan kembali ke Lyon dengan menjabat sebagai manajer akademi pada Juli 2023. Berselang 3 bulan, ia ditunjuk sebagai pelatih interim tim utama Lyon setelah Fabio Grosso dipecat pada November 2023.

Sage langsung menelan 2 kekalahan dalam 2 laga pertamanya pada Ligue 1 2023/2024. Lyon kalah 2-3 dari RC Lens dan 0-3 dari Olympique Marseille. Meski begitu, ia mampu memperbaiki performa Lyon dengan menang dalam tiga laga beruntun dengan catatan nirbobol. Lyon kala itu menang 3-0 atas Toulouse pada pekan 15, 1-0 atas AS Monaco pada pekan 16, dan FC Nantes pada pekan 17. Ditambah lagi, Lyon menang 3-0 atas CA Pontarlier pada babak kelima Coupe de France pada 7 Januari 2024. Berkat performa fantastis itu, Sage mendapat kontrak permanen dari Lyon.

Ia sukses membawa Lyon finis di peringkat ke-6 Ligue 2023/2024 sehingga berhak lolos ke Liga Europa (UEL) pada 2024/2025. Namun, performa Lyon mengalami turbulensi memasuki paruh kedua 2024/2025. Les Gones kala itu menelan 2 kekalahan dan 3 berimbang. Ditambah lagi, Sage terlibat konflik internal dengan manajemen Lyon sehingga ia dipecat pada Januari 2025.

3. Menciptakan sejarah bersama RC Lens pada 2025/2026

Pierre Sage ditunjuk sebagai pelatih baru RC Lens pada musim panas 2025. Ia menggantikan Will Still yang kembali ke Inggris untuk melatih Southampton. Sage diharapkan mampu mengangkat posisi Lens di Ligue 1 dan lolos ke Liga Champions.

Tidak disangka, ia berhasil melampaui ekspektasi publik dengan membawa Lens ke papan atas Ligue 1 dan sempat bersaing ketat dengan Paris Saint-Germain (PSG) dalam perebutan gelar juara. Lens beberapa kali memuncaki klasemen sementara Ligue 1. Namun, Les Lensois kalah konsisten dibanding PSG sehingga turun ke peringkat kedua. Meski begitu, finis sebagai runner-up sudah cukup membawa Lens lolos ke Liga Champions Eropa (UCL) 2026/2027.

Selain tampil apik di Ligue 1, Sage sukses mengantarkan Lens mencapai final Coupe de France. Lens menang telak 4-1 atas Stade Brestois pada semifinal. Les Lensois kemudian menang 3-1 atas OGC Nice dalam laga final. Ketiga gol Lens dicetak Florian Thauvin, Odsonne Edouard, dan Abdallah Sima. Sage sukses menciptakan sejarah dengan mengantarkan Lens menjuarai Coupe de France untuk pertama kalinya.

Pierre Sage membuktikan kegagalannya di Lyon menjadi pengalaman berharga saat melatih Lens. Kiprahnya sebagai pelatih Lens patut dinanti pada 2026/2027. Sebab, Sage akan menghadapi ujian berat dengan bermain di dua kompetisi besar seperti UCL dan Ligue 1. Mampukah ia kembali berprestasi bersama Lens pada 2026/2027?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More

Pierre Sage, Dipecat Lyon lalu Bikin Sejarah Bersama RC Lens

30 Mei 2026, 06:08 WIBSport